Penelitian Pantai sorake nias

BAB 1

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Pantai Sorake terletak di Pulau Nias, tepatnya di Desa Botohilitano, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan dan posisi Pulau Nias berada disebelah barat Pulau Sumatera. Kabupaten Nias Selatan adalah merupakan salah-satu kabupaten di Sumatera Utara yang terletak di Pulau Nias. Pulau kecil yang terletak sekitar 85 mil dari daratan Sibolga, Pulau yang memiliki luas kurang lebih 5.318 kilometer persegi ini memiliki sekitar 14 pantai dengan pasir putih yang indah di sekeliling pulau. Karena berbatasan dengan Samudra Hindia, pantai-pantai di Nias memiliki ombak yang cukup besar. Pantai Sorake misalnya disebut-sebut sebagai tempat selancar terbaik kedua setelah pantai Hawaii (Amerika), sehingga sangat cocok digunakan untuk olahraga selancar. Ini jugalah yang membuat Nias identik dengan Pulau Bali. Meski Pulau Nias pernah porak poranda diterjang gempa dan tsunami tetapi tetap saja pesona alam Nias tak lantas luntur begitu saja karena keindahannya yang masih mempesona. Bahkan, kini Nias mulai bersolek kembali menjadi salah satu bagian icon pariwisata di Sumatera Utara. Ada beberapa pantai yang menjadi favorit pengunjung saat menikmati pesona Nias. Di antaranya adalah Pantai Sorake dan Lagundri yang berada di sekitaran Teluk Lagundri, Kecamatan Teluk Dalam. Pemandangan di pantai ini semakin indah dengan hamparan pasir putih plus ribuan pohon kelapa yang tumbuh melambai persis di pesisir pantai. Selain dua pantai di atas, masih ada pantai lain, seperti Pulau Asu dan Pulau Bawah yang sangat sepi. Dua pulau di Kecamatan Sirombu ini berbeda menyolok musim ombaknya. Saat angin utara bertiup dari Januari sampai Mei, Pulau Bawah sangat baik berselancar di sana, sebaliknya bila angin selatan bertiup, Mei sampai Oktober Pulau Asu-lah sasarannya. Pulau Bawah pantainya juga indah, ombaknya besar dan jauh dari permukiman penduduk. Bedanya, di pulau ini lokasi selancar memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi karena banyak batu karangnya. Namun, kebanyakan peselancar asing justru ingin mencoba menaklukkan keganasan karang di sana. Kelebihan Pulau Bawah dibanding Pulau Asu yakni ada Danau Kecil berair tawar tepat di tengah-tengah pulau. Kemudian ada juga pantai Lahewa yang memiliki panjang sekitar delapan kilometer yang terletak 60 kilometer di ujung paling utara Pulau Nias. Di lokasi itu terdapat taman laut dengan hiasan batu dan ikan karang yang cantik. Belum lagi keindahan pantai Sirombu, pantai Lahusa, pantai Pulau-pulau Telo, pantai Sipika, Hinako, Sibranon, Tanamasa, Tanabala, Foa, Olora, Muara serta pantai lainnya. Tak hanya menyajikan pesona keindahan pantai, pulau ini juga memiliki pesona lain yang layak Anda kunjungi jika berkunjung di sini. Seperti, danau air panas Idanogawo, komunitas batu dan ikan karang kepulauan Pulau-pulau Telo, Lahewa, batuan megalitik di Gomo yang memiliki usia di atas 3.000 tahun, rumah adat Bawomataluo yang masih terjaga serta banyak lagi potensi terpendam yang belum tersentuh polesan manusia modern. Pantai sorake nias merupakan industri jasa kepariwisataan yang memiliki produk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan, minuman, pantai yang indah, ombak yang cukup besar, serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi wisatawan secara khususnya, tapi sayangya semua fasilitas jasa tersebut masih sangat minim yang mengakibatkan kurangnya ketertarikan wisatawan lokal maupun domestik untuk berkunjung di hari-hari biasanya selain pada bulan juni maupun juli. Hal ini menjadi sebuah peluang bagi tempat-tempat wisata lain yang sejenis dengan pantai sorake untuk menarik para wisatawan agar berwisata ke daerahnya, dapat dilihat saat ini tidak begitu banyak pantai yang ada didunia yang memiliki ombak yang besar dan pantai yang indah dan hal ini tentunya menciptakan persaingan yang ketat dan berlomba-lombah meningkatkan usaha untuk eksistensi produk masing-masing dari pariwisata yang dimiliki. Bertitik tolak dari kenyataan diatas, penulis tertarik dan ingin mengetahui secara lebih mendalam bagaimana secara kenyataaanya pariwisata pantai sorake nias di dalam memasarkan produk jasa kepariwisataan kepada wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Oleh sebab itu dengan melakukan penelitian kepariwisataan maka hal tersebut semoga dapat terjawab, maka penulis menyusun makalah ini dengan berjudul “Penelitian Pemasaran Jasa Kepariwisataan Pantai Sorake Nias”. 1. 2 Rumusan Masalah Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Meningkatkan Jumlah Wisatawan Di Pantai Sorake Nias Dengan Fasilitas Pendukung Yang ada saat ini?”

1. 3 Pembatasan Masalah

Ruang lingkup penelitian ini adalah :

a. Melakukan penelitian jasa kepariwisataan di pantai sorake nias yang bersumber dari data sekunder (internet) dan masyarakat setempat.

b. Membahas Penelitian kepariwisatan di tinjau dari bauran pemasaran jasa (produk, price, place, promotin, personel).

c. Pembahasan yang dilakukan dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah yang paling dominan terjadi.

1. 4 Maksud dan Tujuan Penelitian

Penelitian jasa kepariwisataan di pantai sorake nias ini dimaksud untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penghambat pertumbuhan objek wisata sehingga dapat diberikan solusi untuk mengembangkannya, sehingga menjadi asset yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah. Adapun tujuan penulis mengadakan penelitian pada objek wisata pantai sorake nias adalah sebagai berikut :

1. Untuk meneliti bagaimana sebenarnya pemasaran jasa kepariwisataan yang sudah dilakukan di pantai sorake nias.

2. Untuk menambah pengetahuan penulis mengenai pemasaran kepariwisataan sehingga dapat dipergunakan sebagai masukan bagi objek wisata yang kurang berpotensi di dalam memasarkan jasa kepariwisataannya.

3. Untuk meningkatkan pengetahuan penulis mengenai pemasaran jasa dalam prakteknya di hubungkan dengan yang didapatkan dari pendidikan formal kampus.

. Untuk memenuhi salah satu persyaratan aktif dalam seminar pemasaran di Universitas HKBP Nommensen Medan.

1. 5 Manfaat Penelitian Hasil studi ini akan memberikan manfaat kepada :

1. Sebagai masukan untuk Dinas Pariwisata Nias dalam meningkatkan kualitas pelayanan jasa wisata di pantai sorake nias sehingga menjadi sumber pendapatan yang lebih baik bagi daerah tersebut.

2. Sebagai masukan di dalam merumuskan strategi, kebijakan, program, dan kegiatan-kegiatan yang memacu pertumbuhan wisata pantai sorake.

3. Semoga dapat membantu di dalam meningkatkan jumlah wisatawan ke pantai sorake melalui pembahasan yang penulis sajikan.

4. Bagi para akademisi sebagai suatu referensi dalam bidang pemasaran jasa kepariwisataan.

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Pemasaran Jasa Kepariwisataan

Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).

Jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak yang lain yang secara prinsip tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan, produksi jasa dapat terikat atau tidak terikat pada suatu produk fisik. Kepariwisataan adalah gejala-gejala yang menyangkut lalulintas manusia, berikut barang bawaannya, yang melakukan perjalanan untuk tujuan apa pun sepanjang tidak untuk maksud-maksud menetap serta memangku suatu jabatan dengan memperoleh upah dari tempat yang dikunjunginya.

Pemasaran Pariwisata adalah suatu sistem dan koordinasi yang harus dilakukan sebagai kebijaksanaan bagi perusahaan-perusahaan kelompok industri pariwisata, baik milik swasta maupun pemerintah, dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional, atau internasional untuk mencapai kepuasan wisatawan dengan memperoleh keuntungan yang wajar (Menurut J. Krippendorf, dalam bukunya Marketing Et Tourisme).

Dari pengertian diatas dapat kita buat suatu kesimpulan bahwa pemasaran jasa kepariwisataan itu merupakan suatu proses menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk/jasa kepada pariwisatawan. Oleh karena itu maka pada bab ini penulis akan membahas beberapa sub judul yang berhubungan dengan penelitian pemasaran jasa kepariwisataan di pantai sorake nias.

2.2 Hal –Hal Yang Menarik Dari Pantai Sorake

Pantai Sorake merupakan tempat wisata bagi wisatawan dalam negeri maupun wisatawan mancanegara. Setiap tahunnya banyak wisatawan dari belahan penjuru dunia datang ke Pantai Sorake untuk melakukan kegiatan olahraga selancar (surving). Pantai Sorake memiliki keistimewaan gelombang ombak yang tinggi dan ombaknya bisa bergulung dengan utuh sampai kebibir pantai serta memiliki 11 kali gelombang sebelum pecah dengan ketinggian gelombang antara 3 meter sampai dengan 5 meter, ombaknya punya 5 tingkatan sehingga peselancar dapat melakukan atraksi dengan berbagai gaya disetiap tingkatan dan peselancar bisa menaikki ombak hingga mencapai jarak sejauh 200 meter karena memiliki karakter ombak yang panjang yang jarang ditemui dibelahan dunia manapun. Pantai Sorake cukup unik karena tidak ada pasir yang melandai, yang ada adalah batu karang yang bertebaran . Pinggiran batu-batu karang yang terluar adalah langsung berhadapan dengan laut dalam yang mempunyai kedalaman 2 sampai 3 meter. Jika ingin berselancar tidak perlu berenang sampai jauh ketengah, akan tetapi cukup berjalan kaki dipinggir pantai yang dipenuhi batu karang, lalu berenang sejauh 2 atau 3 meter kedalam laut dan selanjutnya tinggal menunggu gulungan ombak untuk meluncur. 2.3 Keunggulan Pariwisata Pantai Sorake Nias dari objek wisata pantai lainya. a. Di pulau nias daerah yang paling sering di kunjungi adalah pantai sorake. Sorake terkenal dengan keindahan pantainya dan gelombak ombaknya untuk surving (selancar), dikatakan yang menyamai gelombang ombak di hawai (amerika) dengan tinggi ombak sekitra 8-10 meter dan biasanya gelombang ini hanya terjadi di bulan-bulan juni dan juli. b. Hombo Batu (Lompat Batu) yang terletak di Nias Selatan. Lompat batu ini dahulu di adakan sebagai persyaratan untuk dapat ikut berperang dan juga sebagai syarat dapat meminang sang gadis yang akan di nikahi. c. situs megalitikum prasejarah masih tampak berdiri megah di Kecamatan Gomo. Situs itu diperkirakan telah berdiri lebih dari 3.000 tahun dan diyakini sebagai daerah awal mula penyebaran penduduk Pulau Nias. Perkampungan dengan rumah-rumah tradisional tampak masih utuh, asli, dan berdiri kokoh. Hal itu bisa dijumpai di Desa Bawomataluo dan Hilisimaetano. Tempat itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Satu-satunya rumah adat paling besar di Nisel terdapat di Desa Bawomataluo. Di Omo Sebua yang memiliki ukuran luas 300 meter ini banyak terdapat benda-benda dan ornamen. Benda-benda itu antara lain genderang perang berukuran besar, alat-alat perang, kepala rusa dan monyet, ukiran-ukiran patung dan rahang babi. Yang pasti, setiap benda tersebut memiliki nilai sejarah dan telah berusia ratusan tahun. Omo Sebua yang diperkirakan berusia 160 tahun, telah dihuni oleh beberap generasi. Selain digunakan untuk pertemuan para Si Ulu (golongan bangsawan) dan Si Ila, rumah adat besar itu dipakai untuk yang meletakkan jenasah para bangsawan. Keunikan lainnya yang terdapat di Desa Bawomataluo adalah budaya tarian perang dan lompat batu. Pada hari libur terutama hari sabtu dan minggu, Pantai Sorake ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya untuk sekedar refresing menikmati keindahan laut dengan awan biru diatasnya atau berenang dipinggir laut. Di Pantai Sorake sering diadakan Kompetisi Selancar yang bersifat lokal maupun yang bersifat internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan selancar di Pantai Sorake yang diikuti oleh berbagai peselancar dari berbagai negara. Kejuaraan selancar ini biasanya diadakan pada bulan Juni sampai Juli yaitu pada saat ombak sedang besar-besarnya. Nias Selatan memiliki pantai-pantai yang indah, pasir pantainya yang putih serta lautnya yang jernih berwarna biru memukau. Disamping wisata pantainya, Nias memiliki juga peninggalan budaya megalitik, rumah-rumah adat Nias serta berbagai hasil karya masyarakat Nias yang telah berumur ratusan tahun lamanya. 2.4 Mengenai Pantai Sorake Nias Keindahan objek wisata Nias, begitu banyak menawarkan nilai-nilai yang bisa menjadi adalan pulau Sumatra utara, seperti nilai historis, nilai-nilai estetika, nilai budaya, nilai kepuasan jasa dan nilai norma-norma atau moral. Hal tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam, pecinta budaya, pecinta sejarah (artefak peninggalan) dan berbagai pecinta keajaiban-keajaiban alam. Kehidupan masyarakat yang cultural, sosial dan ramah tamah, membuat para wisatawan betak untuk tingal berlama-lama disana, hanya saja sebagian masyarakat yang tinggal di daerah tertentu kurang mendukung kehadiran dar individu asing dan hal ini akan mengakibatkan perbedaan pola pikir yang berujung pada kesalahpahaman antara penduduk setempat dan pendatang. Seharusnya pemerintah setempat bersama-sama dengan pihak kepolisian, perlu member arahan & masukan-masukan yang positif kepada masyarakat setempat dengan tanpa menghilangkan nilai-nilai estetika budaya setempat dan tidak merugikan penduduk setempat. Dalam hal ini pemerintah memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan wisatawan-wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini, juga bersama-sama dengan itu tidak luput dari dukungan masyarakat setempat untuk menunjang keberhasilan daerah yang nantinya secara khusus memberikan pengaruh positif kepada masyarakat setempat.

2.5 Fasilitas Yang Tersedia.

Fasilitas merupakan alat/media pendukung yang disediakan didalam mendukung berjalannya suatu proses penawaran/permintaan terhadap suat barang/jasa. Adapun diantara fasilitas yang Terdapat di daerah Pantai Sorake Nias yang sangat menujang yaitu: Home Stay (sekelas penginapan melati) ada yang tidak begitu jauh dari daerah objek wisata dan ada yang berada dekat dengan pemukiman penduduk, penginapan yang berbentuk rumah adat Nias Selatan juga disediakan bagi para pengunjung yang berminat untuk menikmati sebagai tempat peristirahatan dan hotel berbintang empat (Sorake Beach Resort) yang lokasinya tidak begitu jauh dari pantai sorake nias.

2.6 Faktor Penyebab Terjadinya Penurunan Jumlah Wisatawan.

Belakangan ini jumlah objek wisata di pulau nias mulai bertambah, tetapi hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan jumlah wisatawan/pengunjung yang datang dengan jumlah yang semakin berkurang. Banyak hal-hal yang menyebabkan penurunan jumlah pengunjung di daerah wisata Pantai Sorake di pulau nias seperti :

a. Kurang lengkapnya informasi mengenai daerah wisata yang akan dikunjungai di pulau nias baik berupa menu tujuan wisata dan nominal biaya yang dapat ditafsirkan beserta informasi lain mengenai objek wisata tersebut .

b. Promosi maupun iklan yang beredar di berbagai media cetak elektronik ataupun internet yang begitu minim, sehingga masyarakat kurang peduli dengan keberadaan objek wisata ini.

c. Dukungan dari pemerintah setempat untuk memajukan objek wisata sangat masih kurang dari harapan, dukungan ini berupa tatanan objek wisata yang kurang rapi, transportasi yang kurang memadai, jalan menuju objek wisata masih buruk, alokasi dana untuk pariwisata masih minim/kecil, kebersihan kurang di terapkan. Seharusnya pemerintah melakukan berupa presentasi/seminar tentang beberapa hal untuk memajukan objek wisata ini dan perlu diadakan kompetisi-kompetisi misalnya Selancar yang dulunya hanya sekali setahun di rencanakan menjadi 2-3 kali setahun.

d. Dukungan dari masyarakat sekitar untuk mendukung terciptanya suasana yang bersih, ramah, sopan, nyaman, aman, dan keindahan masih jauh dari harapan.

e. Tingkat keamanan wisatawan masih rawan, hal ini terjadi karna masih adanya pencegatan di jalan dan pemerasan para wisatawan. f. Seharusnya lembaga-lembaga tertentu seperti departemen pariwisata, atau juga pengusaha-pengusaha jasa sperti biro travel, jasa penginapan dan biro jasa lainnya dapat membantu di dalam memarkan jasa pariwisata pantai sorake nias ini. Minimnya fasilitas pendukung dan rendahnya kepedulian masyarakat dalam mengelola asset wisata yang berharga ini sangat kental sekali terlihat di pantai Sorake. Terbukti, fasilitas pendukung seperti wc umum, selte (pondok istirahat), lokasi parkir, penjualan souvenir, petugas keamanan (security), penginapan yang memadai dan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan pengunjung sepertinya jarang kita temukan di lokasi pantai Sorake. Anehnya, justru pihak luar (lembaga-lembaga donor) seperti UNDP (united nations development project) yang memberikan kepeduliannya akan kebersihan lingkungan lokasi pantai Sorake. Berbekal 10 orang tenaga pekerja sosialnya dan diawasi oleh tenaga supervisor, sejak tahun 2006 lalu turut memberikan kepeduliannya membersihkan lokasi pantai dari sampah-sampah yang setiap harinya bertebaran di pantai Sorake. Namun karena keterbatasan peralatan dan tenaga para pekerja sosial, program bersih-bersih yang dilakukan UNDP tersebut belum mendapat hasil yang maksimal, sebab sampah-sampah yang dibersihakan tenaga pekerja sosial UNDP tersebut tidak dibawa ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), namun mereka justru membakarnya setelah sebelumnya menumpuk sampah dalam satu tempat di lokasi pantai. Alhasil, asap yang berasal dari pembakaran sampah justru menggangu para wisatawan menikmati alam dan keindahan ombak pantai Sorake. di dalam melakukan program kebersihan pantai, pihaknya hanya memberikan fasilitas kepada para pekerja sosial berupa, keranjang sampah, sapu, masker, sepatu dan sarung tangan serta upah kepada masing-masing pekerja sebesar Rp30.000/hari. Sehingga berdasarkan kondisi diatas maka para wisatawan menjadi kurang tertarik untuk berkunjung kembali karna hal yang paling dibutuhkan ketika para wisatawan berkunjung adalah terdapat fasilitas yang memadai di daerah objek wisata tanpa harus pergi jauh untuk mendapatkan fasilitas yang diinginkan.

2.7 Peranan Beberapa Bauran Pemasaran Jasa di Dalam Meningkatkan Jumlah Wisatawan di Pantai Sorake Nias.

1. Produk (Product).

Menurut McCharthy : Produk adalah Penawaran yang berwujud dari perusahaan kepada pasar yang mencakup keragaman produk, kualitas produk, design, warna merek, kemasan, ukuran, pelayanan, garansi dan imbalan. Wisata pantai sorake di tawarkan berbagai jenis produk yang ditawarkan adapun diantaranya yaitu : wisata alam pantai, atraksi lompat batu, souvenir2 budaya nias, adegan selancar, wisata alam bawah laut. Dengan banyaknya persaingan jasa pariwisata yang berkembang di Indonesia membuat banyak perusahaan melakukan suatu inovasi dan juga pengembangan produk jasa untuk menarik perhatian konsumen. Upaya-upaya yang dilakukan oleh perusahaan dengan memberikan suatu pelayanan yang terbaik, dengan kata lain kepada konsumen disajikan berbagai produk-produknya yang berkualitas dan dapat memuaskan wisatawan. Layaknya seperti produk wisata pantai sorake nias dengan sumber daya alam yang begitu indah tetapi karna sumber daya manusia yang kurang dalam mengelolanya mengakibatkan pantai sorake ini menjadi sebuah aset berharga yang tidak termanfaatkan dengan baik. Sehingga perlu dilakukan perbaikan sarana\prasarana, fasilitas, penataan yang lebih bagus pantai sorake, agar lebih menarik perhatian dari para wisatawan domestik maupun mancanegara

2. Harga (Price)

Harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain”, (Alex S. Nitisemito, 1998 : 93). Untuk harga jasa kepariwisataan berbeda-beda untuk tiap objek wisata, oleh karena hal tersebut para pengusaha harus mewaspadai harga terlalu tinggi yang ditawarkan yang mengakibatkan wisatawan menjadi telalu berat untuk melakukan wisata. Misalnya. Biaya wisata yang terlalu tinggi menyebabkan para wisatawan memilih daerah wisata lain yang mungkin memiliki kesamaan objek kunjungan. Sehingga berdasarkan hal ini pengelelolaan harga yang di tawarkan di pantai sorake nias harus bisa disesuaikan dengan kondisi objek wisata yang saat ini telah mengalami penurunan jumlah wisatawan.

3. Tempat (Place)

Menurut Lovelock dan Wright : Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan. Wisata pantai sorake sangat banyak dikunjugi di bulan juni-juli karna pada saat itu wisatawan peselancar berkunjung ke daerah tersebut karna ingin menikmati gulungan ombah yang tinggi. Oleh karena hal tersebut Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk sorake agar mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran. Dengan adanya agency atau loket penjualan tiket yang tersebar memberikan pelayanan yang memudahkan bagi konsumen, oleh karena hal tersebut juga di dalam menawarkan produk kepariwisataan tersebut masyarakat setempat bekerja sama dengan pemerintah harus mampu mendesain objek wisata (Pantai Sorake Nias) sebaik mungkin agar tidak mengecewakan wisatawan.

4. Promosi (Promotion)

Promosi adalah komunikasi yang persuasif, mengajak, mendesak, membujuk, meyakinkan. Ciri dari komunikasi yang persuasif (komunikasi) adalah : Ada komunikator yang secara terencana mengatur berita dan cara penyampaiannya untuk mendapatkan akibat tertentu dalam sikap dan tingkah laku si penerima (Mursid, M, 1997: 95). Media promosi merupakan suatu keandalan dalam memasarkan produknya seperti : Media massa (koran, majalah, dan brosur), Media elektronik (internet, televise, dan radio) untuk itu promosi pantai sorake nias harus lebih ditingkatkan melalui media promosi yang ada sehingga para wisatawan mancanegara dan domestik mengetahui keberadaan objek wisata tersebut. Wisata pantai sorake selama ini hanya memanfaatkan promosi melalui para wiatawan sehingga kurang efektif didalam menarik perhatian para wisatawan baru. Promosi dalam hal ini termasuk juga bagi orang yang sudah pernah menginjakkan kaki di Pantai Sorake Nias dengan menceritakan/memberikan deskripsi bagi orang yang belum pernah menikmati alam Pantai Sorake secara langsung.

5. Orang (People)

People Adalah semua pelaku yang turut ambil bagian dalam penyajian jasa dan dalam hal ini mempengaruhi persepsi pembeli. Yang termasuk dalam elemen ini adalah personel perusahaan dan konsumen (Boom dan Bitner 2000; 234). Dari sini kita tahu pelayanan yang menunjang, inovasi produk, tempat yang mudah diakses tidak bisa perusahaan hanya diam menunggu konsumen, tetapi bagaimana perusahaan dapat menjaring konsumen lebih baik dengan target yang ditentukan. Untuk itu perusahaan lebih mengefisiensikan para personel untuk lebih bergerak, empati, pelayanan yang baik dan sopan, tetapi penampilan yang bersih dan menarik merupakan image bagi perusahaan terhadap pelanggan, tidak hanya produk dan promosi saja yang ditawarkan. Dalam hal ini masyarakat, pemerintah, agen, perusahaan yang berada di pantai Sorake Nias termasuk dalam people karna mereka termasuk pelaku yang turut ambil bagian dalam menawarkan jasa Pariwisata kepada wisatawan.

2.8 Penanggulan Masalah Di Pantai Sorake Nias.

Penanggulan masalah yang terjadi di pulau nias secara khusus di daerah objek wisata pantai sorake dapat di paparkan sebagai berikut.

1. Mari kita kembangkan suatu kebijakan baru misalnya memperbaiki kualitas jasa dengan menciptakan objek-objek yang menarik. Misalnya dengan menawarkan Wisata alam laut yang mungkin saat ini jarang dilakukan.

2. Mari kita tawarkan produk jasa sebanyak mungkin terhadap wisatawan agar menarik perhatian wisatawan asing dengan membenahi fasilitas yang kurang memadai, melakukan penataan produk, mengadopsi cara pengelolaan wisata alam pantai dari berbagai daerah, wilayah, negara tertentu agar dapat menjadi daya tarik bagi calon wisatawan. 3. Ciptakan hubungan yang berkesinambungan dengan tour operator agar dapat sebagai media promosi objek wisata pantai sorake nias, atau membangun suatu kerja sama dengan berbagai penyedia jasa yang dapat memberikan keuntungan bagi yang mengelola pantai sorake dan juga bagi penyedia jasa lainnya. 4. Persiapkan tenaga terdidik didalam mengelola wisata pantai sorake nias, atau dalam arti para tenaga kerja yang sudah mengecap pendidikan mengenai pariwisata/penataan wisata. 5. Persiapkan dan ciptakan promosi yang baik terhadap para wisatawan. Meluncur berbagai alat-alat media promosi baik dengan iklan, tiket masuk, brosur, iklan gratis di internet dan lain sebagainya. 6. Ikut dalam kegiatan organisasi kepariwisataan nasional dan internasional.

BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka peneliti dapat membuat kesimpulan dari permasalahan yang terjadi di pantai sorake nias.

1. Penurunan jumlah wisatawan di pantai sorake nias terjadi karena minimnya fasilitas pendukung yang ada di daerah objek wisata

2. Peranan bauran pemasaran jasa di dalam meningkatkan jumlah wisatawan di pantai sorake nias ini sangat penting diterapkan karena produk yang ditawarkan di sini bersifat tidak berwujud sehingga pelayananlah yang perlu di tingkatkan dan diperbaiki.

3. Pantai sorake nias merupakan pantai yang gulungan ombak dan keindahan pantainya disamakan dengan Pantai Hawai amerika tetapi karena keterbatasan dana/kekurangan dana pembangunan objek wisata dari departeman/investor mengakibatkan objek wisata ini kurang terurus, atau dapat di sebut sebagai asset yang tidak dimanfaatkan.

4. Dukungan dari masyarakat sekitar untuk menciptakan suasana yang bersih, ramah, sopan, nyaman, aman, dan keindahan masih belum ada sehingga menimbulkan efek negatif terhadap para pengunjung wisata.

3.2 Saran.

Agar Pemkab Nisel (Nias Selatan) kiranya dapat memberikan perhatiannya sekaligus mendukung program kebersihan pantai yang dilakukan UNDP saat ini dan berharap agar Pemkab Nisel juga kiranya dapat membantu dalam hal pengadaan fasiltas kebersihan yang cukup. Membenahi fasilitas pendukung seperti wc umum, selte (pondok istirahat), lokasi parkir, penjualan souvenir, petugas keamanan (security), penginapan yang memadai dan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan pengunjung di daerah objek wisata. Serta mengajak masyarakat dalam mengelola asset wisata yang berharga ini dengan diadakannya seminar oleh departemen pariwisata dan organisasi yang begerak dalam bidang kelestarian objek wisata. Berusaha mencari sponsor-sponsor pendukung yang dapat memberikan sejumlah supply dana di dalam meningkatkan kualitas objek wisata yaitu pantai sorake.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: