Mengalah Demi Kebaikan

Mengalah merupakan salah satu sifat dengan menerima segala kekurangan orang lain, kekerasan yang ada dalam diri orang lain, dengan mengorbankan perasaan dan jiwa demi orang lain tersebut.

ketika hal ini terjadi dalam hidup kita, banyak pelajaran yang kita dapat ketika kita mencoba untuk tetap bertahan dalam diri kita. Salah satu diantaranya, dalam menghadapi persoalan lain kita akan lebih kuat dan tidak akan gampang roboh dengan persoalan-persoalan yang mungkin timbul. 

Contoh Sebuah cerita : Ada seorang lelaki yang masih muda  (X) dan pada suatu saat, terjadi konflik dengan saudaranya yang pada saat itu saudaranya tidak tahu bahwa si X tersebut mengalami banyak masalah dalam kehidupan sehari-harinya yang saudaranya tidak tahu, ketika masalah itu terjadi si X mencoba mengalah dan bertahan juga walaupun masalah yang datang sudah terlalu banyak dalam hidupnya tapi dia tetap bertahan dan berkata dalam hati “bahwa hal itu merupakan cobaan yang mesti harus dilalui yang akan membentuk pribadinya menjadi pribadi yang menyenangkan di hari depan”

buah dari “mengalah” adalah kebaikan {yang akan kita dapat baik pada hari itu, hari yang akan datang, kehidupan yang akan kita dapatkan dimasa depan yang lebih baik}.

banyak orang tidak mau mengalah dalam kehidupannya, baik dari hal yang paling kecil, sedang, dan besar. jika kita tidak mau mengalah dalam hal yang paling kecil bagaimana dengan hal yang paling besar, hal ini bisa kita lakukan ketika kita berhadapan dengan teman dekat, pacar, dan siapapun. ketika kita berhasil mewujudkan ha tersebut.

ada beberapa kutipan yang berhubungan dengan artikel diatas.



Kepada siapakah anda suka mengalah atau anda adalah orang yang sulit untuk mengalah kepada siapapun?

Setujukah dengan peribahasa mengalah untuk menang?
Apakah anda mau mengalah kepada orang yang lebih bodoh dan muda daripada anda?
Atau anda hanya mau mengalah kepada orang yang lebih tua dan pintar?
Apakah anda malu untuk mengalah?

Jawaban dari beberapa orang.
Saya orang yg fleksibel tetapi juga rasional. Ada saat dimana saya akan mengalah, selama hal yg diperdebatkan tidak “membahayakan”, tapi ada saat dimana saya juga harus tegas, karena hal yg diperdebatkan bisa menimbulkan hal/akibat yang tidak baik.
Tapi pada intinya, saya orang yang lebih suka berdiskusi terlebih dahulu, secara baik2, sebelum mengambil sikap, apakah saya harus mengalah demi kebaikan semua, atau saya harus tegas, demi kebaikan semua juga.
Bagi saya, tidak selamanya “Silence is golden” (dalam hal ini, diam karena mengalah), adakalanya “Silence makes it worst”.
Selama semua didasarkan oleh “cinta”, tidak ada yg akan merasa dikalahkan ataupun mengalahkan. Yang ada hanya “win win solution”. Setuju?





kami harapkan jawaban sudara dari ke-4 pertanyaan diatas.
Thanks before…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: