cara menghadapi orang tua (ayah) yang otoriter

sebagai seorang anak, mungkin kita mau berkata dalam hati kenapa ayah saya harus begini, kenapa bapak suka marah-marah setelah pulang kerja ato setelah dia datang dari luar rumah, walaupun ibu baik sama ayah tetap juga dia marah, yang pasti kemauan dia saja yang perlu dituruti, kalo ada salah satu anggota keluarga yang koment aja dikit langsung terjadi “Piring terbang” oleh karena hal tersebut saya membuat sebuah tulisan berdasarkan pengalaman saya menghadapi orang tua yang bersifat otoriter. mungkin lebih awal saya menceritakan sedikit pengalaman saya tentang trik-trik yang saya dapat sendiri ketika saya sedang mengalami keadaan itu, pada awalnya sich saya tidak berani untuk berkata apapun ato melawan ketika sang ayah tercinta sudah marah, saya diam saja tidak melawan dan hanya diam, yang menurut saya hal itu membuat dia menjadi tidak marah, tetapi hal itu membuat dia semakin marah, karna dia merasa kalo kita seakan-akan tidak memperdulikan apa yang dia katakan. akhirnya muncul di pikirannku bahwa untuk saat ini saya harus berbicara, waktu itu saya masih duduk di bangku SMA ketika dia marah besar saya pun ikut marah dan ketika saya marah dia diam dan mendengarkan perkataan ku, tapi dengan satu syarat ketika kita marah kita lihat dulu sebenarnya kemarahan dia awalnya karna apa, setelah itu baru kita ngomoong, setelah beberapa hari kemudian karna saya juga marah pada ayah, dia pun jadi ada juga segannya sama saya, tapi beberapa hari kemudian ayah pulang dari kedai, setelah samapi dirumah duduk bentar trus direpetin semua, karna hal itu saya merasa terganggu karna sebelum ayah datang keadaan rumah aman-aman saja dan merasa kalo kedatangannya bagaikan penghancur kebahagiaan keluarga kami. ketika sudah marah besar kami diam, trus kakak yang paling besar masuk kamar, diikuti abang masuk kamar, trus mama pun masuk kamar juga , sekarang tinggal saya dan ayah di ruang tengah. dia trus ngomng seakan-akan dialah yang paling baik, jago, pintar, dll. setelah semua pergi kekamar dia pun marah, tapi kami tetap diam dikamar, akhirnya dia pun diam juga, karna tidak ada lagi orang yang mendengarkan perkataannya, ternyata cara yang satu ini ampuh juga setelah dicoba beberapa kali. oleh karena hal diatas maka saya menuliskan hal dibawah ini sebagai kesimpulan dari cara menghadapai oraang tua yang otoriter.

1. kita terlebih dahulu memahami sifatnya dan apa kemauannya pada saa ini.
2. kita jangan melawan pada saat itu tentang apa yang dia katakan.
3. lakukan apa yang dia katakan pada saat itu (dalam arti jangan melawan selama yang disuruh masih pada batas kewajaran)
4. ketika nampak gejala-gejala marah usahan tinggalkan (masuk kamar, keluar rumah,diam,dan jangan bersungut-sungut)
5. ketika dia minta makan/minum kasih pelatan yang terbuat dari plastik jika terjadi pemecahan tidak terlalu susah membersihkan.
6. jika terjadi piring terbang jangan dibersihkan biarkan beserakan, supaya dia yang membersihkan, kalaupun dia tidak mau usahakan si ayah yang berbicara kepada anaknya untuk membersihkanyan, biar dia sadar bahwa perbuatannya tidak baik.
7. ketika keadaan tenang pada hari-hari berikutnya, coba bicara kepada ayah sebernarnya dia marah karna apa, pasti dia akan mengatakannya (ingat waktunya harus pas santai bareng).
8. pelajari setiap saat ketika terjadi kemarahannya, jangan kecewa punya ayah karna hal tersebut akan memahkan semangat kita untuk menjadikan ayah kita menjadi ayah yang kita inginkan.
9. ketika dia marah pada adik,mama,abang, usahkan posisimu jadi pelerai jangan mendukung salah satu di antara mereka, karna hal itu akan menimbulkan masalah baru.
10. JANGAN LUPA BERDOA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: