kisah kampus kuh

Tahun 2007 yang lalu, sebagai mahasiswa baru, saya belum bisa menerima keadaan kampus walapun sudah saya jalani perkuliahan beberapa minggu kemudian, karna memang dari dulu aku tidak pernah bercita-cita untuk kuliah disana, tapi hari demi hari di lalui ternyata asik juga gabung ma teman-teman yang pada waktu itu juga memang mempunyai perasaan yang sama setelah bercerita satu satu lain.
setelah merasa aman dan nyaman kuliah,
ehhhhhh…….. ternyata kuliah terganggu ma anak kuliahan yang lain, yang merasa kalo haknya tidak diberikan, dan merasa kalau dirinya memang salah satu mahasiswa yang terbaik (terbaik dalam arti demonstrasi yang ngk jelas maksudnya). kejadian ini baru yang pertama sekali didalam hidupku “kerusuhan yang terjadi dikampusku” mematahkan semangatku lagi yang dulunya sudah pernah patah dan sudah sembuh, tapi kembali dipatahkan lagi dengan kejadian ini. pernah berpikir untuk pindah tapi tidak ada kampus yang menurut saya yang lebih baik, karna citra kampusku sudah tekenal di seluruh penjuru bumi.
tidak dapat melakukan apapun dengan kejadian tersebut
konsentrasipun akhirnya hancur, pikiran tidak nyaman lagi, merasa takut, gelisah, perkuliahan pun bubar, karna asap ban mobil yang dibakar keliling kampus membuat mahasiswa menghirup udara yang paling segar sedunia (asap ban mobil) maksudnya. parang, kayu, batu, bamtu, pentungan, dipegang para jagoan yang demo seakan merasa kalo mereka adalah hakim diatas segala hakim. sejak tahun 2007 saya perhatikan bahwa konflik yang terjadi berasal dari luar kampus, tetapi mahasiswa yang membawa masalah tersebut masuk ke dalam kampus, cukup memprihatinkan menurut saya. alangkah baiknya jika masalah diluar kampus jangan dibawa kedalam kampus, tapi diselesaikan di luar kampus, akibatnya “seorang makan cepedak semua kena getahnya”. masyarakat di sekitar kita akan membuat penilaian secara menyeluruh bahwa mahasiswa kampus sudah kurang bagus, karna kita tahu banyak orang itu selalu menilai sesuatu yang dari keburukan, tidak melihat kebaikan yang sudah pernah dibuat.
dengan kejadian tersebut saya berpikir demikian *kenyamanan mahasiswa tidak didapatkan lagi pada saat ini , masadepan mulai samar, citra semakin merosot,tapi apakah hal ini dipikirkan juga oleh teman2 yang demo. demo demi meningkatkan kualitas pendidikan masih wajar menurut saya dan saya mungkin akan ikut disana jika pendidikan yang diberikan tidak bagus, tapi menurut saya baik-baik saja dalam proses akademik dan demo itu janganlah sampai menunjukkan adanya bakar-bakar ban, bawa pentungan,bawa balok, untuk menyampaikan inspirasi. sebagai salah satu mahasiswa saya bangga dengan para dosen kita di kampus, bapak/ibu dosen berkualitas kok, pintar-pintar, tepat waktu, tidak malas, kita saja sebagai mahasiswa yang kurang memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dosen untuk meningkatkan kualitas intelectual kita. . .
saya menuliskan hal ini karna saya memang benar-benar terganggu dengan kondisi tesebut, saya minta maaat dengan tulisan ini, karna dengan menuliskan hal ini saya akan merasa puas jika saya menyampaikan kesedihan, duka, curhat saya, melalui tulisan yang sembraut dan yang tidak tepat penulisannya, dan saya berharap ada perubahan kearah yang lebih positif buat teman sekalian.
NB : “molo dang boi dibahen ho las niroha ni donganmu, unang ma nian baen sogo roha
ni ibana”

1 Komentar

  1. Anonymous said,

    10 Mei 2010 pada 12:27 pm

    Tingkatkan kualitas…..SDM ..melalui pengembangan diri sendiri..OK


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: