bab I

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Alasan Pemilihan Judul.

Dinamika persaingan bisnis yang semakin sulit, membawa implikasi pada upaya yang berkesinambungan agar barang dapat sampai ke konsumen di waktu yang tepat, tempat yang tepat, orang yang tepat, dan harga yang tepat. Sehingga bagian pemasaran memiliki posisi dalam upaya membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.

Strategi Pemasaran merupakan pegangan bagi perusahaan agar mempunyai keunggulan dalam persaingan pasar, sekaligus mencari kecocokan antara kemampuan internal perusahaan, dalam hal ini menjual produk ke konsumen dengan peluang eksternal yang  ada di pasar yaitu pembeli potensial yang menyukai produk yang dijual tersebut. Dengan demikian haruslah diketahui karakteristik pasar serta struktur pasar yang dihadapi.

Pemasaran adalah pengaturan produk-poduk yang sanggup memuaskan kebutuhan konsumen yang terdiri dari pelanggan pontensial yang ingin dan mampu terlibat dalam pertukaran untuk memuaskan kebutuhan atau keinginannya. Produsen harus berupaya untuk menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Produk yang baik akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup dan kesejahtraan perusahaan.

Fokus pengiriman yang merupakan inti dari manajemen-saluran pemasaran mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan dinamika persaingan yang melatarbelakanginya. Munculnya vertikal marketing system (sistem pemasaran vertikal), horizontal marketing system (sistem pemasaran horizontal), multichannel marketing system (sistem pemasaran saluran berganda), menunjukkan dinamika yang terjadi dalam saluran pemasaran sebagai wujud dari berbagai upaya yang dilakukan untuk mengembangkan keunggulan bersaing dalam kadar yang tinggi untuk memuaskan konsumen.

Pengiriman atau penyaluran  barang dan jasa pastinya sangat diperlukan oleh perusahaan penghasil produk, misalnya seperti perusahaan penyedia jasa Courier Servis (Jasa Kurir), Packaging (Pengepakan/pengemasan), Trucking (Truk), dan Warehuousing (Pergudangan) yang menawarkan produk jasanya bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki keterbatasan dalam hal pengiriman/penyaluran barang baik dalam negeri maupun luar negeri, hal ini terjadi karena setiap perusahanan yang berdiri belum  tentu memiliki segala fasilitas yang dapat mendorong kelancaran dari proses pemasaran produk yang akan di tujukan terhadap konsumen, sehingga keberadaan perusahaan jasa menjadi sebuah peluang bagi setiap perusahaan didalam membantu memperlancar pengiriman barang terhadap pihak konsumen.

Perusahaan di indonesia saat ini telah banyak yang menggunakan jasa courier services,  packaging, trucking, warehousing untuk pengiriman segala jenis produk yang dapat sampai ke konsumen di waktu yang tepat, tempat yang tepat, orang yang tepat, dan harga yang tepat sehingga memberikan nilai positif baik bagi produsen, perusahaan jasa, dan konsumen yang dituju. PT. Cakra Lintas Buana merupakan salah satu perusahaan yang Menyediakan jasa  tersebut di kota Medan yang berfungsi sebagai intermediasi antara produsen dengan konsumen.

Strategi pemasaran dari setiap perusahaan merupakan suatu rencana keseluruhan untuk mencapai tujuan. Salah satu tujuan dari diterapkannya suatu strategi pemasaran adalah untuk meningkatkan penjualan. Kebijakan strategi pemasaran yang baik dan tepat diharapkan dapat membantu perusahaan untuk mencapai tingkat penjualan yang telah diharapkan.

Strategi ini bermanfaat agar perusahaan memiliki suatu pengetahauan yang lebih mendalam mengenai suatu pasar yang akan dimasukinya, sehingga apabila strategi dijalankan dengan baik maka perusahaan dapat meningkatkan penjualannya dan memenangkan persaingan dengan perusahaan sejenis lainya. Kajian strategi yang akan di bahas dalam skripsi ini adalah strategi pemasaran jasa, yang mencakup strategi Jasa, harga, dan promosi untuk pemasaran courier servis, packaging, trucking, warehousing.

Alat ukur yang akan digunakan penulis dalam menilai ketepatan strategi pemasaran produk pada PT. Cakra Lintas Buana Medan adalah target dan realisasi penjualan periode 2008-2010. Tercapainya atau tidaknya target penjualan merupakan salah satu indikator ketepatan strategi pemasaran yang diterapkan.

Bertitik tolak dari kenyataan diatas, penulis tertarik dan ingin mengetahui secara lebih mendasar bagaimana secara kenyataaanya strategi pemasaran diterapkan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya (jasa). Oleh sebab itu dengan melakukan penelitian terhadap perusahaan, penulis menyusun skripsi ini dengan judul “Analisis Strategi Pemasaran jasa Pada PT. Cakra Lintas Buana Medan..

  1. B. Perumusan Masalah.

Setiap perusahaan tentunya tidak bisa lepas dari persoalan dan masalah yang timbul pada setiap bagian dari perusahaan, walaupun tingkat kadar dari masalah yang di hadapi berbeda, tetapi permasalahan yang timbul harus diupayakan penanganannya, baik dengan menyelesaikan masalah ataupun dengan menekankan perkembangan masalah tersebut pada tingkat tertentu, masalah adalah sesuatu yang tidak diiginkan dan memerlukan pemecahan. Setiap masalah membutuhkan tanggapan dan cara-cara untuk  mengatasinya agar tujuan perusahaan sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan penelitian  yang dilakukan pada PT. Cakra Lintas Buana Medan penulis melihat adanya permasalahan dalam perusahaan tersebut, dah hal itu yang mendasari penelitian penulis. Permasalahan tersebut adalah Apakah PT. Cakra Lintas Buana Medan telah menerapkan strategi pemasaran yang baik dalam usaha meningkatkan penjualannya ?.

  1. C. Hipotesis.

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang kebenarannya masih harus diuji, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut, maka penulis membuat hipotesis yaitu : Penerapan strategi pemasaran yang belum tepat menyebabkan tidak tercapainya peningkatan  penjualan pada PT. Cakra Lintas Buana Medan.

  1. D. Luas dan Tujuan Penelitian.

Sadar akan keterbatasan pengetahuan, waktu, sarana, dan fasilitas yang dimiliki penulis, disamping agar pembatasan terarah maka penulis merasa perlu untuk membatasi penganalisaan ini hanya dari sudut Analisi Strategi Pemasaran.

Adapun tujuan penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai  berikut :

  1. Mengetahui penerapan strategi pemasaran yang dilakukan PT. Cakra Lintas Buana Medan.
  2. Melihat praktek yang ada pada PT. Cakra Lintas Buana membandingkan serta menghubungkan pengetahuan teoritis yang pernah dipelajari semasa perkuliahan.
  3. Mengetahui bagaimana keputusan mengenai produk dalam pelayanan jasa pada PT. Cakra Lintas Buana.
  4. Mengetahui hubungan strategi pemasaran dengan peningkatan penjualan.

Melalui penelitian ini, penulis merasakan adanya manfaat yang dapat diperoleh sejumlah pihak. Manfaat ini antara lain :

  1. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam menerapkan kebijakan strategi pemasaran yang lebih baik untuk meningkatkan  penjualan.
  2. Sebagai suatu bekal pengetahuan dan pengalaman yang baik bagi mahasiswa, serta menambah informasi bagi mahasiswa lain yang tertarik untuk mengadakan penelitian di bidang yang sama.

 

  1. E. Metode Penelitian dan Pengumpulan Data.

Untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi ini, mempergunakan dua metode penelitian, yaitu :

  1. A. Metode Pengumpulan Data.
  2. Penelitian Kepustakaan / Library Research Methods.

Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan memperlajari bacaan yang mempunyai hubungan dengan objek yang sedang di teliti dan permasalahan yang sedang di bahas seperti buku-buku, literature, majalah, bulletin, brosur-brosur dan tulisan ilmiah lainya. Pada prinsipnya data dari hasil metode penelitian ini bersifat teoritis (data sekunder).

  1. Penelitian Lapangan / field Research methods.

Penelitian lapangan merupakan penelitian yang dilaksanakan secara langsung pada objek yang diteliti. Data yang diperoleh dari hasil penelitian merupakan data primer yang diperoleh dengan cara :

  1. Wawancara.

Penulis mengumpulkan data melalui wawancara langsung dengan direktur perusahaan dan karyawan PT. Cakra Lintas Buana Medan.

  1. Observasi.

Penulis melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian yaitu pada kegiatan Pelayanan Jasa pada PT. Cakra Lintas Buana  Medan.

 

  1. F. Metode Analisis.

Metode ini dipergunakan untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang terdiri dari dua bagian yakni :

  1. Metode  Deskriptif.

Metode ini dilakukan dengan cara menentukan, mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan data sehingga memberikan gambaran yang objektif dari masalah yang dianalisis untuk menjelaskan keadaan objek.

  1. Metode Deduktif.

Metode ini merupakan metode ilmiah dimana data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teori yang berlaku secara umum. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat ditarik suatu kesimpulan dan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat diterima atau ditolak.

 

daftar pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Bowersox  J, Donald, Manajemen Logistik, Alih Bahasa Drs. A. Hasymi Ali, Jilid Satu, Cetakan Kelima, Jakarta : Bumi Aksara, 2006.

 

Jaspar Farida M,E, Manajemen Jasa, Cetakan Pertama, Jakarta : Ghalia Indonesia, 2005.

 

Kotler Philip, Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa Benyamin Molan, Jilid Satu, Cetakan Kedua, Jakarta : Indeks, 2007.

 

Kotler Philip, Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa Benyamin Molan, Jilid Dua, Cetakan Pertama, Jakarta : Indeks, 2007.

 

Lupiyoadi Rambat, Hamdani, A, Manajemen Pemasaran Jasa,  jilid 1, Edisi Kedua, Jakarta : Salemba Empat, 2006.

 

Nasution, M. N, Manajemen Jasa Terpadu, Cetakan Pertama, Jakarta : Ghalia Indonesia, 2004.

 

Nasution Nur, M, Manajemen Transportasi, Edisi Kedua, Jakarta : Ghalia Indonesia, 2004.

 

Philip kotler, swee hoon ang, siew meng leong, chin tiong tan, Manajemen Pemasaran Perspektif Asia, edisi 1, alih bahasa fandy tjiptono. Yogyakarta : Andi, 2000.

 

Charles W. Lamb, Joseph F. Hair, Carl McDaniel, Pemasaran,  edisi pertama, alih bahasa David Octarevia, Jakarta : Salemba Empat, 2001.

 

Warren J keegan, Manajemen pemasarn global, alih bahasa, Alexander sindoro dan tanty syalina tarigan ; penyunting bahasa, bob wiyahartono-jakarta: Prenhalindo 2003.

 

Tjipto Fandy, Strategi Pemasaran, Edisi ke tiga, Yogyakarta : 2008.

 

skripsi bab II-V

BAB II

URAIAN TEORITIS

  1. A. Pengertian Pemasaran, Manajemen Pemasaran, dan Strategi Pemasaran.
  2. 1. Pengertian Pemasaran.

Perkataan marketing berasal dari kata “Market” yang artinya pasar. Jadi istilah kata marketing berarti pemasaran. Dalam pengertian ini pemasaran bukan hanya tertuju kepada kegiatan memperjual belikan barang dan jasa kepada konsumen tetapi sudah termasuk di dalamnya kegiatan mencari pelanggan/konsumen agar terjadi jual beli dan juga kegiatan yang dilakukan untuk memelihara hubungan yang baik dengan pihak penjual dan pihak pembeli serta melakukan tindakan pelayanan kepada semua langganan agar para pelanggan tersebut memperoleh kepuasan sebagai salah satu tujuan dari pemasaran.

Marketing sering diartikan oleh orang-orang sebagai kegiatan yang hanya memperjual belikan barang dan jasa kepada konsumen, jadi bila ada orang yang beranggapan akan hal tersebut, jelas salah. Karena kegiatan memperjual belikan barang dan jasa hanya merupakan puncak kecil gunung es pemasaran atau bahagian kecil dari kegiatan pemasaran secara keseluruhan.

Beberapa defenisi maketing menurut ahli-ahli marketing akan di kemukakan dibawah ini untuk menghindari kesimpangsiuran tentang pengertian marketing yaitu :

Menurut Warren J. Keegan : “Pemasaran adalah proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah organisasi terhadap kesempatan dan kebutuhan lingkungan”.[1]

Menurut Lamb, Hair, McDaniel : “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu mencapai tujuan individu dan organisasi”.[2]

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller : Asosiasi pemasaran amerika menawarkan defenisi formal berikut : “Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya”, defenisi sosial : “Pemasaran suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.[3]

Menurut Philip Kotler, Swee Hoon Ang, Siew Meng Leong, dan Ching Tiong Tan : “Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui, penciptaan, penawaran, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai (Products of value) dengan orang atau kelompok lain”.[4]

Dari defenisi diatas dapat dinyatakan bahwa “pemasar meciptakan kebutuhan” atau “pemasar membuat orang membeli barang-barang yang tidak mereka inginkan”. Pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar, seperti halnya panutan lain dalam masyarakat, mempengaruhi keinginan. Pemasar juga mempengaruhi permintaan dengan membuat suatu produk cocok, menarik, terjangkau, dan mudah didapatkan oleh konsumen yang dituju.

  1. 2. Manajemen Pemasaran.

Proses pertukaran memerlukan banyak tenaga dan ketrampilan. Manajemen pemasaran terjadi bila setidaknya satu pihak dalam pertukaran potensial memikirkan sasaran dan cara mendapatkan respon yang diharapkan dari pihak lain. Kita akan menggunakan defenisi (manajemen) pemasaran yang dirumuskan pada tahun 1985 oleh American Marketing Association. Menurut Philip Kotler, Swee Hoon Ang, Siew Meng Leong, dan Ching Tiong Tan : “Manajemen Pemasaran adalah Proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi, dan distribusi barang, jasa, dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi”.[5]

Defenisi ini menyatakan bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang mencakup analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian; juga mencakup barang, jasa, dan gagasan; berdasarkan pertukaran; dan tujuaanya adalah memberikan keputusan kepada pihak-pihak yang terlibat.

Manajer pemasaran menangani tugas-tugas tersebut dengan melakukan riset pemasaran, perencanaan, implementasi, dan pengendalian. Dalam perencanaan pemasaran, pemasar harus menentukan pasar sasaran, market positioning, pengembangan produk, penentuan harga, saluran distribusi, distribusi fisik, komunikasi, dan promosi.

  1. 3. Strategi Pemasaran.

Tingkat penjualan dan kemampulabaan untuk produk, jasa, atau lini produk dipengaruhi oleh sejumlah faktor-faktor di luar kendali, seperti kekuatan-kekuatan demografi dan ekonomi. Tetapi, tingkat ini juga dipengaruhi oleh usaha-usaha pemasaran. Oleh karena itu, tanggung jawab pokok seorang manajer pemasaran adalah merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan yang akan membantu mencapai sasaran-sasaran penjualan, bagian pasar, dan laba untuk suatu produk. Artinya, setelah rencana pemasaran perusahaan perusahaan menetapkan peran untuk masing-masing produk dalam portofolio perusahaan, strategi pemasaran harus dikembangkan. Strategi pemasaran menentukan pendekatan yang akan diambil oleh perusahaan untuk memastikan bahwa masing-masing produk memenuhi perannya.

Menurut Lamb, Hair, McDnaiel : “Strategi pemasaran meliputi kegiatan menyeleksi dan penjelasan satu atau beberapa target pasar dan mengembangkan serta memelihara suatu bauran pemasaran yang akan menghasilkan kepuasan bersama dengan pasar yang dituju”.[6]

Menurut tuul dan kahle (1990) mendefinisikan: “Strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencpai tujuan perusahan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang di masuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut”.[7]

Dari defenisi diatas disimpulkan bahwa titik beratnya diletakkan pada kemampuan dari perusahaan di dalam menyeleksi beberapa alat-alat dan teknik pemasaran di dalam pencapaian tujuan dari perusahaan, dengan demikian strategi pemasaran ini berfungsi untuk mengoptimalkan tujuan, sehingga dapat membantu perusahaan untuk mencapai sasaranya.

 

 

 

  1. B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran

Untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut, maka pasti terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan tersebut, dapat digambarkan sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran Perusahaan

Sumber : Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid satu, cetakan kedua, jakarta : indeks, 2007, Hal.33

Kemampuan strategi pemasaran suatu perusahaan untuk menanggapi setiap perubahan kondisi pasar dan faktor biaya tergantung pada analisis terhadap faktor-faktor berikut :

  1. Faktor lingkungan.

Analisis terhadap faktor lingkungan seperti pertumbuhan populasi dan peraturan pemerintah sangat penting untuk mengetahui pengaruh yabng ditimbulkannya pada bisnis perusahaan. Selain itu faktor-faktor seperti perkembangan teknologi, tingkat inflasi, dan gaya hidup juga tidak boleh diabaikan. Hal-hal tersebut merupakan faktor lingkugan yang harus ditipertimbangkan sesuai dengan produk dan pasar perusahaan.

  1. Faktor pasar

Setiap perusahaan perlu selalu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran pasar, tingkat pertumbuhan, tahap perkembangan, trend dalam system distribusi, pola perlaku pembeli, permintaan musiman, segmen pasar yang ada saat ini atau yang dapat dikembangkan lagi, dan peluang-peluang yang belum terpernuhi.

  1. Persaingan.

Dalam kaitannya dengan persaingan, setiap peruahaan perlu memahami siapa pesaingnya, bagaimana posisi produk/pasar pesaing tersebut, apa strategi mereka, kekuatan dan kelemahan pesaing, struktur pesaing, dan kapasitas produksi para pesaing.

  1. Analisis kemampuan internal.

Setiap perusahaan perlu menilai kekuatan dan kelemahannya dibandingkan para pesaingnya. Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi, sumber daya financial, kemampuan pemanufakturan, kekuatan pemasaran, dan basis pelanggan yang dimiliki.

  1. Perilaku konsumen.

Perlu dipantau dan dianalisis karena hal ini sangat bermanfaat bagi pengembangan produk, desain produk, penetapan harga, pemilihan saluran distribusi, dan penentuan strategi promosi, analisis perilaku konsumen dapat dilakukan dengan penelitian (riset pasar), baik melalui observasi maupun metode survey.

  1. Analisis ekonomi.

Dalam analisis ekonomi, perusahaan dapat memperkirakan pengaruh setiap peluang pemasaran terhadap komitmen yang diperlukan, analisis BEP (break even point), penilaian risiko/laba, dan analisis faktor ekonomi pesaing.

  1. C. Pengertian dan Prinsip-prinsip Manajemen Jasa.

Pemahaman mengenai manajemen jasa dan prinsip-prinsip manajemen jasa sebagaimana manajemen produk sangat penting artinya dalam pengambilan keputusan, perilaku organisasi dan penyusunan strategi.

Prof. Dr. Farida Jasfar, M.E. menyatakan : “Manajemen jasa adalah pendekatan manajemen dalam bisnis jasa, di mana aplikasi dari prosedur maupun prinsip-prinsip manajemen disesuaikan dengan sifat-sifat jasa dan sifat-sifat persaingan jasa”.[8]

Prinsip-prinsip Manajemen Pemasaran Jasa, Yaitu :

  1. The Profit Equation And The Business Logic, dijelaskan mengenai cara untuk merencanakan keuntungan dengan penggunaan sumber logistik yang ada. Sesuai dengan prinsip ini, keuntungan hanya akan diperoleh apabila semua sumber daya logistik yang ada diarahkan untuk memberikan kualitas jasa sesuai dengan penilaian konsumen. Untuk itu, keputusan-keputusan efisiensi, baik efisiensi internal (penggunaan modal dan tenaga kerja) maupun efisiensi eksternal (kepuasan konsumen) harus terintegrasi dengan baik. Artinya, apabila perusahaan ingin memperbaiki keputusan-keputusan di bidang eksternal, misalnya menaikkan gaji dan kesejahtraan karyawan, keputusan ini harus sejalan dengan keputusan untuk meningkatkan kepuasan konsumen melalui pelayanan yang lebih baik.
  2. Decision Making Authority, yaitu dalam hak atau otoritas dalam pengambilan keputusan haruslah dapat didesentralisasi, yang  berarti keputusan-keputusan penting diserahkan kepada personel yang melakukan kontak langsung dengan konsumen. Hal ini sangat penting dalam manajemen jasa, karena sifat jasa yang melibatkan konsumen di dalam proses, maka yang disebut dengan moment of truth ni sangat menentukan. Apabila ksempatan ini tidak dimanfaatkan oleh personel yang terlibat langsung, maka bisa saja kesempatan ini hilang, yang akan mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap kualitas jasa yang diberikan.
  3. Organization Focus, struktur maupun pelaksana fungsi-fungsi organisasi harus ditujukan kepada pengerahan (mobilisasi) sumber-sumber daya, seperti manajemn dan staf yang bertugas di belang (back office) untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan di garis depan (fron line). Hal ini mensyaratkan suatu bentuk struktur organisasi yang lebih mendatar, yang tidak terlalu banyak memiliki birokrasi.
  4. Supervisory Focus, pada pendekatan manajemen biasa, sistem supervise lebih ditekankan kepda pengendalian mutu dengan membandingkan antara standar yang telah ditetapkan denga pelaksanaannya. Di dalam manajemen jasa, supervise ini tidak dapat dilakukan, karena sifat dan proses jasa yang sangat berbeda dengan produk serta banyak jenis jasa yang tidak dapat dibuat standarnya secara sempurna. Sistem supervise yang paling mungkin dilakukan adalah dengan mendorong personel yang langsung menangani konsumen melalui sistem penghargaan (reward system) khusus, dengan selalu menekankan kepada mereka budaya kualitas.
  5. Reward Systems, pada umumnya sistem penghargaan (reward system) dalam manajemen jasa berkaitan dengan cara melakukan supervise, seperti telah dijelaskan pada prinsip keempat. Reward system didasarkan kepada kualitas jasa yang diberikan, yang ukurannya adalah kepuasan konsumen. Apabila konsumen sangat puas, maka penghargaan (uang atau non-uang) yang didapat lebih besar daripada apabila konsumen cukup puas. Cara mengukur tingkat kepuasan konsumen ini sebagai konsumen dasar untuk memberikan penghargaan kepda karywan, dapat dilakukan : misalnya melalui survey konsumen untuk mendapatkan tanggapannya terhadap kualitas jasa yang telah di terimanya.
  6. Measurement Focus, cara mengukur atau ukuran-ukuran yang dipakai dalam melaksanakan prinsip-prinsip monitoring maupun prinsip pemberian penghargaan haruslah jelas dan selalu dikembangkan agar ukuran-ukuran ini dapat disesuaikan dengan kondisi atau waktu. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, ukuran yang tepat digunakan adalah tingkat kepuasan konsumen yang sangat berkaitan dengan bagaimana persepsi konsumen terhadap jasa yang diterima atau dikonsumsinya, ukuran-ukuran efisiensi internal merupakan alat ukur lain yang dapat dipakai untuk mengetahui bagaimana mereka melakukan tugasnya.

Menurut corey (dalam dolan, 1991), strategi pemasaran terdiri atas lima elemen yang saling berkait. Kelima elemen tersebut adalah :

  1. Pemilihan Pasar, yaitu memilih pasar yang akan dilayani. Keputusan ini didasarkan pada faktor-faktor (jain,1990).
    1. Persepsi terhadap fungsi produk danpengelompokan teknologi yang dapat di proteksi dan didominasi.
    2. Keterbatasan sumber daya internal yangmendorong perlunya pemusatan (focus) yang leibh sempti.
    3. Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada trial-and-error di dalam menanggapi peluang dan tantangan.
    4. Kemampuan khusus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar yang terproteksi.

Pemilihan pasar dimulai dengan melakukan segmentasi pasar dan kemudian memilih pasar sasaran yang paling memungkinkan untuk dilayani oleh perusahaan.

  1. Perencanaan Produk, meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk, dan desain penawaran individual pada masing-masing lini. Produk itu sendiri menawarkan manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian. Manfaat tersebut meliput produk iti sendiri, nama merek produk, ketersediaan produk, jaminan atau garansi, jasa reparasi, dan bantuan teknis yang disediakan penjual, serta hubungan personal yang mungkin terbantuk di antara pembeli dan penjual.
  2. Penetapan Harga, yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan.
  3. System Distribusi, yaitu saluran  perdagangan grosir dan eceran yang dilalui produk hinga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya.
  4. Komunikasi Pemasaran (promosi), yang meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public relations.
  5. D. Strategi Bauran Pemasaran

Pada tahap ini, seorang manajer mulai memaparkan secara garis besar strategi pemasaran yang akan digunakannya sepanjang periode yang akan datang. Sebelumnya, mari kita rumuskan dulu apa yang sebenarnya dimaksudkan dengan strategi bauran pemasaran yaitu : pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan terlebih dulu, didalamnya tercantum keputusan-keputusan pokok mengenai terget pasar, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaran yang diperlukan.

Dalam mengembangkan strategi pemasaran yang akan dipilihnya, seorang manajer menghadapi sejumlah besar pilihan. Setiap sasaran dapat saja dicapai melalui berbagai cara. Misalnya saja sasaran dapat meningkatkan hasil penjulan sebesar 10% dapat diraih dengan menaikkan harga jual seluruh unit, meningkatkan volume seluruh penjulan dan/atau menjual volume yang lebih banyak dengan harga jual yang lebih tinggi, kemudian masing-masing sasaran inipun dapat dicapai dengan berbagai jalan lagi. Seluruh volume penjulan dapat ditingkatkan dengan mempercepat tingkat pertumbuhan pasar dan/atau bagian pasar. Dengan setiap kali menelusuri masing-masing sasaran, manajer akan mampu mengidentifikasi pilihan strategi dasar bagi produknya.

Pada gilirannya pertumbuhan pasar yang lebih pesat bisa dihasilkan dengan ditemukannya pilihan strategi dasar dari berbagai alternatif tadi, sebaiknya disusun satu formula strategi dengan mengambil produk Jasa kurir, pergudangan, pengangkutan dan pengepakan. Maka manajer produk tadi dapat membantu suatu pernyataan mengenai strategi dasar sebagai berikut :

Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atas keandalan produk ini, perusahaan akan melancarkan kampanye periklanan yang gencar. Disamping itu perusahaan akan menjadwalkan suatu program promosi agar bisa menarik perhatian konsumen untuk menggunakan jasa tersebut dan juga pendistribusi dengan cara memperluas daerah pangsa pasar.

Dalam mengembangkan strategi apapun tentu saja seorang manajer produk harus membahasnya dengn pihak-pihak yang banyak mengetahui kerjasamanya sangat berarti dalam menemukan sukses atau gagalnya strategi bauran pemasaran tersebut.

Menurut Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani : Bauran Pemasaran Jasa (marketing mix) merupakan alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur suatu program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan positioning yang ditetapkan dapat berjalan sukses”.[9] Bauran pemasaran pada produk barang yang kita kenal selama ini berbeda dengan bauran pemasaran untuk produk jasa, Hal ini terkait dengan perbedaan karakteristik jasa dan barang yang bersifat berwujud dan tidak berwujud.

Tugas pemasar adalah merencanakan kegiatan pemasaran dan merakit program pemasaran yang sepenuhnya terpadu untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai bagi konsumen. Program pemasaran terdiri dari sejumlah keputusan tentang kegitan pemasaran yang meningkatkan nilai untuk digunakan. Kegiatan-kegiatan pemasaran tampil dalam semua bentuk. Satu lukisan tradisional tentang kegiatan pemasaran adalah dari segi bauran pemasaran.

Menurut McCarthy : “Bauran Pemasaran adalah sebagai perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan pemasarannya”.[10]

  1. 1. STRATEGI PRODUK.

Bahwa produk berpendapat bahwa para konsumen akan menunjukkan produk-produk yang memberikan kualitas, penampilan dan ciri-ciri yang terbaik. Manajemen dalam organisasi yang berorientasi pada produk demikian memusatkan energi mereka untuk membuat produk yang baik dan terus-menerus meningkatkan mutu produk tersebut.

Para manajer ini berasumsi bahwa para pembeli mengagumi produk yang dibuat dengan baik, bahwa pembeli dapat menghargai kualitas produk-produk dan pelayanannya serta bersedia membayar produk yang tergolong istimewa itu dengan harga yang lebih mahal. Banyak diantara manajer ini yang terpukau pada produk mereka saja, dan mereka tidak lagi memahami bahwa mungkin minatnya beralih ke orang lain.

Variabel ini mempunyai kedudukan atau peranan dari keseluruhan elemen bauran pemasaran (marketing mix) karena merupakan aspek yang pertama sekali diperhatikan oleh konsumen sebelum sampai pada variabel-variabel lainya.

Proses perencanaan strategi produk meliputi beberapa langkah, yaitu :

  1. Analisis situasi.

Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal dan lingkungan eskternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki, seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan tersebut.

  1. Penentuan tujuan produk.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atau mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.

  1. Penentuan sasaran pasar/produk.

Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan ataupun melakukan segmentasi. Dengan demikian, alternatif yang dapat dipilih adalah produk standar, customized product, maupun produk standar dengan modifikasi.

 

  1. Penentuan anggaran.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah penyusunan anggaran. Anggaran ini bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi, sekaligus pengendalian.

  1. Penetapan Strategi Poduk.

Dalama tahap ini, alternatif-alternatif strategi poduk dianalisis dan dinilai keunggulan dan kelamahannya, kemudian dipilih yang paling baik dan layak untuk kemudian diterapkan. Strategi produk yang dapat dipilih akan di bahas pada bagian tersendiri.

  1. Evaluasi pelaksanaan strategi.

Aktivitas yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan rencana yang telah disusun.

Menurut Philip Khotler : “Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan”.[11] Produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat, properti, organisasi, dan gagasan. Secara umum produk dapat diartikan sebagai sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelian dan penggunaan atau konsumsi yang dapat digunakan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan.

  1. STRATEGI HARGA

Strategi penentuan harga dapat dianalogikan seperti tumpuan berkakai tiga di mana tiga buah kaki mendasari adalah biaya, kompetisi, dan nilai. Biaya yang akan ditutupi menjadi lantai dari tumpuan berkaki tiga tersebut terhadap harga yang akan dikenakan terhadap suatu produk jasa tertentu; sementara nilai dari produk jasa tersebut menjadi atap, dimana harga yang dikenakan pesaing untuk produk jasa pengganti atau sejenis terletak antara atap dan lantai dari tumpuan berkaki tiga.

Perusahaan yang mencari keuntungan harus dapat menutup semua biaya  dalam memproduksi jasa tersebut dan pemasaran jasa tersebut kemudian menambahkan margin agar mendapatkan keuntungan yang memuaskan.

Harga juga memainkan peranan yang penting dalam mengomunikasikan kualitas dari jasa tersebut. Dengan ketiadaan petunjuk-petunjuk yang bersifat nyata, konsumen mengasosiasikan harga yang tinggi dengan tingkat kinerja suatu produk jasa yang tinggi pula. Harga bisa diungkapkan dengan berbagai istilah, misalnya iuran, tarif, sewa, bunga, premium, komisi, upa, gaji, honorarium, SPP, dan sebagainya. Dari sudut pandangan pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa.

Strategi Dan Taktik Penentuan Harga

Ada beberapa strategi dan taktik dalam penentuan harga jasa. Morris mejelaskan jenis-jenis strategi penentuan harga sebagai berikut :

  1. Strategi berdasarkan biaya.
    1. Penentuan harga markup (Markup Pricing) atau biaya plus (Cost-plus-pricing).
    2. Penentuan harga berdasarkan sasaran pengembalian (Target Return Pricing).
    3. Strategi berdasarkan pasar.
      1. Penentuan harga dasar (Floor Pricing).
      2. Penentuan harga penetrasi (Penetration Pricing)
      3. Penentuan harga paritas (Parity Pricing [Going Rate])
      4. Penentuan harga premium (Premium Pricing [Skimming]).
      5. Price leadership pricing.
      6. Stay out pricing
      7. Bundle pricing
      8. Penentuan harga berdasarkan nilai [diferensial] (Value-based Pricing [Differentials]).
      9. Penentuan harga manfaat-kotor (Gross-benefit Pricing).

Taktik penentuan harga.

`Terdapat berbagai macam taktik yang bisa digunakan oleh berbagai perusahaan jasa untuk menetapkan harga layanan jasa kepada konsumen. Adapun berbagai taktik tersebut adalah:

  1. Penentuan harga biaya-plus (Cos-plus Pricing).

Penentuan harga dilakukan dengan menaikkan (markup) harga sekian persen dari total biayanya.

  1. Penentuan harga berdasarkan tingkat pengembalian (rate of return pricing).

Penentuan harga ditentukan untuk mencapai tingkat pengembalian atas investasi (return of investment-ROI) atau pengembalian atas aktiva (Return of Assets-ROA) yang ditargetkan. Penentuan harga ini disebut juga penentuan harga berdasarkan sasaran pengembalian.

  1. Penentuan harga paritas persaingan (competitive parity pricing).

Penentuan harga ditentukan berdasarkan harga yang ditentukan oleh pemimpin pasar. Hamper sama dengan taktik ini adalah parity pricing (Going Rate), yaitu penentuan harga dibut sama dengan harga rata-rata yang ditetapakan oleh pasar.

 

 

  1. Penentuan harga rugi (Loss Leading Pricing).

Penentuan harga awal ditentukan pada harga yang rendah-bahkan kadang merugi-dengan tujuan jangka pendek, yaitu mendapat posisi di pasar atau meningkatkan pangsa pasar. Hamper sama dengan taktik ini adalah stay out pricing, yaitu penentuan harga yang rendah (di bahwa BEP) dengan tujuan untuk menurunkan tingkat masuknya pesaing baru ke dalam pasar.

  1. Penentuan harga berdarkan nilai (Value-based Pricing).

Penentuan harga ditentukan atas dasar nilai jasa yang dipersepsikan oleh segmen konsumen tertentu. Penentuan harga ini disebut pendekatan pasar (market-driven approach), di mana tindakan dilakukan untuk memperkuat positioning jasa dan manfaat yang diterima konsumen dari jasa tersebut.

  1. Penentuan harga relasional (Relationalship Pricing).

Penentuan harga didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan atas seluruh jasa yang disediakan untuk konsumen dan atas potensi keuntungan di masa depan dalam jangka waktu tertentu, seringkali dalam seluruh hidup konsumen. Relatinalship pricing merupakan pendekatan pasar terorientasi (Market-oriented Approach) dari penentuan harga berdasarkan nilai (Value-based Pricing). Penentuan harga berdasarkan nilai bertujuan untuk membantu memosisikan jasa dan menampilkan fakta dimana para konsumen mau membayar lebih untuk manfaat yang dirasakan oleh produk utama dan produk sampingan. Sebuah pendekatan yang biasanya digunakan perusahaan untuk meningkatkan produk sampingan . sebuah pendekatan yang biasanya digunakan perusahaan untuk meningkatkan produk sampingan dan mencapai peningkatan harga adalah dengan jaminan jasa yang tidak bersyarat.

 

  1. Penentuan harga fleksibel (Flexible Pricing).

Penentuan harga ini bersifat fexible, dipengaruhi oleh faktor bisnis jasa yang digeluti.

Contoh : Jasa layanan hotel akan menetapkan harga yang berbeda pada musim yang berbeda.

  1. Penentuan harga dengan diskon (Discount Pricing).

Penentuan harga di bahwa harga standar. Oleh karena itu, dalam perusahaan jasa memerlukan adanya jasa perantara, agen, ataupun broker dimana mereka layak mendapatkan komisi.

  1. Penentuan harga dengan mengalihkan (Diversionary Pricing).

Penentuan harga dengan adanaya pembedaan teknik dasar yaitu menetapkan harga yang murah pada jasa inti, sementara jasa lain yang bersamaan dengan konsumsi jasa tersebut dibuat standar atau lebih tinggi. Hampir sama dengan taktik ini adalah gross-benefit pricing, dimana harga ditentukan dibawah biaya total satu produk dalam lini produk, tetapi relatif tinggi untuk produk lain yang berfungsi sebagai barang komplemen/pelengkap langsung dalam lini tersebut.

  1. Penentuan harga dengan jaminan (Guarantee Pricing).

Penentuan harga dimana penyedia jasa memberikan jaminan atas produknya namun dengan harga yang relative lebih mahal.

  1. Penentuan harga dengan mempertahankan Harga yang Tinggi (High Price Maintenace pricing).

Penentuan harga di mana penyedia jasa berani untuk member harga yang tinggi, karena jika turun, maka reputasi akan tururn.

 

 

  1. Penentuan harga saat ramai (Peka Load Pricing).

Penentuan harga di mana penyedia jasa menetapkan harga jasa yang lebih mahal pada saat peak (masa ramai) karena biaya yang lebih tinggi yang harus ditanggung produsen ketika masa ramai disbanding masa sepi.

  1. Penentuan harga tersembunyi (Offset Pricing).

Penentuan harga dengan adanya beberapa komponen harga yang”disembunyikan” penentuan harga yang tertera tidak seluruhnya merupakan harga akhir yang harus dibayar oleh konsumen.

  1. Diskriminasi Harga derajat Pertama (First-degree Price Discrimination).

Penentuan harga dengan menjual setiap unit dari sebuh produk jasa secara terpisah dan meng-charge harga tertinggi yang mungkin untuk setiap layanan jasa yang ditawarkan. Contoh : dengan asumsi bahwa si penyedia jasa mengenal konsumennya, amka UI akan menetapkan SPP yang mahal kepada mereka yang mampu dan memberikan keringanan bagi mereka yang kurang mampu.

  1. Diskriminasi harga derajat kedua (First-degree Price Discrimination).

Penentuan harga yang seragam pada layanan jasa diukur dalam satuan kuantitas tertentu dan harga yang leibh murah (atau lebih tinggi) lagi pada setiap tambahan satuan kuantitas dalam masa konsumsi yang sama, dan seterusnya demikian. Contoh : tarif progresif pajak, adanya pembedaan tarif dasar listrik berdasarkan satuan Kwh.

  1. Diskriminasi harga derajat ketiga (Third-degree Price Discrimination).

Penentuan harga yang berbeda pada layanan jasa yang sama dalam pasar yang berbeda hingga pendapatan marginal dari layanan jasa terakhir yang dijual di setiap pasar yang berbeda sama dengan biaya marginal dari layanan jasa tersebut. Contoh: perbedaan harga yang dikenakan oleh jasa angkutan udara, adanya tarif reguler dan tarif khusus.

  1. Tarif dua bagian (Two Part Tarif).

Penentuan harga dimana konsumen membayar biaya awal untuk hak mengonsumsi layanan jasa tersebut dan membayar pula biaya penggunaan atau harga untuk setiap layanan jasa yang mereka konsumsi. Contoh : biaya pemakaian telephon. Adanya biaya abonemen dan selanjutnya konsumen membayar pulsa untuk setiap pemakaiannya.

  1. Penentuan harga paket (Price Bundling).

Penentuan harga dimana menjual satu atau lebih produknya layanan jasa sebagai sebuah paket. Contoh : Perusahaan jasa pengiriman yang menyediakan jasa kurir, pengepakan, pengangkutan, dan pergudangan untuk barang tertentu.

  1. 3. STRATEGI DISTRIBUSI.

Strategi distribusi berkenaan dengan penentuan dan manajemen saluran distribusi yang dipergunakan oleh produsen untuk memasarkan barang dan jasanya, sehingga produk tersebut dapat sampai di tangan konsumen sasaran dalam jumlah dan jenis yang dibuthkan, pada waktu diperlukan, dna di tempat yang tepat. Secara garis besar terdapat enam macam distribusi yang dapat digunakan , yaitu :

  1. Strategi struktur saluran distribusi
  2. Strategi cakupan distribusi
  3. Strategi saluran distribusi berganda.
  4. Strategi modifikasi saluran distribusi.
  5. Strategi pengendalian saluran distribusi.
  6. Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi.

 

  1. 1. Strategi struktur saluran distribusi.

Strategi ini berkatian dengan penentuan jumlah perantara yang digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen. Alternatif yang dipilih dapat berupa distribusi langsung (direct channel) atau distribusi tidak langsung (indirect channel). Tujuan dari strategi ini adalah untuk mencapai jumlah pelanggan yang optimal pada waktu yang tepat dan dengan biaya yang rendah namun dapat meraih dan menjaga tingkat pengendalian distribusi tertentu.

Ada banyak manfaat dari distribusi langsung. Perusahaan dapat mengetahui perubahan sikap pelanggan sehingga dapat menyesuaikan bauran pemasarannya. Jika dalam menyampaikan barang itu diperlukan jasa teknis khusus, pemasar dapat mengembangkan armada penjual yang lebih baik daripada perantara. Perusahaan juga dapat memiliki tingkat pengendalian distribusi yang besar. Meskipun demikian, distribusi langsung ini biasanya membutuhkan dana dan sumber daya manusia yang besar.

  1. 2. Strategi cakupan distribusi.

Strategi ini berkaitan dengan penetuan jumlah perantara di suatu wilayah atau market exposure. Tujuan dari strategi ini adalah melayani pasar dengan biaya yang minimal namun bisa menciptakan citra produk yang diinginkan. Strategi ini ada tiga macam dan pemilihan masing-masing strategi mensyaratkan pemahaman pemasar mengenai kebiasaan pembeli pelanggan, tingkat gross margin dan turnover, kemampuan retailer dalam memberi jasa dan mejual selurh produk perusahaan serta kelas produk

  1. Distribusi selektif, yaitu produsen hanya menunjukkan satu orang perantara khusus untuk menyalurkan barangya di daerah atau wilayah tertentu, dengan syarat perantara itu tidak boleh menjual produk produsen lain.
  2. Distribusi intensif, yaitu produsen berusaha menyediakan produknya di semua retail outlet yang mungkin memasarkannya.
  3. Distribusi selektif, yaitu strategi menempatkan produk perusahaan di beberapa retail outlet saja dalam suatu daerah tertentu. Keuntungan dari strategi ini adalah mampu mendapatkan cakupan besar yang cukup luas dengan tingkat pengendalian yang besar tanpa biaya tinggi. Di samping itu, strategi ini juga memberikan laba yang cukup besar bagi produsen dan perantara itu sendiri.
  4. 3. Strategi saluran distribusi berganda.

Saluran distribusi yang berbeda mungkin dibutuhkan untuk mencapai segmen2 pelanggan yang berbeda dalam pasar yang luas. Oleh karena itu beberapa perusahaan menerapkan strategi saluran distribusi berganda (multiple channel strategy, yaitu penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segmen pelanggan.Tujuannya dalah untuk memporoleh akses yang optimal pada setiap segmen. Saluran distribusi berganda terdiri dari dua jensi, yaitu :

a)         Saluran komplementer, yaitu jika masing-masing saluran menjual produk yang tidak saling berhubungan atau melayani segmen pasar yang tidak saling berhubungan. Tujuan dari penggunaan saluran komplementer adalah untuk mencapai segmen pasar yang tidak dapa dicapai oleh saluran distribusi perusahaan yang ada sekarang.

b)        Saluran kompetitif, yaitu jika produk yang sama dijual melalui dua saluran yang berbeda tapi bersaing satu sama lain. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan penjualan. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa jika para distributor harus saling bersaing, baik dalam menjual produk perusahaan maupun produk perusahaan lainnya, maka masing-masing distributor akan bekerja dan berusaha secara gigih.

 

 

 

  1. 4. Strategi modifikasi saluran distribusi.

Strategi modifikasi saluran distribusi (channel modification strategy) adalah strategi mengubah susunan saluran distribusi yang ada berdasarkan evaluasi dan peninjauan ulang.

1)      Evaluasi saluran

Pada saluran ini harus menggunakan kriteria-kriteria yang tepat, yaitu :

  1. Biaya distribusi. Dalam hal ini informasi yang dibutuhkan adalah klasifikasi biaya utama serta sub-biaya utama, misalnya biaya persediaan, biaya pemrosesan pesanan, biaya transportasi, biaya pengepakan, biaya pergudangan, dan lain-lain.
  2. Cakupan pasar (penetrasi), yaitu memprediksi perubahan penjualan jika penetrasi baru benar-benar dilakukan.
  3. Layanan pelanggan (customer services), yaitu mengidentifikasi jasa pelayanan yang dinginkan pelanggan dan kemudian memilih saluran distribusi dengan cara mencocokkan kesanggupan dan kesediaan setiap alternatif saluran untuk memberi jasa yang dimaksud.
  4. Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran. Pengendalian berata mengambil tindakan atau langkah-langkah yang dapat mengurangi gap antara hasil yang diharapkan dengan hasil aktual.

2)      Modifikasi saluran.

Perubahan dapat dilakukan dengan menambah atau mengurangi anggota di dalam saluran, menambah atau mengurangi saluran pasar khusu, atau mendirikan saluran yang baru untuk menjual barng diseluruh pasar. Setiap perubahan yang dilakukan harus sesuai dengan strategi pemasaran keseluruhan, dalam arti pengaruh perubahan tersebut terhadap unsur-unsur bauran pemasaran lainnya.

  1. 5. Strategi pengendalian saluran distribusi.

Saluran pemasaran konvensional biasanya terdiri dari produsen, pedagang grosir, dan pengecer bebas, yang masing-masing berupaya memaksimalkan labanya masing-masing. Tidak satu pun anggota saluran itu dapat mengendalikan anggota yang lain. Bagi kebanyakan perusahaan, pengendalian terhadap anggota saluran lainnya merupakan faktor yang penting karena dapat menimbulkan skala ekonomis usaha, pembelian barang menjadi murah, dapat menerapkan iklan bersama, dan mampu memperkerjakan ahli pemasaran.

  1. 6. Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi.

Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan adanya kerja sama antarsaluran meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi gontok-gontoka. Konflik dapat bersifat horizontal dan vertikal. Konflik juga dapat timbul antara saluran yang satu dengan saluran yang lain yang menjual produk sama dan kepasar yang sama. Oleh karena hal tersebut suatu perusahaan dapat menerapkan salah satu strategi atau beberapa strategi berikut :

  1. Bargaining strategy, yaitu salah satu anggota saluran berinisiatif sendiri dalam proses tawar-menawar di mana ia bersedia mengalah, dengan harapan pihak lain juga berbuat serupa.
  2. Boundary strategy, yaitu menangani konflik dengan diplomasi, di mana kedua belah pihak mengirim wakil-wakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang terjadi.
  3. Interpenetration strategy, yaitu pemecahan konflik dengan interaksi informal yang sering dengan melibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan masing-masing.
  4. Superorganization strategy, yaitu menggunakan pihak ketiga yang netral tnuk menangani konflik.
  5. Superordinate goal strategy, yaitu para anggota saluran yang berkonflik menetapkan tujuan bersama.
  6. Exchange of person stategy, yaitu masing-masing pihak yang berkonflik saling bertukar personil.
  7. Cooptation, yaitu menggunakan pimpinan organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasihat atau dewan direktur untuk didengarkan pendapatnya dalam mengatasi konflik.

Tujuan utama dari seluruh strategi di atas adalah untuk menghasilakn solusi yang dapat diterima semua pihak yang berselisih sehingga akhirnya mereka mau bersama-sama melaksanakan apa yang telah disepakati.

  1. 4. STRATEGI POMOSI.

Strategi promosi berkaitan dengan masalah-masalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian komunikasi persuasif dengan pelanggan. Strategi promosi ini biasanya untuk menentukan proporsi personal selling, iklan, dan promosi penjulan.

Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak  pernah membelinya. Pentingya promosi dapat digambarkan lewat perumpaan bahwa pemasaran tanpa promosi dapat diibaratkan seorang pria berkaca mata hitam yang dari tempat gelap pada malam kelam mengedipkan matanya pada seorang gadis cantik di kejauhan. Tak seorang pun yang tahu apa yang dilakukan pria tersebut, selain dirinya sendiri.

  1. Bauran promosi

Meskipun secara umum bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang sama, tetapi bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas khususnya, yaitu :

  1. Personal selling

Adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. Dimana penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasasi seni menjual, seperti cara mendekati pelanggan, memberikan peresentasi dan demonstrasi, mengatasi penolakan pelanggan, dan mendorong pembeli, mempunya kemampuan bernegosiasi tentang syarat-syarat penjualan, dan harus tau cara membina dan memelihara hubungan baik dengan para pelanggan.

  1. Mass selling, terdiri atas periklanan dan publisitas.

Merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan alternatif yang lebih murah untuk menyampaikan informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas, terdiri dari iklan dan publisitas.

  1. Iklan.

Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Paling tidak ini dapat dilihat dari besarnya anggaran belanja iklan yang dikeluarkan setiap perusahaana untuk merek-merek yang dihasilkanya.

Tabel 1.1 10 Pengiklan Terbesar Di Indonesia 2010 (Dalam Milyar Rupiah)

IKLAN ANGGARAN IKLAN
Calon presiden dan wakil presiden 308
Axis 292
Partai golkar 273
Excelcomindo 261
Three 243
Indosat 234
Telkomsel 218
Agua 211
Mobile 8 177
Shampoo Clear 177

Sumber: http://teknologi.vivanews.com/news/read/1030466_dari_10_pengiklan_terbesar_operator_telco, 17desember 2010.

  1. Publisitas.

Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, yang aman orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar ntuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan. Dibandingkan dengan iklan, publisitas mempunyai keredibilitas yang lebih baik, karena pembenaran (baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan. Di samping itu karena pesan publisitas dimasukkan dalam berita atau artikel koran, tabloid, majalah, radio, dan televisi, maka khalayak tidak memandangnya sebagai komunikasi promosi.

  1. Promosi penjualan.

Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan diharapkan perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong peanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan pembelian tanpan rencana sebelumnya, atau mengupayakan kerja sama yang lebih erat dengan pengecer.

Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.

  1. Costomer promotio, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang/mendorong pelanggan untuk membeli.
  2. Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendorong/merangsang pedagang grosir, pengecer, ekportir, dan importir untuk memperdagangkan barang/jasa dari sponsor.
  3. Sales-force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjual.
  4. Business promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memperoleh pelanggan baru, mempertahankan kontak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama, dan mendidik pelanggan.
  5. Public relations (hubungan masyarakat).

Public relations merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut. Yang dimaksud dengan kelompok-kelompok itu adalah mereka ang terlibat, mempunyai kepentingan, dan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan.

  1. Direct marketing.

Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi. Dalam direct marketing, komunikasi promosi ditunjukan langsung kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi konsumen yang bersangkutan, baik melalui telephon, pos atau dengan datang langsung ke tempat pemasar.

Secara garis besar, strategi pemasaran jasa yang pokok berkaitan dengan tiga hal berikut :

  1. 1. Melakukan Diferensiasi Kompetitif.

Perusahaan jasa perlu melakukan diferensiasi melalui inovasi yang bersifat pre-emptive dalam jangka panjang. Pre-empetive di sini maksudnya adalah implementasi suatu strategi yang baru bagi suatu bisnis tertentu, karena merupakan yang pertama maka dapat menghasilkan keterampilan atau aset yang dapat merintangi, mencegah atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya.

Perusahaan jasa dapat mendiferensiasikan dirinya melalui citra di mata pelanggan, misalnya melalui simbol-simbol dan merek yang digunakan. Selain itu perusahaan dapat melakukan diferensiasi kompetitif dalam penyampaian jasa (servis delivery) melakui 3 aspek yang juga dikenal dengan 3P dalam pemasaran jasa, yaitu melalui :

  1. Orang (People).

Perusahaan jasa dapat membedakan dirinya dengan cara merekrut dan melatih karyawan yang lebih mampu dan lebih dapat diandalkan dalam berhubungan dengan pelanggan, daripada karyawan pesaingnya.

  1. Lingkungan fisik (Physical Environmet).

Perusahaan jasa dapat mengembangkan lingkungan fisik yang lebih atraktif.

  1. Proses (Process).

Perusahaan jasa dapat merancang proses penyampaian jasa yang superior, misalnya Home banking yang dibentuk oleh bank tertentu.

 

 

  1. 2. Mengelola Kualitas Jasa.

Cara lain untuk melakukan diferensiasi adalah secara konsisten memberikan kualitas jasa yang lebih baik daripada para pesaing. Hal ini dapat tercapai dengan memenuhi atau bahkan melampaui kualitas jasa yang diharapkan oleh para pelanggan. Kualitas jasa sendiri dipengaruhi oleh dua variabel, yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expected service). Bila jasa yang dirasakan lebih kecil daripada yang diharapkan, maka para pelanggan menjadi tidak tertarik lagi pada penyedia jasa yang bersangkutan. Sedangkan bila yang terjadi adalah sebaliknya (perceived > expected), maka ada kemungkinan para pelanggan akan menggunakan penyedia jasa itu lagi.

  1. 3. Mengelola produktifitas

Ada enam pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktifitas jasa, yaitu :

  1. Penyedia jasa bekerja lebih keras atau dengan lebih cekatan daripada biasanya.
  2. Meningkatkan kuantitas jasa dengan mengurangi sebagian kualitasnya.
  3. Mengindustrialisasikan jasa tersebut dengan menambah perlengkapan dan melakukan standardisasi produksi.
  4. Mengurangi atau menggantikan kebutuhan terhadap suatu jasa tertentu dengan jalan menemukan suatu solusi berupa produk, seperti halnya TV menggantikan hiburan luar rumah, pakaian wash-and-wear mengurangi kebutuhan akan commercial laundries.
  5. Merancang jasa yang lebih efektif.
  6. Memberikan insentif kepada para pelanggan untuk melakukan sebagian tugas perusahaan.

 

 

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

PT. CAKRA LINTAS BUANA MEDAN

  1. A. Sejarah Ringkas Organisasi Perusahaan
  2. 1. Sejarah Ringkas Perusahaan

PENDAHULUAN

Melihat semakin sempitnya kesempatan lowongan pekerjaan dan diawali dengan pekerjaan iseng pada tahun 1998 Bapak Marihot Hutape  melihat rekannya yang sedang melakukan usaha penjualan parcel yang pada saat itu menjamur di hari-hari menjelang perayaan hari besar. Melihat usaha tersebut sangat diminati orang pada saat itu  dan juga sangat berpeluang, maka Bapak Marihot mencoba untuk menawarkan diri kepada temannya untuk membantu mengantar parcel tersebut ke tempat tujuan dengan kompensasi biaya pengantaran dengan tariff per alamat.

Setelah menjalani pekerjaan tersebut Bapak Marihot melihat pekerjaan tersebut tidak dapat berkesinambungan karena pesanan parcel akan ramai menjelang perayaan hari besar dan akan sepi setelah selesai perayaan hari besar tersebut, tetapi Bapak Marihot Hutapea melihat adanya peluang usaha dan pekerjaan pada sektor jasa pelayanan pengantaran paket – paket tersebut dengan mengembangkannya pada sektor pelayanan jasa pengantaran surat – surat dengan jangakauan khusus dalam kota. Maka Pak Marihot mencoba menghubungi teman dan juga keluarga yang pada saat itu memiliki usaha percetakan agar dapat membantu untuk mengantarkan brosur promosi dan juga penawaran kerjasama perusahaan mereka kepada perusahaan lain dengan sasaran usaha restaurant  untuk mencetak promosi kemasan nasi kotak dengan logo restaurant mereka dan juga perkantoran untuk percetakan kop surat dan ATK perusahaan tersebut dan lain – lain yang berhubungan dengan percetakan. Penawaran dan saran Pak Marihot tersebut sangat disambut positif, dan kemudian  bertugas untuk menyebarkan surat-surat penawaran dari percetakan tersebut ke perusahaan – perusahaan dan juga restaurant yang ada didalam kota. Beberapa waktu kemudian ternyata penawaran dan promosi percetakan tersebut berhasil menerima banyak pesanan pencetakan ATK dan bosur dari perkantoran maupun restaurant dan hal ini sangat menguntungkan bagi usaha percetakan dan tentunya juga bagi Pak Marihot. Melihat peluang kerjasama yang saling menguntungkan tersebut, kemudian didirikanlah  usaha kecil yaitu jasa CITY COURIER atau lebih tepatnya jasa pengantaran surat – surat dan paket didalam kota yang diberi nama Cakra Pusaka Express. Seiring dengan waktu dan juga sambutan positif terhadap usaha tersebut, akhirnya Cakra Pusaka Express menerima penawaran kerjasama dari beberapa perusahaan Telekomunikasi dan juga Perbankan untuk mengantarkan surat atau document penting dan juga penawaran – penawaran kerjasama antar perusahaan didalam kota. Setelah semakin dikenalnya jasa City Courier kemudian pada tahun 2000 Cakra Pusaka Express mencoba untuk mengembangkan usaha dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan titipan kilat yang berada diluar dari kota medan, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Kemudian Cakra Pusaka Express dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan titipan kilat yang berada di Jakarta dan menjadi agen perwakilan untuk pendistribusian seluruh barang – barang dari Jakarta di Medan.

Hingga pada tahun 2005 Cakra Pusaka Express semakin berkembang dan menjadi perusahaan tunggal yang berdiri sendiri dan berganti nama menjadi PT.Cakra Lintas Buana dan bekerjasama dengan beberapa perusahaan expedisi dan titipan kilat di seluruh Indonesia untuk pelayanan Jasa Kurir, Packaging, Warehousing dan Trucking untuk tujuan Domestic, dan juga pelayanan jasa export dan import handling. Dan hal ini tentunya didukung dengan penambahan tenaga kerja yang handal dan professional dan juga armada pengangkutan seperti sepeda motor dan juga mobil pickup dan mobil box serta didukung oleh fasilitas telekomunikasi internet dan program komputerisasi untuk kelancaran dan ketepatan waktu proses pendistribusian paket dan barang – barang pelanggan baik perorangan maupun instansi.

Saat ini PT.Cakra Lintas Buana juga terus berusaha memberikan inovasi pelayanan jasa kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan mitra usaha khususnya instansi swasta dan instansi pemerintah

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT.CAKRA LINTAS BUANA

Pada Tahun 1998 Bapak Marihot Hutapea sebagai Direktur Utama mendirikan sebuah perusahaan Jasa di Jl. Tanah Lapang Kecil No.13 Medan yang bernama CAKRA PUSAKA EXPRESS yang bergerak dibidang Jasa City Courier yaitu pelayanan jasa pengantaran dokumen atau surat – surat dengan tujuan didalam wilayah kota medan, yang secara bertahap dan sesuai dengan perkembangan usaha maka pada tahun 2005 berganti nama menjadi PT.Cakra Lintas Buana dengan pengembangan jasa pelayanan untuk wilayah didalam kota medan maupun diluar kota medan atau diseluruh kota di Indonesia dan juga mencakup wilayah mancanegara.

PT.Cakra Lintas Buana berjalan dari tahun ke tahun dengan pengembangan usaha dan jaringan yang sangat baik dan mampu memberikan berbagai pelayanan jasa sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan hal ini tentunya didukung oleh pengembangan management, fasilitas pengangkutan mobil box dan pickup, sepeda motor untuk proses pengantaran barang – barang ataupun paket juga surat – surat penting dan mitra usaha di kota – kota lain yang sangat professional. Dan  sesuai dengan pengembangan usaha dan juga kebutuhan pelanggan maka  pada tahun 2007 PT.Cakra Lintas Buana mendirikan beberapa kantor cabang di wilayah medan – pinang baris, medan – tuntungan dan juga medan – Helvetia. Hal ini tentunya untuk memenuhi kritik dan saran pelanggan yang berada di kota medan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa pengiriman paket dan barang – barang yang berada lebih jauh dari lokasi kantor PT.Cakra Lintas Buana.

Kemudian PT.Cakra Lintas Buana juga meningkatkan pelayanannya dibidang jasa dengan pengembangan pelayanan :

-      City Courier

-      Domestik Courier

-      International Courier

-      Export dan Import Handling

-      Land Transportasi

-      Packaging

-      Warehousing

 

Diharapkan dengan pengembangan pelayanan ini PT.Cakra Lintas Buana dapat memenuhi permintaan pelanggan untuk pelayanan disektor jasa secara global. Dan peningkatan pelayanan jasa ini tentunya didukung kerjasama dengan instansi – instansi swasta maupun pemerintahan seperti pihak pelayaran, pihak airlines (perusahaan penerbangan), dan pihak sarana transportasi trucking. Dengan menjalin kerjasama di sektor transportasi laut, udara, dan darat diharapkan PT.Cakra Lintas Buana dapat menjangkau banyak daerah dan juga wilayah untuk tujuan pengiriman barang – barang para pelanggan.

Untuk mendukung teknis operasional yang handal dan professional maka PT.Cakra Lintas Buana juga memanfaatkan kemajuan tehnologi saat ini dengan system komputerisasi yang terprogram secara online dengan mitra usaha yang berada di kota lain dengan menggunakan fasilitas telepon maupun internet untuk memonitoring perjalanan pengiriman barang maupun paket dan dokumen yang dapat di monitor langsung dengan tracing system yaitu dengan memasukkan data pengiriman barang maupun paket pelanggan dengan kode Air Way Bill atau Surat Jalan maka pelanggan dapat memonitor secara langsung status keberadaan barang atau paket kiriman pelanggan tersebut.

Saat ini PT.Cakra Lintas Buana telah melayani berbagai perusahaan, baik seperti : perbankan untuk pendistribusian dokumen maupun rekening koran didalam kota maupun antar propinsi, perusahaan leasing untuk pelayanan dokumen nasabah, juga instansi telekomunikasi untuk pendistribusian dokumen kerjasama dan promosi perusahaan.

PT.Cakra Lintas Buana juga telah melayani perusahaan garment industri berskala besar untuk tujuan antar kota dan antar propinsi, juga melayani perusahaan farmasi.

Sebagai perusahaan penyedia Jasa “Curier service, Packaging, Warehousing, Trucking”  PT. Cakra Lintas Buana telah terdaftar dan mendapat sertifikat dalam kegiatan pelayanan jasa dari dinas perindustrian kota medan dan berbagai sertifikat/ijin dari lembaga pemerintahan.

  1. 2. Stuktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan suatu bentuk yang menunjukkan aspek-aspek pokok dan hubungan antar bagian, serta saluran pengawasarn yang menduduki masing-masing jabatan. Struktur organisasi menggambarkan pembagian yang penting serta garis otoritas formil. Kesemuanya ini adalah tanggungjawab pimpinan perusahaan untuk mengkoordinir perusahaan dan bekerja lebih efektif dan efisien.

Struktur organisasi dapat dipandang sebagai suatu kerangka yang menyeluruh, yang menghubungkan berbagai fungsi dari badan usaha dan menunjukkan hubungan yang tetap antara para karyawan yang melaksanakan berbagai fungksi tersebut. Stuktur organisasi dapat dilihat pada gambar berikut ini :

 

 

 

STRUKTUR ORGANISASI PT. CAKRA LINTAS BUANA MEDAN

DIREKTUR

GENERAL UMUM

Coordinator Internasional

courier

Coordinator

Domestik Courier

Coordinator City Courier

Coordinator Accounting

Coordinator

Cargo

Administration

Staf Handling Cargo Batavia

Courier sektor

Binjai

Courier Out Bond

Courier In Bond

 

 

 

 

 

Staf Handling Cargo Garuda

Accounting

Staf Operasional Import

Staf Opersional Export

Staf Air Freight

Staf Operasional Import

Staf Opersional Export

Staf Sea Freigh

Kurir Sepeda Motor

-   Kurir sektor binjai

-   Kurir sektor belawan

-   Kurir sektor Tanj.morawa.

-   Kurir sektor Jl.Jamin ginting

-   Kurir sektor dalam kota

Kasir

Staf Handling Cargo Lion Air

Staf Handling Cargo Air Asia

Staf Handling Cargo Sriwijaya

Kurir Mobil

-   Kurir sektor binjai

-   Kurir sektor belawan

-   Kurir sektor Tanj.morawa.

-   Kurir sektor Jl.Jamin ginting

-   Kurir sektor dalam kota

Courier sektor

Jl. Jamin ginting

Courier sektor

Tanj. Morawa

Courier sektor

Dalam Kota

Courier sektor

Belawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

Sumber : PT. Cakra Lintas Buana

 

  1. B. Strategi Pemasaran Yang Diterapkan PT. Cakra Lintas Buana Medan.
  2. 1. Kebijakan Produk

Untuk jenis pelayanan yang diberikan juga berbeda, seperti :

-      Reguler Service (pelayanan dengan tarif yang ekonomis)

-      Express Service (pelayanan cepat dan tepat waktu)

-      Door to Door Service (dengan pelayanan penjemputan dokumen, paket, dan barang dengan pengantaran langsung ke tujuan)

-      Door to Port Service (dengan pelayanan penjemputan paket dan barang dan pengiriman sampai ke pelabuhan laut, pelabuhan udara, ataupun terminal pengangkutan darat dengan tarif lebih ekonomis).

-      Port to Port Service (dengan pelayanan yang lebih ekonomis dan tidak dibebankan biaya penjemputan dan pengantaran, dan hanya dengan biaya pengangkutan lintas kota, atau lintas negara).

Pelayanan – pelayanan ini tentunya guna memberikan pelayanan yang berfariasi kepada perorangan, instansi swasta, perusahaan perdagangan maupun tingkat perusahaan industri berskala besar.

  1. 1. Pelayanan City Courier (Pengiriman di Dalam Kota)

Yang dimaksud dengan City Courier adalah pengiriman dokumen atau surat – surat hanya untuk wilayah didalam kota medan. Program kerja city courier ini diharapkan dapat berkembang dengan menjalin kerjasama dan memberikan pelayanan pendistribusian surat – surat dan dokument untuk perusahaan perbankan yaitu untuk pendistribusian rekening koran maupun surat – surat lainnya yang berada d wilayah kota medan khususnya.

Sasaran lainnya adalah perusahaan telekomunikasi untuk pendistribusian surat pemberitahuan atau surat – surat lainnya, juga perusahaan – perusahaan lain yang membutuhkan jasa pendistribusian dokumen didalam kota dengan pelayanan regular service.

Untuk mendukung program kerja city courier maka PT.Cakra Lintas Buana telah melengkapi staf courier yang professional dan sangat memahami setiap daerah dan jalanan diwilayah kota medan dengan armada sepeda motor yang siap mengantarkan seluruh surat – surat dalam jumlah yang banyak.

  1. 2. Pelayanan Domestik Courier (Pengiriman di Dalam Kota dan Antar Propinsi)

Yang dimaksud dengan Domestik Courier adalah pengiriman dokumen, paket maupun barang baik dalam jumlah sedikit maupun dalam jumlah yang banyak untuk tujuan antar kota maupun antar propinsi, seperti dari medan dengan tujuan Binjai, lhokseumawe hingga Banda Aceh, juga dari Medan tujuan Kisaran, Sibolga dan lainnya dipulau sumatera dan hingga Palembang. Juga dari Medan tujuan Jakarta Bandung, Semarang, Surabaya hingga seluruh pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian dan seluruh Indonesia.

Sarana pendukung yang telah disiapkan oleh PT.Cakra Lintas Buana adalah dengan menggunakan kerjasama yang baik dengan pihak penyedia sarana transportasi udara, laut, dan darat yang juga terbagi menjadi transportasi pengangkutan trucking dan kereta api, bahkan taksi antar kota. Untuk melengkapi pelayanannya PT.Cakra Lintas Buana juga memberikan fasilitas armada pendukung yaitu sepeda motor untuk penjemputan pengiriman paket dan juga mobil box dan pickup untuk sarana penjemputan pengiriman barang yang akan dikirimkan.

Sasaran pengiriman Domestic Courier ini adalah perusahaan – perusahaan farmasi dan obat – obatan, perusahaan garmen industri, perusahaan electronic, perusahaan alat – alat kesehatan, perusahaan otomotif dan perusahaan perdagangan umum lainnya yang memasarkan produksinya keluar wilayah kota medan. Untuk perusahaan yang telah menjalin kontrak kerjasama dengan PT.Cakra Lintas Buana maka diberikan kemudahan dengan fasilitas biaya pengiriman yang ditagihkan secara  bulanan.

  1. 3. Pelayanan International Courier (Pengiriman Tujuan Antar Negara)

Yang dimaksud dengan International Courier adalah pengiriman dokumen, paket maupun barang baik dalam jumlah sedikit maupun dalam jumlah yang banyak untuk tujuan antar Negara.

Dan PT.Cakra Lintas Buana juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan jasa expedisi yang berada di mancanegara seperti, Malaysia, Singapore, China, Taiwan, Jepang dan Negara lain yang berpusat di Singapore sebagai Negara Transit untuk tujuan Eropa dan benua lainnya.

Sistem pelayanan yang diberikan adalah Door to Port Service yaitu sampai ke pelabuhan udara maupun pelabuhan laut yang berada di mancanegara tersebut.

Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih ekonomis bagi perusahaan industry perdagangan yang hanya dibebankan biaya pengiriman, sedangkan untuk biaya import di Negara tujuan dibebankan kepada perusahaan pembeli dinegara tujuan.

Sasaran dari pelayanan ini adalah perusahaan industry dan pengolahan kayu serta makanan ringan dan lainnya. PT.Cakra Lintas Buana juga memberikan pelayanan pengiriman paket untuk door to door service bagi pengiriman paket tujuan International.

  1. 4. Pelayanan Export dan Import Handling

Untuk pelayanan Export Handling ini PT.Cakra Lintas Buana lebih memberikan kepada pelayanan Door to Port (pengiriman sampai ke pelabuhan laut atau pelabuhan udara)

Hal ini bertujuan untuk memberikan tariff yang sangat ekonomis bagi perusahaan perdagangan hasil laut, hasil hutan, dan hasil bumi dengan menggunakan pelayanan pengiriman melalui kapal laut maupun pesawat.

Untuk pengiriman commodity hasil laut maka PT.Cakra Lintas Buana menggunakan pengiriman melalui pesawat udara sesuai dengan kebutuhan pelanggan dimana pengiriman tersebut adalah berupa commodity ikan segar, kepiting, udang dan hasil laut lainnya yang akan diperdagangkan ke manca negara dengan kondisi segar.

Namun untuk commodity hasil hutan dan hasil bumi lainnya dapat dilakukan melalui kapal laut dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan daya tahan dari commodity tersebut dengan menggunakan container dan dalam jumlah yang besar.

Untuk pelayanan Import Handling maka PT.Cakra Lintas Buana akan melayani proses pembebasan Import barang di pelabuhan laut maupun pelabuhan udara dengan perhitungan pembayaran Bea Masuk Import yang dibayarkan kepada pemerintah melalui Dinas Bea dan Cukai.

Namun untuk biaya pengiriman dari Negara pengeksport maka seluruh biaya dibebankan kepada perusahaan pengirim barang tersebut dan hal ini tentunya atas kesepakatan perusahaan penerima barang yang berada di Indonesia.

Disinilah peran aktif PT.Cakra Lintas Buana dalam mendukung pemerintah untuk devisa dan juga mendukung perusahaan penerima dalam pengurusan pengeluaran barang yang mereka beli dari Negara lain dengan lebih memperkecil pengeluaran biaya atas pembelian barang maupun produk dari Negara lain, namun tetap membayar kewajiban pajak import kepada Negara.

 

  1. 5. Pelayanan Land Transportasi (Pengiriman Dengan Menggunakan Truck)

Untuk pelayanan Land Transportasi ini PT.Cakra Lintas Buana telah bekerjasama dengan pihak pengangkutan trucking antar propinsi. Sasaran dari pada pelayanan Land Transportasi ini adalah kepada perusahaan Garmen Industri dan lainnya dengan tariff yang sangat ekonomis dan dalam jumlah yang banyak untuk di distribusikan didalam kota. Untuk proses pengiriman melalui Land Transportasi maka PT.Cakra Lintas Buana juga bekerjasama dengan mitra usaha yang berada di kota lain untuk menerima seluruh barang yang dikirimkan oleh PT.Cakra Lintasd Buana melalui pihak transportasi trucking dan akan diteruskan kepada pelanggan untuk di distribusikan di dalam kota.

Hal ini disebabkan karena untuk armada pengangkutan memiliki keterbatasan kapasitas daya angkut untuk memasuki kota dan mendistribusikan barang tersebut sesuai dengan peraturan dinas perhubungan. Disini jugalah peran aktif PT.Cakra Lintas Buana dalam mata rantai pendistribusian perdagangan barang sebagai sarana penerusan pendistribusian didalam kota.

  1. 6. Packaging (Pengepakan Barang)

Membantu pelanggan untuk mengepak berbagai jenis barang menghindari dari kerusakan. Misalnya paking kayu untuk jenis barang elektronik yang di bungkus lagi dengan plastik, paking (plastic busa kayu) untuk barang  pecah belah dan Paking plastic untuk komoniditi barang kering yang tidak boleh basah misalnya pakaian dari perusahaan garmen industry, percetakan buku,brosur, paking busa untuk barang yang lebih mudah pecah.

  1. 7. Warehousing (Pergudangan).

Penyimpanan barang sementara yang disediakan oleh pihak perusahaan jasa untuk semua barang-barang terkecuali untuk barang yang mudah terurai/busuk. Warehousing juga merupakan pelayanan untuk barang-barang yang tidak dapat diterima oleh kostomer karna gudang kemungkinan penuh dan digudangkan atau dititip dengan tarif yang sudah ditentukan atau warehousing juga di sediakan apabila barang sudah tiba di tujuan tetapi tepat pada Hari libur dan pada saat itu ada renovasi kantor maka digunakan jasa warehousing.

  1. 2. Kebijakan Harga.

Faktor harga merupakan unsur yang sangat penting dalam menunjang volume penjualan produk. Di dalam penetapan harga sering timbul masalah dimana para pesaing yang ada di pasar mengadakan perubahan harga terhadap produk yang dijual sehingga permintaan yang dilakukan oleh konsumen akan beruah.

Penentuan tingkat harga akan mempengaruhi aspek yang luas dalam kehidupan perusahaan. Oleh karena itu penetapan hendaknya dilakukan dengan hati-hati. Berarti penetapan tingkat harga akan mempengaruhi berbagai kalangan seperti assosiasi perusahaan produsen sejenis, assosiasi perusahaan konsumen dan lain sebagainya.

Dalam menetapkan harga, pihak PT. Cakra Lintas Buana Medan membuat kebijakan strategi harga yang kompetiti. Artinya bahwasanya PT. Cakra Lintas Buana  Medan menetapkan harga yang dapat bersaing dengan perusahaan jasa  saingan baik dalam harga jasa pengiriman barang dan produk lainnya seperti, Courier Service, Packaging, Warehousing, dan Trucking. Untuk harga pengiriman barang kesetiap wilayah yang ada di indonesia (yang menjadi sumber pendapatan jasa) pada PT. Cakra Lintas Buana Medan disajikan pada Tabel berikut :

 

 

 


Tabel 3.1

Destination, Tarif dan Service  Pada PT.Cakra Lintas Buana Medan

Tahun 2010.

Destination

Kota

Tarif

Dan Estimasi

Service Destination

Kode

Tarif

Dan Estimasi

Service
Jakarta 10.000 Direct fligh (reguler) Sulawesi Tenggara

Kendari

57.000-64.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

  20.000 ONS (one night service)
  300.000 SDS (same day service) Sulawesi Selatan

Makasar

43.000-69.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

Bogor 16.000 Forward/Land Transport
Depok 14.000 Forward/Land Transport Maluku

Ambon

42.000-58.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

Tangerang 15.000 Forward/Land Transport
Banten

Cilegon

 

16.500-17.500

 

Forward/Land Transport

Ternate

Soasiu (tidore)

58.000

54.000

Forward/Land Transpot

Forward/Land Transpot

Jawa Barat

Bandung

 

15.000-18.500

 

Forward/Land Transport

Irian Jaya

Biak

79.000-83.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

Jawa Tengah

Semarang

 

16.000

 

Forward/Transit Flight

NAD

Banda Aceh

15.000-17.000

Direct Flight

Forward/Land Transport

Yogyakarta

Cilacap

 

22.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

Sumatra Utara

Medan

 

2.500-19.000

 

Forward/Land Transport

Jawa Timur

Surabaya

 

17.000-23.500

 

Forward/Transit Flight

Nias

Teluk Dalam

21.000-27.000

Forward/Sea Freight, Flight

Forward/Land Transport

Bali

Denpasar

 

18.000-30.000

 

Forward/Transit Flight

Riau

Pekan Baru

13.000-18.000

Direct Flight

Forward/Land Transport

NTB

Mataram

 

42.000-60.000

 

Forward/Land Transport

Pulau Batam

Batam

17.000-21.000

Direct Flight

Forward/Land Transport

NTT

Kupang

 

61.000

 

Forward/Transit Flight

Sumatera Selatan

Palembang

19.000-32.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

Kalbar

Pontianak

 

24.000-58.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

Jaya Pura

Merauke

86.000-93.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

 
Kalteng

Palangkaraya

 

29.000-67.000

Forward/Transit Flight

Forward/Transit Flight

Sumatra Barat

Padang

12.000-18.000

Direct Flight

Forward/Land Transport

 
Kalsel

Banjarmasin

 

29.000-66.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

Jambi

21.000

Forward/Transit Flight  
Kaltim

Balikpapan

 

28.000-64.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

Sulawesi tengah

Palu

 

55.000-65.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

 
Sulawesi utara

Manado

 

37.000-75.000

Forward/Transit Flight

Forward/Land Transport

 

Sumber : PT.Cakra Lintas buana Medan


 

Tarif pengiriman diatas merupakan tarif per kilogram untuk setiap barang terkecuali untuk barang khusus yang dikenakan biaya tambahan. PT. Cakra Lintas Buana Menerapkan harga khusus bagi para konsumen/pelanggan tetap yang menggunakan jasa PT.Cakra Lintas Buana dengan kontinuitas yang cukup tinggi. Ini diterapkan pada instansi-instansi, garmen industi, dan perusahaan lainnya yang menjadi pelanggan cakra lintas buana, untuk harga dokumen-dokumen, PT. Cakra memberikan harga relative tergantung jenis dokumen yang akan di kirim.

Sedangkan perusahaan jasa pengiriman barang lainnya di medan yang menjadi pesaing bagi PT. Cakra Lintas Buana adapun yaitu disajikan dalam Tabel 3.2 Destination dan Tarif pesaing dari PT. Cakra Lintas Buana sebagai berikut :

Tabel 3.2

Destination dan Tarif Pesaing Dari PT. Cakra lintas Buana Medan

Tahun 2010.

 

PT. POS INDONESIA

Dengan Jasa Express dan Jasa Non Express Dan Reguler PT. POS INDONESIA dan PT. TIKI

Kota Tujuan untuk Jasa Express Biaya

Dan Estimasi

Non Express dan Reguler Biaya

Dan estimasi

Non expres dan Reguler Biaya

Dan estimasi

Medan 25.000 Ambon 45.000 Tangerang 12,500
Batam 30.000 Amuntai 30.000 Tanjung Karang 30,000
Pekanbaru 25.000 Banda Aceh 30,000 Tasikmaaya 12,500
Padang 25.000 Banjar Baru 25.000 Tegal 15,000
Jambi 25.000 Bantul 15.000 Temanggung 15,000
Bengkulu 25.000 Banyuwangi 15.000 Ternate 40,000
Palembang 25.000 Batam 15.000 Timika 50,000
Pangkal pinang 25.000 Biak 50.000 Tuban 15.000
Bandar lampung 25.000 Bogor 12,500 Tulung Agung 15.000
Dki jakarta 25.000 Bojonegoro 15.000 Wonogiri 15,000
Depok 25.000 Bondowoso 15.000 Wonosobo 15,000
 

Bogor

 

25.000

 

Bontang

 

35,000

Yogyakarta Dan Sekitarnya  

15.000

Tangerang 25.000 Boyolali 15.000 Gresik 15.000
Bekasi 25.000 Brebes 15.000 Jayapura 55,000
Ciputat 25.000 Bukit Tinggi 25,000 Jember 15.000
Sawangan 25.000 Ciamis 12,500 Jombang 15.000
Pondok gede 25.000 Cikarang 12,500 Kediri 15.000
Cibinong 25.000 Cilacap 15,000 Kendari 30,000
Serang 25.000 Cimahi 10.000 Karawang 12,500
Cilegon 25.000 Cirebon 12,500 Klaten 15.000
Bandung 25.000 Dumai 25,000 Kudus 15.000
Yogyakarta 25.000 Gorontalo 40.000 Kuningan 12,500
Solo 25.000 Purwakarta 12,500 Lamongan 15.000
Semarang 25.000 Purwokerto 15.000 Lubuk Linggau 20,000
Surabaya 25.000 Samarinda 35,000 Madiun 15.000
Malang 25.000 Sibolga 30.000 Magelang 15.000
Denpasar 25.000 Sidoarjo 15.000 Malang 15.000
Mataram 35.000 Solo 15.000 Manado 35.000
Banjar masin 35.000 Sorong 55,000 Mojokerto 15.000
Balikpapan 35.000 Subang 12,500 PadangPanjang 25.000
Pontianak 35.000 Sukabumi 12,500 Palangkaraya 25.000
Makasar 35.000 Sumedang 12,500 Palu 35.000
Manado 35.000 Tabanan 25,000 Pare-pare 35,000
Pasuruan 15.000 Poso 40,000
Pekalongan 15.000 Probolinggo 15.000

 

Sumber : PT. Pos Indonesia

 

 

 

 

 

 

Biaya Ongkos Kirim menggunakan jasa PT Pandu Siwi Sentosa Medan.

 

Kota tujuan Biaya (Rp) Kota Tujuan Biaya (Rp)
Ambon 44.500 Merauke 60.000
Balikpapan 34.500 Mojokerto 11.000
Banda aceh 30.500 Muara bungo 26.500
Bandar lampung 24.500 Padang 25.000
Bandung 18.000 Palangkaraya 24.500
Banjar baru 25.500 Palembang 24.500
Banjarmasin 20.000 Palu 34.500
Banyuwangi 15.000 Pangkal pinang 24.000
Batam 25.000 Pangkalan brandan 27.000
Batu hijau 27.500 Pare-pare 34.500
Batu raja 29.000 Pasuruan 11.000
Bekasi 25.000 Pekalongan 9.000
Bengkulu 24.500 Pekanbaru 22.500
Biak 45.000 Pematang siantar 26.500
Bima 27.500 Pontianak 35.000
Bogor 25.000 Probolinggo 26.500
Bontang 35.500 Purwokerto 8.000
Cianjur 13.000 Samarinda 25.000
Cikarang 13.000 Sampit 29.000
Cilacap 13.000 Sumedang 13.000.
Cilegon 25.000 Sangatta 31.500
Cirebon 13.000 Semarang 25.000
Denpasar 25.000 Solo kota 15.000
Dumai 30.000 Soroako 31.500
Duri 35.000 Sorong 55.000
Gresik 15.000 Sumbawa besar 27.500
Jakarta 25.000 Surabaya 25.000
Jambi 20.000 Tangerang 13.000
Jayapura 40.500 Tanjung enim 26.500
Jember 13.000 Tanjung pinang 20.000
Jombang 15.000 Tanjung redep 31.500
Kediri 15.000 Tanjung tabalog 25.000
Kendari 26.500 Tarakan 34.000
Kerinci 31.500 Tasikmalaya 13.000
Klaten 15.000 Tegal 15.000
Kudus 15.000 Teluk kuantan 31.500
Kupang 31.500 Ternate 45.500
Langsa 25.000 Timika 50.000
Lhoksemawe 26.500 Tj balai karimun 29.000
Lubuk linggau 25.000 Tj Pandan/belitung 22.500
Luwuk 31.500 Tuban 12.000
Manado 26.500 Tulung agung 13.000
Mataram 20.000 Ungaran 30.000
Medan 22.500 Waingapu 41.500
Makassar 35.500 Yogyakarta 25.000

Sumber : PT. Pandu Siwi Sentosa (http://pinojaket.com/content/view/46/69)

 

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwasanya persaingan bisnis Jasa Ekspedisi di Indonesia Khususnya untuk perusahaan penyedia jasa pengiriman barang yang bertaraf nasional dan internasional sangatlah ketat persaingan yang terjadi baik secara nyata melalui harga yang di tentukan untuk tujuan kota tertentu.

  1. 3. Kebijakan Promosi

Salah satu cara yang dilakukan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen akan produk yang dihasilkan perusahaan adalah melalui promosi yang gencar.

Menurut Fandy Tjiptono : “Promosi adalah suatu bentuk aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan bersangkutan”.[12]

Adapun bentuk promosi yang dilakukan PT. Cakra Lintas Buana Medan adalah :

  1. Advertising (iklan).

Berdasarkan perencaan suatu iklan, maka syarat-syarat yang perlu diperhatikan sebelum melakukannya adalah meliputi : Persyaratan merek/cap, Persyaratan kualitas. Jika persyaratan ini sudah dipenuhi, maka periklanan sudah dapat dilaksanakan.

Adapun kebijaksanaan promosi yang diterapkan PT. Cakra Lintas Buana sebagai salah satu cara untuk meningkatkan penjualan jasa atau meningkatkan penerimaan perusahaan. Media yang digunakan untuk penyampaian iklan adalah Brosur, Katalog, Data base buku telephon, Imbon (barang masuk). Pihak PT. Cakra Lintas Buana Medan menggunakan iklan sebagai landasan dasar untuk memperkenalkan produk mereka bagi para pengusaha/masyarakat yang sering menggunakan jasa pengiriman barang.

Adapun kegiatan periklanan yakni In-House promotion yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan :

  • Brosur/Rak Brosur yang dipasang di ruang tunggu dan di ruang lobby.
  • Menempelkan Poster yang menarik yang berisikan gambar-gambar perusahaan, negara, dan produk yang pernah menggunakan jasa PT.Cakra Lintas Buana.

Sedangkan kegiatan Out-Door Promotion yang dilakukan pihak PT.Cakra Lintas Buana adalah sebagai berikut :

  • Rak Brosur yang di tempatkan diruang masuk Mol, Plaza dan di ruang Reception Hotel Terkenal di kota medan.
  • Imbon (barang masuk), promosi yang secara langsung kepada konsumen dan perusahaan untuk barang-barang kiriman kepada konsumen.
  1. Sales Promotion (promosi penjualan).

Bentuk ini dilakukan oleh perusahaan sebenarnya relatif terbatas baik frekuensi maupun jumlahnya. Promosi penjualan dilakukan secara terbatas dan selektif. Untuk melihat lebih jelas bagaimana kebijaksanaan promosi yang akan dilakukan oleh PT. Cakra Lintas Buana, serta seberapa besar biaya promosi yang dialokasikan untuk kegiatan promosi, dibawah ini disajikan Tabel 3.4 biaya promosi selama tiga tahun berturut.

Tabel 3.4

PT. Cakra Lintas Buana Medan

Biaya Promosi Yang dikeluarkan

Tahun 2008-2009

Tahun Biaya Promosi (Rp)
2008 145.500.000
2009 127.750.000
2010 100.150.000

Sumber :PT.Cakra Lintas Buana Medan

Dari tabel 3.4 diatas dapat dilihat bahwa biaya promosi yang dikeluarkan perusahaan dalam tiga tahun terakhir sangat kecil. Hal ini di karenakan promosi yang dilakukan hanya terbatas pada Rak brosur dan Promosi penjualan.

Promosi Yang Dilakukan Pesaing

Advertising (iklan) yang dibuat perusahaan pesaing cukup besar dan beragam sehingga calon konsumen lebih mudah mengenal. Adapun iklan yang dibuat pesaing adalah :

  1. Surat Kabar
  2. Radio
  3. Papan Reklame
  4. Internet
  5. Brosur-brosur

Dibawah ini disajikan jumlah biaya promosi dan perkembangan per tahun berturut-turut selama tiga tahun dari perusahaan pesaing PT. Cakra Lintas Buana Medan.

Tabel 3.5

Biaya Promosi Yang dikeluarkan

Perusahaan Pesaing

Tahun 2008 S/d 2009

Nama Perusahaan/

Tahun

Biaya Promosi

(Rp)

PT. Pos Indonesia 2008 1.611.500.000
  2009 1.558.000.000
  2010 1.510.000.000
PT. TIKI 2008 321.750.000
  2009 275.600.000
  2010 180.000.000
PT. Pandu Siwi Sentosa 2008 230.000.000
2009 228.000.000
2010 200.000.000

Sumber : disperindag@sumutprov.go.id

 

 

  1. C. Perkembangan Perusahaan Dua Tahun Terakhir.

Salah satu cara untuk menilai keberhasilan suatu perusahaan yaitu dengan membandingkan jumlah Penjualan Pelayanan Jasa. Apabila jumlan penjualan penjualan jasa sama dengan target penjuan, maka perusahaan dinilai sangat berhasil. Dan apabila jumlah penjualan jasa tidak sesuai dengan target maka perusahaan dinilai kurang berhasil.

Adapun target/rencana dan relalisasi jumlah penjualan jasa selama tiga tahun terakhir, yakni dari tahun 2008-2009 dan 2010 dapat dilihat pada Tabel 3.6 berikut :

Tabel 3.6

Rencana Penjualan Pelayanan Jasa

PT. Cakra Lintas Buana Medan

Tahun 2008 S/d 2010

 

Jenis Pelayanan Jasa

Tahun
2008 2009 2010
  1. City Courier
288.000 dokumen 288.000 dokumen 432.000 dokumen
  1. Domestik Courier
86.400 kg 86.400 kg 86.400 kg
  1. Intenational Courier

Partai kecil

Partai Besar

 

10.080 kg

43.200 kg

 

11.520 kg

43.200 kg

 

14.400 kg

64.800 kg

  1. Export & Import Handling

Export handling

Import handling

 

48 kali transaksi

24 kali transaksi

 

48 kali transaksi

24 kali transaksi

 

48 kali transaksi

24 kali transaksi

  1. Land Transportasi
360 ton 360 ton 360 ton
  1. Packaging
240 packaging 360 packaging 360 packaging
  1. Warehousing
58.800 kg 58.800 kg 58.800 kg

 

Sumber : PT.Cakra Lintas Buana Medan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 3.7

Realisasi Penjualan Pelayanan Jasa

PT. Cakra Lintas Buana Medan

Tahun 2008 S/d 2010

 

Jenis Pelayanan Jasa

Tahun
2008 2009 2010
  1. City Courier
194.400 dokumen 233.856 dokumen 388.800 dokumen
  1. Domestik Courier
72.000 kg 72.288 kg 70.560 kg
  1. Intenational Courier

Partai kecil

Partai Besar

 

8.640 kg

31.200 kg

 

10.080 kg

34.800 kg

 

12.096 kg

53.568 kg

  1. Export & Import Handling

Export handling

Import handling

 

24 kali transaksi

12 kali transaksi

 

24 kali transaksi

12 kali transaksi

 

36  kali transaksi

24 kali transaksi

  1. Land Transportasi
360 ton 180  ton 240 ton
  1. Packaging
120 packaging 240 packaging 240 packaging
  1. Warehousing
47.880 kg 50.400 kg 52.920 kg

Sumber : PT.Cakra Linta Buana Medan

 

  1. D. Hambatan Yang Dijalani Perusahaan

Di dalam menjalankan aktivitasnya, PT. Cakra Lintas Buana Medan menemui kendala-kendala ataupun hambatan yang dianggap menjadi faktor penghambat dalam perusahaan mencapai tujuannya. Adapun yang menjadi hambatan dalam menjalankan aktivitasnya yaitu ketidakstabilan perekonomian mengakibatkan keputusan yang dirancang bisa berubah, sehingga berpengaruh kepada menurunnya tingkat pemesanan dari masyarakat, perusahaan, dan pengguna jasa expedisi di dalam menggunakan jasanya. Selain itu perusahaan juga mengalami kesulitan di dalam pengurusan surat-surat ke lembaga-lembaga tertentu yang menghambat perjalanan proses pengiriman barang baik domestik dan mancanegara. Kondisi di atas juga menyebabkan tingkat pendapatan yang tidak stabil dan pihak perusahaan harus membuat suatu analisis harga yang kompetitif agar dapat bersaing dalam merebut pelanggan.

 

Beberapa kesulitan lain yang dihadapi yang merupakan hambatan bagi pelaksanaan strategi pemasaran, di bawah ini akan diuraikan satu persatu antara lain :

  1. Tingkat Persaingan.

Oleh karena adanya perusahaan jasa PT.Pos Indonesi, PT.TIKI, PT.Pandu Siwi Sentosa, maka hal ini menjadi saingan bagi PT. Cakra Lintas Buana Medan. Lebih jauh lagi yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mempertahankan pasar yang telah ada dengan menggunakan berbagai alat promosi yang dimiliki oleh perusahaan. Promosi yang dijalankan perusahaan harus benar-benar dapat meyakinkan para pelanggan untuk tetap setia dan bagi para calon konsumen diusahakan untuk menarik perhatian mereka dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan jasa pengiriman perusahaan tersebut. Sehingga manajer pemasaran harus jeli untuk selalu mengetahui keadaan pasar serta basis pasar para saingan. Dengan demikian akan mempermudah untuk mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan penjualan dari perusahaan.

  1. Pelaksanaan Promosi

Dalam menangani kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berhubungan dengan promosi PT.Cakra Lintas Buana Medan belum memiliki suatu departemen khusus, dimana masalah-masalah yang berhubungan dengan promosi masih ditangani oleh manajer. Hal ini akan membuat kegiatan promosi itu sendiri tidak efektif dan efisien karena personil yang menangani promosi tidak benar-benar memusatkan perhatiannya untuk kegiatan promosi. Perusahaan juga belum memiliki suatu bagian yang menangani kegiatan penelitian dan pengembangan untuk meneliti keadaan pasar secara akurat yang hasilnya diharapkan dapat mendukung kebijaksanaan promosi tersebut.

 

  1. Dana Yang Tersedia.

Sebagai hambatan yang ketiga bagi kebijaksanaan promosi yang dilakukan PT.Cakra Lintas Buana Medan adalah masalah dana, karena masalah dana yang dialokasikan untuk kegiatan promosi masih minim, sehingga hal ini mengurangi kegiatan promosi yang akan dilakukan. Misalnya perusahaan mendapat tawaran menjadi sponsor dalam suatu kegiatan, tetapi karena dana yang terbatas maka kegiatan tersebut terpaksa ditolak.

  1. Kondisi Alam.

Hal ini bisa terjadi karena adanya musibah karena kondisi alam, Misalnya, seharusnya pesawat itu berangkat jam 6 sore, namun karena faktor cuaca yang tidak mendukung mengakibatkan keberangkatan terpaksa di delay (penundaan waktu) sampai cuaca dinyatakan layak kembali untuk kegiatan lalu lintas udara. Atau, bisa juga karena kelebihan beban angkutan, sehingga beberapa barang terpaksa diturunkan dari pesawat dan harus bermalam untuk menunggu jadwal pesawat yang berangkat esok harinya, disamping itu bisa juga karena barang dianggap ilegal dan  surat-surat tidak lengkap sehingga di sita pihak berwajib.

  1. Pemaksaan Konsumen.

Hal ini kadang terjadi ketika barang yang akan di antar ke konsumen mengalami keterlambatan pengantaran yang mengakibatkan konsumen memaksa/marah-marah, dimana kadang permintaan yang harus ontime (tepat waktu) tetapi kadang karena cuaca/iklim dan kemacetan pada jam-jam tertentu mengakibat barang tidak sampai tepat pada waktunya.

 

BAB IV

ANALISIS DAN EVALUASI

 

Pemasaran pada prinsipnya merupakan mencari apa yang menjadi keinginan/yang dibutuhkan konsumen dan bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan yang dicari konsumen tersebut. Hal ini memerlukan usaha yang tidak gampang, dimana perusahaan harus mengarahkan kekuatannya, mengurangi kelemahan-kelemahannya untuk dapat menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan.

Ada satu hal yang sangat perlu untuk diketahui atau yang juga perlu untuk dilaksanakan yaitu merubah ancaman-ancaman menjadi peluang-peluang. Jika hal ini dapat dilaksanakan, maka perusahaan akan dapat memiliki metode baru yang canggih pada saat ini

Untuk bab ini akan dilakukan analisis dan evaluasi kegiatan Strategi Pemasaran yang telah dilaksanakan oleh pihak PT.Cakra Lintas Buana Medan, sesuai dengan perumusan masalahnya yaitu “Apakah PT. Cakra Lintas Buana Medan telah menerapkan strategi pemasaran yang baik dalam usaha meningkatkan penjualannya”.

Alat ukur yang digunakan penulis dalam menilai ketepatan strategi pemasaran produk pada PT. Cakra Lintas Buana Medan adalah target dan realisasi penjualan periode 2008-2010. Tercapainya atau tidaknya target penjualan merupakan salah satu indikator ketepatan strategi pemasaran yang diterapkan.

 

 

 

 

 

Tabel 4.1

Penyimpangan Penjualan Pelayanan Jasa

PT.Cakra Lintas Buana Medan

2008 S/d 2010

 

Jenis Pelayanan Jasa

Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi
2008 2009 2010
  1. City Courier
288.000 dokumen 194.400 dokumen 288.000 dokumen 233.856 dokumen 432.000 dokumen 388.800 dokumen
  1. Domestik Courier
86.400 kg 72.000 kg 86.400 kg 72.288 kg 86.400 kg 70.560 kg
  1. Intenational Courier

Partai kecil

Partai Besar

 

10.080 kg

43.200 kg

 

8.640 kg

31.200 kg

 

11.520 kg

43.200 kg

 

10.080 kg

34.800 kg

 

14.400 kg

64.800 kg

 

12.096 kg

53.568 kg

  1. Export & Import Handling

Export handling

Import handling

 

48 kali transaksi

24 kali transaksi

 

24 kali transaksi

12 kali transaksi

 

48 kali transaksi

24 kali transaksi

 

24 kali transaksi

12 kali transaksi

 

48 kali transaksi

24 kali transaksi

 

36  kali transaksi

24 kali transaksi

  1. Land Transportasi
360 ton 360 ton 360 ton 180  ton 360 ton 240 ton
  1. Packaging
240 packaging 120 packaging 360 packaging 240 packaging 360 packaging 240 packaging
  1. Warehousing
58.800 kg 47.880 kg 58.800 kg 50.400 kg 58.800 kg 52.920 kg

Sumber : PT.Cakra Lintas Buana Medan

 

Jenis Pelayanan Jasa

Penyimpangan Penyimpangan Penyimpangan
2008 2009 2010
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
  1. City Courier
93.600 dokumen 32.5% 54.144 dokumen 18.8 43.200 dokumen 10%
  1. Domestik Courier
14.400 kg 16.7% 14.112 kg 16.3% 15.840 kg 18.3
  1. Intenational Courier

Partai kecil

Partai Besar

 

1.440 kg

12.000 kg

 

14.3%

27.8%

 

1.440 kg

8.400 kg

 

12.5%

19.4%

 

2.304 kg

11.232 kg

 

16%

17.3%

  1. Export & Import Handling

Export handling

Import handling

 

24x transaksi

12x transaksi

 

50%

50%

 

24x transaksi

12x transaksi

 

50%

50%

 

12x transaksi

0

 

25%

-

  1. Land Transportasi
0 - 180 ton 50% 120 ton 33.3%
  1. Packaging
120 packing 50% 120 packing 33.3% 120 packing 33.3%
  1. Warehousing
8.400 kg 14.3% 8.400 kg 14.3% 5.880 kg 10%
Total Penyimpangan 255,6% 217,3% 163,2%

 

 

 

 

 

Berdasarkan tabel 3.6 diatas penyimpangan  yang terjadi pada tahun 2008 yaitu sebanyak 255,6% dari total penyimpangan semua produk, untuk tahun tahun 2009 penyimpangan yang terjadi sebanyak 217,3%, sedangkan  untuk tahun 2010 penyimpangan yang terjadi semakin menurun yaitu sebanyak 163,2%.

Dengan hasil analisa di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa penyimpangan yang terjadi dari tahun ke tahun semakin menurun. Oleh sebab itu pihak PT.Cakra Lintas Buana sangatlah lah penting untuk mempertahankan hal tersebut agar pada tahun berikutnya penyimpangan yang terjadi semakin dapat diperkecil untuk mengoptimalkan tujuan dari perusahaan.

  1. A. Analisis Pesaing PT.Cakra Lintas Buana Medan.

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa PT.Cakra Lintas Buana Medan adalah industri jasa yang bergerak di bidang jasa ekspedisi (pengiriman barang). Dimana yang dipasarkan adalah produk jasa seperti : City Courier (Pengiriman di dalam kota), Domestik Courier (Pengiriman di Dalam Kota dan Antar Propinsi), International Courier (Pengiriman Tujuan Antar Negara), Export dan Import Handling (penanganan ekspor dan impor), Land Transportasi (Pengiriman dengan mengunakan Truk), Packaging (Pengepakan), Warehousing (Pergudangan).

Dalam persaingan yang terjadi pada perusahaan ekspedisi maka sangatlah diperlukan berbagai strategi-strategi yang diperlukan untuk memenangkan persaingan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Untuk memperoleh gambaran situasi persaingan yang dihadapi PT.Cakra Lintas Buana Medan maka diuraikan jenis-jenis saingan yang dihadapi. Persaingan muncul dari akibat banyaknya usaha-usaha sejenis yang ingin menarik jumlah pelanggan atau knsumen yang lebih besar dari perusahaan saingannya. Maka dalam kegiatan operasionalnya PT.Cakra Lintas Buana Medan senantiasa berusaha untuk melakukan identifikasi terhadap berbagai peluang dan pemasaran yang ada guna menghadapi saingan dalam memenangkan persaingan tersebut, seperti kerja sama dengan perusahaan–perusahaan farmasi dan obat–obatan, perusahaan garmen industri, perusahaan elektronik, perusahaan alat–alat kesehatan, perusahaan otomotif dan perusahaan perdagangan umum lainnya yang memasarkan produksinya keluar wilayah kota medan. Melihat persaingan yang semakin ketat dewasa ini maka perusahaan hendaknya mamapu menciptakan keunggulan bersaing yang dapat bertahan dan berkembang.

Sebelum melihat strategi-strategi bersaing yang diterapkan oleh PT.Cakra Lintas Buana Medan, terlebih dahulu dilihat beberapa jenis saingan PT.Cakra Lintas Buana Medan antara lain:

 

PT. POS INDONESIA

Untuk melihat tarif produk jasa serta fasilitas yang ada pada perusahaan saingan yaitu PT.Pos Indonesia dapat dilihat pada tabel 3.2 pada bab III dan untuk jenis produk serta fasilitas yang ada pada PT.Pos Indonesia dapat dilihat berikut ini :

Kategori Produk

  1. layanan POS. Menyediakan jasa perposan yang dikelola PT Pos Indonesia.
  2. layanan keagenan. Menyediakan jasa milik Mitra yang dikelola PT Pos Indonesia.
  3. komoditi ritel. Menjual komoditi (barang dagangan) milik mitra maupun milik PT Pos Indonesia.

 

 

Layanan POS Jenis produk

  1. Total logistik : Warehousing, inventory management, transporting, freight forwarding real property, rental space, property development, property management
  1. e-business : e-postal, jasa teknologi komunikasi, jasa konten internet & messaging gateway, community access point
  2. Jasa keuangan : Weselpos, distribusi keuangan, giropos, system online payment point,
  3. Ritel : Penjualan formulir, bendapos konsinyasi & komoditi ritel (UT, akta pertanahan, voucher, meterai, kartu share-e) Jasa wartel, ticketing, minimarket, Filateli : Prangko, prisma, benda & perlengkapan filateli, philatelic merchandising pos reguler,
  4. Kiriman suratpos dalam/ luar negeri
  5. Kiriman paketpos dalam/ luar negeri rental mail boxes
  6. Pos express,
  7. Express city courier, intercity courier
  8. Admail pos : printing, (advertising) mailing house, inserting, database provider, creative design

Jenis produk.

Jasa keagenan & komoditi ritel, dikelola oleh unit ritel, PT Pos Indonesia, fax service , telecommunication kiosk, ticketing, photo copy, digital printing, laminating, binding, scanning,  envelopes, post-pack, boxes, bags, prepaid envelopes, postal stationary, greeting cards, souvenir product, stationery, writing product/accessories, office product/supplies, computer accessories/consumable, leisure, gifts, hobby (corner), handicraft, book, magazines, newspaper, tabloid, cassette, VCD, DVD

PT. TIKI

Sama halnya dengan PT. Pos Indonesia, perusahaan ini merupakan pesaing bagi PT.Cakra Lintas Buana Medan. Untuk lebih jelasnya pada tabel 3.3 pada bab III dan untuk jenis produk serta fasilitas yang ada pada PT. Pos Indonesia dapat dilihat berikut ini:

Produk

  1. 1. Produk Domestik.
  2. PRS (Priority Service) Manfaatkan produk PRS untuk menangani titipan yang istimewa secara personal oleh tenaga profesional terpilih.  Hanya perlu mempersiapkan dokumen pendukung dan menghubungi TIKI Customer Service untuk menyesuaikan rincian layanan dan standar operasional yang dibutuhkan.
  3. SDS (Same Day Service) SDS menjadi solusi ketika menghadapi kebutuhan mendesak akan pengiriman yang cepat di hari yang sama.
  4. ONE (Over Night Express) Pengiriman akan segera diterima di hari berikutnya maksimal jam 13.00
  5. ONS (Over Night Service) Pengiriman Anda segera diterima di hari berikutnya maksimal jam 17.00 untuk bisnis dan maksimal jam 19.00 untuk hunian.
  6. TDS (Two Days Service) Hanya dalam waktu 2 hari, pengiriman akan diterima di hampir seluruh wilayah Indonesia.
  7. REG (Regular) Dengan jangkauan ke seluruh Indonesia dan dalam waktu yang relatif singkat, pengiriman Anda akan diterima maksimal jam 17.00 untuk bisnis dan jam 19.00 untuk hunian.
  8. ECO (Economy Service) Nikmati fasilitas pengiriman barang ke seluruh wilayah Indonesia dengan biaya yang sangat ekonomis. Sangat cocok untuk pengiriman barang dagangan yang relatif berat dengan kebutuhan pengiriman yang berulang.
  9. Produk International.

Produk International Ekspres TIKI (INT) telah menjangkau seluruh negara di dunia untuk melayani penitipan pengiriman barang dan dokumen Anda. Produk INT yang dimiliki TIKI adalah sebagai berikut:

-          PRS (Priority Service)

-          WDX(World Document Service)

-          WPX (World Package Expert).

  1. Document Express.

TIKI berusaha mewujudkan harapan dari potensi dan kebutuhan distribusi bisnis yang berkembang pesat. Oleh sebab itu, TIKI memiliki layanan Dokumen (DOX) yang melayani distribusi dokumen bisnis yang berjumlah banyak dengan pola kirim berulang. Layanan produk DOX yang dimiliki oleh TIKI adalah sebagai berikut:

  1. ONS(Over Night Service) Pengiriman 15 hingga 500 dokumen bisnis Anda segera diterima di hari berikutnya maksimal jam 17.00 untuk bisnis dan maksimal jam 19.00 untuk hunian.
  2. REG (Regular) Pengiriman 15 hingga 500 dokumen bisnis Anda akan diterima dalam waktu yang relatif singkat, maksimal jam 17.00 untuk bisnis dan jam 19.00 untuk hunian.
  3. ECO (Economy) Dengan biaya yang sangat ekonomis, Anda dapat melakukan pengiriman dokumen bisnis secara masal untuk mendukung keberhasilan kegiatan promosi bisnis Anda.

Melalui persaingan ini maka pihak perusahaan khususnya bagian yang menangani pemasaran harus giat mencari informasi melalui sumber-sumber yang layak untuk dipercaya untuk mengidentifikasi strategi-strategi apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi saingan. Setelah diperoleh informasi maka informasi tersebut di proses kembali guna mendapatkan kebijakan-kebijakan baik itu kebijakan pemasaran, kebijakan harga, kebijakan penambahan kelengkapan fasilitas produk jasa ekspedisi guna diterapkan agar bisa menghadapi saingan.

dari penjelasan diatas dapat kita gambarkan bahwa perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman ini harus bisa bersaing secara ketat apabila perusahaan yang termasuk golongan yang memiliki kuantitas dan kualitas jasa yang ditawarkan hampir sama di dalam pencapaian volume penjualan yang diharapkan.

Dari hasil pengamatan mengenai strategi pemasaran yang sering dilakukan oleh pihak PT.Cakra Lintas Buana Medan maka ada beberapa kerja sama dengan pihak perusahaan lain di dalam membantu pemasaran produk jasa yang ditawarkan yaitu :

  1. Kerja Sama dengan Pihak swasta dan Instansi/Lembaga pemerintah

Misalnya Agent Lembaga Pendidikan Luar negeri (Singapura) untuk pengantaran brosur sekolah keluar negeri ke sekolah, SMA, SMK,MA, Departeman pendidikan untuk pengantaran paket buku ke sekolah,  dll, kerjasama dengan instansi-instansi swasta misalnya Garmen industri, Mall, Plaza, Hotel. Pihak perusahaan sering meletakkan Rak brosur agar nantinya para pengusaha, konsumen mengetahui akan produk perusahaan PT.Cakra Lintas Buana.

 

  1. Kerja sama dengan biro jasa transportasi

Yaitu transportasi darat (sarana transportasi trucking), laut (pelabuhan) dan transportasi udara (perusahaan penerbangan). Dalam hal ini yang dilakukan yaitu dengan menempatkan brosur di agent-agent tersebut.

  1. Kerja sama dengan perusahaan Percetakan.

Yaitu dengan menempatkan brosur perusahaan di percetakan untuk konsumen yang membutuhkan jasa PT.Cakra Lintas Buana. Kerja sama ini maksudnya yaitu kerja sama dalam bidang jasa kurir, yaitu membantu pihak percetakan dan yang melakukan percetakan ( brosur / spanduk / baliho / buku / majalah / iklan / dll, baik dalam pengantaran, pemasangan, penempelan, pendistribusian, pengiriman.

Analisis Target Market

Dari analisis pesaing yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditentukan sejauh mana PT.Cakra Lintas Buana Medan dalam meraih pasar sasaranya. Pihak pemerintah/BUMN, Comercial Company, Garment Industri, Perusahaan penyedia bahan baku mentah juga merupakan pasar sasaran dari PT.Cakra Lintas Buana Medan. Sampai saat ini PT.Cakra Lintas Buana Medan masih mendapatkan sedikit pelanggan berasal dari pemerintah/BUMN dan Perusahaan Perdagangan. Hal ini merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan oleh pihak manajemen perusahaan, karena untuk meningkatkan pasar sasaran dari perusahaan sangat sulit mengingat sangat banyaknya Perusahaan pesaing yang lebih besar yang menjadi saingan. Ancaman/tantangan ini diharapkan dapat diantisipasi agar pihak manajemen perusahaan PT.Cakra Lintas Buana Medan dapat melihat peluang pasar sasaran terhadap Pemerintah/BUMN serta perusahaan dagang lain ke depannya.

Dalam kondisi diatas bukan berarti bahwa pasar sasaran yang sudah ada jadi ditinggalkan. Melainkan perusahaan harus tetap mempertahankan yang sudah ada dan lebih meningkatkan lagi. Hanya saja menurut analisa, ada baiknya untuk saat ini kalangan pemerintah/BUMN, dan Perusahaan dagang lain diprioritaskan untuk target market berikutnya.

Analisis Kebijakan Harga

Dalam kebijaksanaan yang diambil oleh pihak manajemen PT.Cakra Lintas Buana Medan menyangkut harga, terlihat tidak begitu berpengaruh dalam naik turunya tingkat penjualan jasa pengiriman (dengan asumsi bahwa harga yang di tawarkan masih hampir sama untuk beberapa daerah tujuan pengiriman dan untuk beberapa daerah tujuan pengiriman PT.Cakra masih unggul di dalam harga yang ditawarkan dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh perusahaan saingan). Untuk pengiriman dalam jumlah besar terdapat diskon atau terdapat diskon khusus untuk barang-barang kiriman yang diatas jumlah/berat tertentu, dimana hal tersebut juga mempengaruhi konsumen pengguna jasa pengiriman dalam paket-paket besar.

Adapun perkembangan rencana dan realisasi terhadap Penjualan Pelayanan Jasa PT.Cakra Lintas Buana Medan, dapat dilihat pada Tabel 3.6 dan Tabel 3.7 pada Bab III, menunjukkan bahwa volume penjualan jasa City Courier mengalami kenaikan pada tahun 2009 dari volumen penjualan jasa city courier 2008 sebesar 39.456 dokumen atau sekitar  16.8%, dan pada tahun 2010 city courier juga mengalami kenaikan yaitu sebesar 154.944 dokumen atau sekitar 39.8%, domestik courier mengalami kenaikan pada tahun 2009 dari volume penjualan tahun 2008 sebesar 288 kg atau sekitar 0.4% tetapi pada tahun 2010 mengalami penurunan dari volume penjualan 2009 sebesar 1.728 atau sekitar 2.4%, Expor & Impor Handling pada tahun 2008-2009 tidak mengalami penurunan maupun kenaikan, tetapi pada tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 12x transaki atau sekitar 33.33%, dan impor pada tahun 2010 mengalami kenaikan dari volumen penjualan 12x transaksi atau sekitar 50%. Untuk Land Transportasi mengalami penurunan dari tahun 2008-2010, untuk tahun 2009 sebesar 180 ton atau sekitar 50%, untuk tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 60 ton atau sekitar 25%. Packaging (pengepakan) mengalami kenaikan di tahun 2009 sebesar 120 packaging atau sekitar 50% tetapi pada tahun 2010 netral. Warehousing (pergudangan) mengalami kenaikan dari tahun di tahun 2009 dari volume penjualan tahun 2009 yaitu sebesar 2.520 kg atau sekitar 5%, di tahun 2010 naik sebesar 2.520 kg atau sekitar 4.76%. oleh karena itu jelas bahwasanya kebijakan harga yang diambil oleh PT.Cakra Lintas Buana sudah tepat, hanya saja untuk kondisi tertentu perlu di lakukan penyesuaian karena masih terdapat beberapa penurunan volume penjualan untuk produk tertentu. Namun secara umum bahwa dalam kebijakan akan harga yang diambil oleh PT.Cakra Lintas Buana Medan sudah cukup bagus karena bila dilihat dari harga yang ditawarkan oleh pesaing, yang ditetapkan perusahaan sudah cukup bagus walaupun ada beberapa harga yang terdifrensiasi untuk beberapa daerah tujuan di indonesia. Untuk melihat perbandingan harga dari PT.Cakra Lintas Buana, PT.Pos Indonesia, PT.Tiki dan PT.Pandu Siwi Sentosa dapat dilihat pada tabel 3.1 dan tabel 3.2 pada Bab III.

  1. B. Kegiatan Promosi
    1. Periklanan

Ada beberapa media iklan yang digunakan oleh PT.Cakra Lintas Buana Medan (seperti rak brosur) yang menunjukkan bahwa kegiatan promosi melalui brosur ini merupakan kegiatan promosi yang sangat diperhatikan oleh karena efektivitasnya yang dihasilkannya sangat besar dalam pencapaian tingkat volume penjualan jasa. Namun media iklan melalui media elektronik (Internet) yang bukan situs dari perusahaan tidak digunakan sebagai promosi produk perusahaan seperti di Facebook misalnya, padahal kemungkinan untuk di lihat atau dibaca oleh para konsumen sangatlah besar sekali jika digunakan. Hal ini disebabkan oleh karena sangat banyaknya orang yang menggunakan jaringan internet untuk akses informasi apapun. Tetapi dalam hal ini bukan menyatakan bahwa pemuatan rak brosur di Hotel, mal, plaza tidak efektif, bahkan sangat tepat jika hal tersebut tetap dipertahankan.

Kendala yang dihadapi oleh PT.Cakra Lintas Buana medan dalam melaksanakan kegiatan promosi produk adalah sulitnya mengukur jumlah konsumen yang tertarik sebagai umpan balik dari pesan atau informasi yang disampaikan. Sebagai hasil pengamatan, penggunaan surat kabar sendiri dinilai kurang menarik minat, setelah habis di baca kemungkinan surat kabar tersebut di simpan atau digunakan untuk keperluan lain yang tidak ada hubungannya dengan kegunaan surat kabar sebagai media informasi. Jadi saran penulis agar penggunaan surat kabar dibatasai saja pada saat situasi tertentu misalnya liburan, hari-hari besar nasional atau adanya suatu perayaan lainnya.

Kendala lain yaitu penggunaan Billboard di jalan-jalan yang masih sangat sedikit digunakan. Padahal billboard sangat berpengaruh bagi para pengguna jalan khususnya kendaraan bermotor yang sedang melintas. Penempatan juga harus diperhatikan seperti jalan persimpangan atau tempat strategis khusus yang dianggap baik untuk digunakan. Keuntungan yang diperoleh dari billboard ini yang dapat menarik perhatian para calon pelanggan yaitu misalnya sekelompok orang yang kebetulan lewat jalur penempatan billboard tersebut membaca iklan mengenai produk yang ditawarkan PT.Cakra Lintas Buana yang dulu tidak tahu menjadi tahu, oleh hal tersebut diharapkan ada ketertarikan nantinya untuk menggunakan jasa perusahaan tersebu. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam penggunaan billboar adalah penggunaan warna yang menarik perhatian pejalan dan tidak terpengaruh kondisi siang atau malam, panas atau hujan.

 

 

  1. Personal Selling.

Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. Pemilihan tenaga penjual ini dilakukan dengan baik dan sangat diharapkan mampu menunjukkan citra baik dari PT.Cakra Lintas Buana Medan, bahkan sering pula manajer pemasaran yang langsung mengadakan kontak langsung dengan calon pelanggan yaitu melalui barang masuk (imbon) yang akan diantarkan ke tempat tujuan, “Strategi Promosi imbon yaitu strategi Promosi produk melalui barang yang masuk ke perusahaan dimana barang tersebut masih yang pertama sekali diantar kesebuh perusahaan tujuan, dan untuk yang kedua kalinya maka pihak pemasaran perusahaan bernegosiasi/menawarkan secara langsung untuk pengiriman/penerimaan barang dari pihak bisnisnya di kemudian hari”, bahwa Promosi produk secara Imbon ini merupakan kegiatan promosi yang memberikan peningkatan Volume Penjualan paling besar dari semua kegiatan promosi yang dilakukan sehingga hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Peletakan rak brosur di ruang tunggu/ruang masuk di hotel, mal, plaza kurang maksimal sebab dengan sebatas meletakkan brosur pada pertemuan-pertemuan tertentu di sebuah hotel, mal, plaza belum tentu membuat para konsumen tertarik untuk membaca brosur perusahaan tersebut. Dalam hal ini juga perlu diketahui bahwa seorang tenaga penjual harus mamapu bergerak cepat dan sangat diharapkan menguasai beberapa bahasa.

  1. Publisitas

Ada perbedaan antara hubungan masyarakat dengan publisitas, Hubungan Masyarakat adalah orang yang menampilkan citra dari perusahaan, sedangkan Publisitas adalah alat untuk menampilkan citra perusahaan. Untuk hubungan masyarakat perusahaan sudah menerapkannya yaitu dengan mencoba bersosialisasi dengan lingkungan sekitar perusahaan atau mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok (pelanggan, khalayak, pemasok, pemerintah, serta media) terhadap perusahaan.

Kegiatan publisitas yang sebaiknya perlu dilakukan oleh PT.Cakra Lintas Buana Medan adalah bagiamana menampilkan citra perusahaan di mata masyarakat, misalnya dengan memberikan seminar bagi perusahaan-perusahaan potensial, dengan mengundang pada kegiatan tertentu yang diselenggarakan oleh beberapa perusahaan yang punya kerja sama yang baik, dan setelah usai seminar pihak PT.Cakra Lintas Buana Medan akan mengadakan komunikasi dengan pihak perusahaan peserta seminar mengenai produk yang ditawarkan dan kerja sama akan dijalin nantinya. Apabila kegiatan publisitas yang dilaksanakan oleh perusahaan sudah cukup baik maka hal ini perlu dipertahankan dan bila perlu di muat di media dengan kehadiran pers.

  1. Promosi Penjualan (sales promotion)

Kegiatan promosi penjualan yang dilaksanakan oleh PT.Cakra Lintas Buana Medan selalu dilakukan  pada waktu tertentu yang bersifat temporer. Promosi ini biasanya dilakukan oleh pihak perusahaan dengan memberikan hadiah-hadiah kecil seperti kalender, poster, gantungan kunci, serta ucapan terima kasih kepada para pelanggan.

PT.Cakra Lintas Buana Medan juga membuat kebijakan dengan memberikan potongan harga khusus untuk beberapa pengiriman barang dengan partai-partai tertentu. Kegiatan promosi penjualan ini dilakukan untuk menarik perhatian konsumen yang sering melakukan pengiriman dalam jumlah besar yang secara bekelanjutan dan hal ini memang cukup memuaskan dan perlu untuk dipertahankan.

Agar kebijakan promosi dapat dilaksanakan maka pihak PT.Cakra Lintas Buana Medan harus mampu menyediakan dana dan keterampilan dalam mempromosikan mutu dan jenis jasa yang ditawarkan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen baik dalam negeri maupun luar negeri, kita ketahui bahwa kebijaksanaan promosi akan semakin penting karena permintaan akan jasa-jasa di dalam negeri dn di luar negeri akan semakin selektif.

Tanpa promosi di masyarakat maka hal ini akan menimbulkan keraguan bagi konsumen yang menggunakan jasa pengiriman barang, dengan timbulnya masalah ini, maka untuk membantu atau menolong para konsumen untuk memilih menggunakan jasa pengiriman perusahaan ini, maka pengusaha atau manajemen perusahan akan menjelaskan keterangan dalam bentuk promosi.

Berikut ini akan disajikan tabel 4.7 yang berisikan anggaran biaya promosi yang dikeluarkan selama tiga tahun terakhri (2008-2010) dengan hasil pendapatan oleh PT. Cakra Lintas Buana dan perusahaan pesaing lainnya.

Tabel 4.7

PT.Cakra Lintas Buana

Perbandingan Biaya Promosi Dengan Hasil Pendpatan

Tahun 2008 S/d 2010

Nama Perusahaan Jasa Pengiriman
PT. Pos Indonesia PT.TIKI PT.Cakra Lintas Buana
Biaya promosi (Rp) Pendapatan Perusahaan Biaya promosi (Rp) Pendapatan Perusahaan Biaya promosi (Rp) Pendapatan Perusahaan
2008 1.611.500.000 2,4 Triliun 321.750.000 375 Miliard 145.500.000 412.758.000
2009 1.558.000.000 2,75 Triliun 275.000.000 495 Miliard 127.750.000 2.163.048.000
2010 1.510.000.000 2,82 Triliun 180.000.000 575 Miliard 100.150.000 2.906.802.000

 

Berdasarkan tabel 4.7 di atas terlihat kecilnya pendapatan jika dibandingkan dengan perusahaan pesaing lainnya, hal tersebut memang karna perusahaan pesaing merupakan perusahaan yang pertama sekali berdiri dibandingkan PT.Cakra Lintas Buana Medan, begitu juga dengan biaya promosi yang dilakukan oleh PT.Cakra Lintas Buana Medan. Biaya promosi yang dikeluarkan oleh PT.Pos Indonesia dan PT.Tiki lebih besar dibandingkan dengan PT.Cakra Lintas Buana Medan. Tingkat pendapatan PT.Pos Indonesia dan PT.Tiki mengalamai peningkatan dari tahun ketahun begitu juga dengan PT.Cakra Lintas Buana Medan. Tetapi jika di analisa dari segi efektif dari pengalokasian biaya promosi tersebut terhadap tingkat pendapatan yang diperoleh maka biaya promosi PT.Cakra Lintas Buana masih kurang efektif dibandingkan dengan pesaingnya. Dalam hal ini dengan dilakukannya promosi diharapkan bahwa peningkatan volumen penjualan dapat dicapai sekaligus menjaga atau memelihara kelangsungan hidup perusahaan.

Untuk produk atau jasa yang belum sesuai dengan harapan konsumen, maka pemberian discount pengiriman dalam partai tertentu, pelayanan tepat waktu, kepercayaan, keramah-tamahan serta pelayanan yang terbaik bagi para konsumen/pelanggan akan dapat meningkatkan image positif perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan jasa pengiriman barang sangat erat kaitannya dengan ketepatan waktu agar barang dapat sampai ke konsumen di waktu yang tepat, tempat yang tepat, orang yang tepat, harga yang tepat, dan pelayanan yang bersahabat.

Andai kata ada yang tidak menikmati, maka disini diharapkan melalui alat/sarana promosi seperti periklanan dapat mencapai sasaran, jadi sesuai dengan tujuan promosi penjualan itu sendiri yang merupakan salah satu alat komunikasi pemasaran yang mempunyai efek jangka pendek, maka tentu saja pelaksanaan promosi penjualan yang dilakukan oleh PT.Cakra Lintas Buana Medan akan mendorong pembelian untuk waktu yang relatif singkat.

Dalam upaya meningkatkan volume penjualan jasa, maka manajer perusahaan melaksanakan suatu kebijakan kerjasa sama dengan perusahaan yang dianggap dapat berkerja sama demi tercapainya tujuan perusahaan

 

 

  1. C. Analisis Produk

PT.Cakra Lintas Buana telah melaksanakan kebijakan produk dengan baik yang terlihat dari jenis pelayanan yang disediakan/ditawarkan oleh pihak perusahaan. Produk yang ditawarkan oleh pihak PT.Cakra Lintas Buana, dianggap sudah tepat/bagus, dimana konsumen/perusahaan yang menggunakan jasa PT.Cakra Lintas Buana tidak hanya berasal dari Kota Medan saja tetapi dari berbagai kota yang ada di indonesia, bahkan dari luar negeri hal ini terbukti karena pelayanan yang ditawarkan selalu lebih awal dari yang dijanjikan, dengan produk yang bervariasi seperti City Courier (Pengiriman di dalam kota), Domestik Courier (Pengiriman di Dalam Kota dan Antar Propinsi), International Courier (Pengiriman Tujuan Antar Negara), Export dan Import Handling (penanganan ekspor dan impor), Land Transportasi (Pengiriman dengan mengunakan Truk), Packaging (Pengepakan), Warehousing (Pergudangan). Kesemua Produk yang ditawarkan tersebut memenuhi standar pengiriman yang ditetapkan dari departemen logistik demi kenyamanan/keselamatan barang sampai tujuan. Layanan yang di tawarkan yaitu seperti : Reguler Service (yaitu pelayanan dengan tarif yang ekonomis), Express Service (yaitu pelayanan cepat dan tepat waktu), Door to Door Service ( yaitu dengan pelayanan penjemputan dokumen, paket, dan barang dengan pengantaran langsung ke tujuan), Door to Port Service (yaitu dengan pelayanan penjemputan paket dan barang dan pengiriman sampai ke pelabuhan laut, pelabuhan udara, ataupun terminal pengangkutan darat dengan tarif lebih ekonomis), Port to Port Service (yaitu dengan pelayanan yang lebih ekonomis dan tidak dibebankan biaya penjemputan dan pengantaran, dan hanya dengan biaya pengangkutan lintas kota, atau lintas negara) dengan adanya layanan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa konsumen akan lebih leluasa di dalam memilih layanan untuk produk yang akan dikirimkan ke daerah tujuan.

Jasa Pergudangan (Warehousing) merupakan produk yang memberikan pemasukan yang lumayan tinggi di perusahan, hal ini dikarenakan perusahaan hanya menunggu barang-barang tersebut disimpan dan diambil sehingga tidak membutuhkan kinerja ekstra, biasanya jasa ini banyak digunakan para pengusaha penjual pakaian, perusahaan yang gudangnya penuh, perusahaan yang sedang renovasi, barang yang ditunda pengiriman/pengantaran, barang yang menginap karna hari libur, dll.

Melihat jenis produk dan pelayanan yang ditawarkan oleh PT.Cakra Lintas Buana Medan, bahwa PT.Cakra Lintas Buana ini merupakan salah satu perusahaan yang memberikan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat dari ekonomi rendah, ekonomi menengah atas hal itu dapat kita lihat dengan adanya harga ekonomis dan harga khusus untuk jenis produk dan layanan tertentu, dimana hal ini akan menjadi sebuah peluang yang besar di masa yang akan datang bagi perusahaan karena dengan semakin meningkatnya dan semakin majunya perekonomin, hal ini akan mendorong masyarakat ekonomi rendah ke arah yang lebih baik lagi.

Dengan semakin berkembangya kegiatan bisnis, adanya pasar bebas, kebutuhan masyarakat yang tidak terbatas, dan semakin mudahnya bagi konsumen untuk memperoleh barang dari berbagai penjuru muka bumi maka akan semakin menguntungkan bagi Perusahaan penyedia jasa ekspedisi (pengiriman barang). Sejalan dengan era globalisasi dan hubungan kerjasama antar negara maka perusahan penyedia pengiriman barang akan semakin dibutuhkan, untuk itu perusahaan diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik, dapat dipercaya agar dapat memenangkan persaingan di dalam bisnis ekspedisi. Dan melihat pada strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT.Cakra Lintas Buana Medan, maka di nilai bahwa kebijakan produk telah berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan uraian dan evaluasi maka dapt ditarik kesimpulan dan sekaligus memberikan saran yang mungkin dapat memecahkan masalah perusahaan guna memajukan di masa yang akan datang.

  1. A. Kesimpulan.
  2. Perusahaan PT. Cakra Lintas Buana Medan bergerak dalam bidang pelayanan jasa Ekspedisi, pergudangan, dan Jasa Kurir dengan menyediakan berbagi layanan yang beraneka ragam berdasarkan ketepatan layanan, daerah tujuan, dan harga.
  3. Penyimpangan  yang semakin menurun antara target Penjualan Pelayanan Jasa terjadi dan realisasi tahun 2008 sapai dengan tahun 2010,  pada tahun 2008 yaitu sebanyak 255,6% dari total penyimpangan semua produk, untuk tahun tahun 2009 penyimpangan yang terjadi sebanyak 217,3%, sedangkan  untuk tahun 2010 penyimpangan yang terjadi semakin menurun yaitu sebanyak 163,2%.
  4. Biaya Promosi dan alat promosi penjualan PT.Cakra Lintas Buana Medan lebih rendah dibandingkan dengan PT.Tiki, PT.Pandu siwi sentosa, dan PT.Pos Indonesia sebagai pesaing.
  5. Kebijakan Harga yang dilakukan oleh PT.Cakra Linta Buana Medan tidak terlalu tinggi (dengan asumsi bahwa harga yang di tawarkan masih hampir sama untuk beberapa daerah tujuan pengiriman dan untuk beberapa daerah tujuan pengiriman PT.Cakra masih unggul di dalam harga yang ditawarkan dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh perusahaan saingan).

 

  1. B. Saran
  2. Sebaiknya promosi yang dilakukan dalam bentuk Imbon(barang masuk), rak brosur lebih aktif dan terus-menerus dilakukan, dan untuk periklanan melalui jaringan internet perusahaan perlu melakukan karena perkembangan terknologi yang semakin maju membuat para konsumen selalu menginginkan pelayanan yang cepat dan yang mudah untuk mendapatkan barang/jasa.
  3. Agar perusahaan juga menyediakan Dinas Karyawan yang bekerja dilapangan sebagai alat promosi di dalam mempromosi produk PT.Cakra Lintas Buana Medan secara tidak langsung kepada calon konsumen.
  4. Agar harga yang ditawarkan bisa lebih bersaing lagi dari harga perusahaan sejenis yang melayani jasa ekpedisi, pergudangan, jasa kurir dan meningkatkan pelayanan jasa kepada para konsumen baru dan langganan.
  5. Agar menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan baik di kota Medan maupun di luar kota Medan, untuk meningkatkan jumlah layanan jasa di perusahaan. Untuk  melaksanakan kebijakan promosi, pihak PT.Cakra Lintas Buana Medan harus menyediakan dana dan ketrampilan dalam mempromosikan dan menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan opersional untuk memenui kebutuhan konsumen baik di dalam negeri maupun di luar negeri, karena kebijakan promosi sangat mempengaruhi permintaan jasa-jasa di dalam negeri maupun di luar negeri.

[1] Warren J. Keegan, Manajemen Pemasaran Global, Alih Bahasa, Alexander Sindoro dan Tanty Syahlina Tarigan, Jakarta : Prenhalindo, 2003, Hal. 2

[2] Charles M. Lamb, Joseph F. Hair, Carl McDaniel, Pemasaran,  Edisi Pertama, Alih Bahasa David Octarevia, Jakarta : Salemba empat, 2001, Hal. 6.

[3] Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid satu, cetakan kedua, jakarta : indeks, 2007, Hal.6

[4] Philip Kotler, Swee hoong ang, Siew Meng Long, Chin Tiong Tan, Manajemen Pemasaran Perspektif Asia, Edisi Pertama, Alih Bahasa Fandy Tjiptono, Yogyakarta : Andi, 2000, Hal.7

[5] Philip Kotler, Swee Hoong Ang, Siew Meng Long, Chin Tiong Tan, Manajemen Perspektif Asia, Edisi Pertama, Alih Bahasa Fandy Tjiptono, Yogyakarta : Andi, 2000, Hal.16

 

[6] Charles M. Lamb, Joseph F. Hair, Carl McDaniel, Manajemen Pemasaran Global, Edisi Pertama, Alih Bahasa David Octarevia, Jakarta : Salemba Empat, 2001, Hal. 54.

[7] Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Edisi Ketiga, Yogyakarta : Penerbit Andi, 2008, Hal. 6

[8] Prof. Dr. Farida Jasfar, M. E, Manajemen Jasa Pendekatan Terpadu, Cetakan Pertama, Ciawi-Bogor : Ghalia Indonesia, Hal.98.

[9] Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani,  Manajmen Pemasaran Jasa, Edisi Kedua, Jakarta : Salemba Empat, 2006, Hal 70.

[10] Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid satu, Cetakan Kedua, Jakarta : Indeks, 2007, Hal.23.

[11] Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid dua, edisi keduabelas, jakarta : indeks, 2007, Hal.4.

 

[12] Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Edisi Ketiga, Yogyakarta : Penerbit Andi, 2008, Hal. 219

bab II uraian teoritis

BAB II URAIAN TEORITIS A. Pengertian Pemasaran, Manajemen Pemasaran, dan Strategi Pemasaran. 1. Pengertian Pemasaran. Perkataan marketing berasal dari kata “Market” yang artinya pasar. Jadi istilah kata marketing berarti pemasaran. Dalam pengertian ini pemasaran bukan hanya tertuju kepada kegiatan memperjual belikan barang dan jasa kepada konsumen tetapi sudah termasuk di dalamnya kegiatan mencari pelanggan/konsumen agar terjadi jual beli dan juga kegiatan yang dilakukan untuk memelihara hubungan yang baik dengan pihak penjual dan pihak pembeli serta melakukan tindakan pelayanan kepada semua langganan agar para pelanggan tersebut memperoleh kepuasan sebagai salah satu tujuan dari pemasaran. Marketing sering diartikan oleh orang-orang sebagai kegiatan yang hanya memperjual belikan barang dan jasa kepada konsumen, jadi bila ada orang yang beranggapan akan hal tersebut, jelas salah. Karena kegiatan memperjual belikan barang dan jasa hanya merupakan puncak kecil gunung es pemasaran atau bahagian kecil dari kegiatan pemasaran secara keseluruhan. Beberapa defenisi maketing menurut ahli-ahli marketing akan di kemukakan dibawah ini untuk menghindari kesimpangsiuran tentang pengertian marketing yaitu : Menurut Warren J. Keegan : “Pemasaran adalah proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah organisasi terhadap kesempatan dan kebutuhan lingkungan”.[1] Menurut Lamb, Hair, McDaniel : “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu mencapai tujuan individu dan organisasi”.[2] Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller : Asosiasi pemasaran amerika menawarkan defenisi formal berikut : “Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya”, defenisi sosial : “Pemasaran suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.[3] Menurut Philip Kotler, Swee Hoon Ang, Siew Meng Leong, dan Ching Tiong Tan : “Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui, penciptaan, penawaran, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai (Products of value) dengan orang atau kelompok lain”.[4] Dari defenisi diatas dapat dinyatakan bahwa “pemasar meciptakan kebutuhan” atau “pemasar membuat orang membeli barang-barang yang tidak mereka inginkan”. Pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar, seperti halnya panutan lain dalam masyarakat, mempengaruhi keinginan. Pemasar juga mempengaruhi permintaan dengan membuat suatu produk cocok, menarik, terjangkau, dan mudah didapatkan oleh konsumen yang dituju. 2. Manajemen Pemasaran. Proses pertukaran memerlukan banyak tenaga dan ketrampilan. Manajemen pemasaran terjadi bila setidaknya satu pihak dalam pertukaran potensial memikirkan sasaran dan cara mendapatkan respon yang diharapkan dari pihak lain. Kita akan menggunakan defenisi (manajemen) pemasaran yang dirumuskan pada tahun 1985 oleh American Marketing Association. Menurut Philip Kotler, Swee Hoon Ang, Siew Meng Leong, dan Ching Tiong Tan : “Manajemen Pemasaran adalah Proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi, dan distribusi barang, jasa, dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi”.[5] Defenisi ini menyatakan bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang mencakup analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian; juga mencakup barang, jasa, dan gagasan; berdasarkan pertukaran; dan tujuaanya adalah memberikan keputusan kepada pihak-pihak yang terlibat. Manajer pemasaran menangani tugas-tugas tersebut dengan melakukan riset pemasaran, perencanaan, implementasi, dan pengendalian. Dalam perencanaan pemasaran, pemasar harus menentukan pasar sasaran, market positioning, pengembangan produk, penentuan harga, saluran distribusi, distribusi fisik, komunikasi, dan promosi. 3. Strategi Pemasaran. Tingkat penjualan dan kemampulabaan untuk produk, jasa, atau lini produk dipengaruhi oleh sejumlah faktor-faktor di luar kendali, seperti kekuatan-kekuatan demografi dan ekonomi. Tetapi, tingkat ini juga dipengaruhi oleh usaha-usaha pemasaran. Oleh karena itu, tanggung jawab pokok seorang manajer pemasaran adalah merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan yang akan membantu mencapai sasaran-sasaran penjualan, bagian pasar, dan laba untuk suatu produk. Artinya, setelah rencana pemasaran perusahaan perusahaan menetapkan peran untuk masing-masing produk dalam portofolio perusahaan, strategi pemasaran harus dikembangkan. Strategi pemasaran menentukan pendekatan yang akan diambil oleh perusahaan untuk memastikan bahwa masing-masing produk memenuhi perannya. Menurut Lamb, Hair, McDnaiel : “Strategi pemasaran meliputi kegiatan menyeleksi dan penjelasan satu atau beberapa target pasar dan mengembangkan serta memelihara suatu bauran pemasaran yang akan menghasilkan kepuasan bersama dengan pasar yang dituju”.[6] Menurut tuul dan kahle (1990) mendefinisikan: “Strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencpai tujuan perusahan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang di masuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut”.[7] Dari defenisi diatas disimpulkan bahwa titik beratnya diletakkan pada kemampuan dari perusahaan di dalam menyeleksi beberapa alat-alat dan teknik pemasaran di dalam pencapaian tujuan dari perusahaan, dengan demikian strategi pemasaran ini berfungsi untuk mengoptimalkan tujuan, sehingga dapat membantu perusahaan untuk mencapai sasaranya. B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran Untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut, maka pasti terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan tersebut, dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran Perusahaan Sumber : Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid satu, cetakan kedua, jakarta : indeks, 2007, Hal.33 Kemampuan strategi pemasaran suatu perusahaan untuk menanggapi setiap perubahan kondisi pasar dan faktor biaya tergantung pada analisis terhadap faktor-faktor berikut : a. Faktor lingkungan. Analisis terhadap faktor lingkungan seperti pertumbuhan populasi dan peraturan pemerintah sangat penting untuk mengetahui pengaruh yabng ditimbulkannya pada bisnis perusahaan. Selain itu faktor-faktor seperti perkembangan teknologi, tingkat inflasi, dan gaya hidup juga tidak boleh diabaikan. Hal-hal tersebut merupakan faktor lingkugan yang harus ditipertimbangkan sesuai dengan produk dan pasar perusahaan. b. Faktor pasar Setiap perusahaan perlu selalu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran pasar, tingkat pertumbuhan, tahap perkembangan, trend dalam system distribusi, pola perlaku pembeli, permintaan musiman, segmen pasar yang ada saat ini atau yang dapat dikembangkan lagi, dan peluang-peluang yang belum terpernuhi. c. Persaingan. Dalam kaitannya dengan persaingan, setiap peruahaan perlu memahami siapa pesaingnya, bagaimana posisi produk/pasar pesaing tersebut, apa strategi mereka, kekuatan dan kelemahan pesaing, struktur pesaing, dan kapasitas produksi para pesaing. d. Analisis kemampuan internal. Setiap perusahaan perlu menilai kekuatan dan kelemahannya dibandingkan para pesaingnya. Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi, sumber daya financial, kemampuan pemanufakturan, kekuatan pemasaran, dan basis pelanggan yang dimiliki. e. Perilaku konsumen. Perlu dipantau dan dianalisis karena hal ini sangat bermanfaat bagi pengembangan produk, desain produk, penetapan harga, pemilihan saluran distribusi, dan penentuan strategi promosi, analisis perilaku konsumen dapat dilakukan dengan penelitian (riset pasar), baik melalui observasi maupun metode survey. f. Analisis ekonomi. Dalam analisis ekonomi, perusahaan dapat memperkirakan pengaruh setiap peluang pemasaran terhadap komitmen yang diperlukan, analisis BEP (break even point), penilaian risiko/laba, dan analisis faktor ekonomi pesaing. C. Pengertian dan Prinsip-prinsip Manajemen Jasa. Pemahaman mengenai manajemen jasa dan prinsip-prinsip manajemen jasa sebagaimana manajemen produk sangat penting artinya dalam pengambilan keputusan, perilaku organisasi dan penyusunan strategi. Prof. Dr. Farida Jasfar, M.E. menyatakan : “Manajemen jasa adalah pendekatan manajemen dalam bisnis jasa, di mana aplikasi dari prosedur maupun prinsip-prinsip manajemen disesuaikan dengan sifat-sifat jasa dan sifat-sifat persaingan jasa”.[8] Prinsip-prinsip Manajemen Pemasaran Jasa, Yaitu : 1. The Profit Equation And The Business Logic, dijelaskan mengenai cara untuk merencanakan keuntungan dengan penggunaan sumber logistik yang ada. Sesuai dengan prinsip ini, keuntungan hanya akan diperoleh apabila semua sumber daya logistik yang ada diarahkan untuk memberikan kualitas jasa sesuai dengan penilaian konsumen. Untuk itu, keputusan-keputusan efisiensi, baik efisiensi internal (penggunaan modal dan tenaga kerja) maupun efisiensi eksternal (kepuasan konsumen) harus terintegrasi dengan baik. Artinya, apabila perusahaan ingin memperbaiki keputusan-keputusan di bidang eksternal, misalnya menaikkan gaji dan kesejahtraan karyawan, keputusan ini harus sejalan dengan keputusan untuk meningkatkan kepuasan konsumen melalui pelayanan yang lebih baik. 2. Decision Making Authority, yaitu dalam hak atau otoritas dalam pengambilan keputusan haruslah dapat didesentralisasi, yang berarti keputusan-keputusan penting diserahkan kepada personel yang melakukan kontak langsung dengan konsumen. Hal ini sangat penting dalam manajemen jasa, karena sifat jasa yang melibatkan konsumen di dalam proses, maka yang disebut dengan moment of truth ni sangat menentukan. Apabila ksempatan ini tidak dimanfaatkan oleh personel yang terlibat langsung, maka bisa saja kesempatan ini hilang, yang akan mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap kualitas jasa yang diberikan. 3. Organization Focus, struktur maupun pelaksana fungsi-fungsi organisasi harus ditujukan kepada pengerahan (mobilisasi) sumber-sumber daya, seperti manajemn dan staf yang bertugas di belang (back office) untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan di garis depan (fron line). Hal ini mensyaratkan suatu bentuk struktur organisasi yang lebih mendatar, yang tidak terlalu banyak memiliki birokrasi. 4. Supervisory Focus, pada pendekatan manajemen biasa, sistem supervise lebih ditekankan kepda pengendalian mutu dengan membandingkan antara standar yang telah ditetapkan denga pelaksanaannya. Di dalam manajemen jasa, supervise ini tidak dapat dilakukan, karena sifat dan proses jasa yang sangat berbeda dengan produk serta banyak jenis jasa yang tidak dapat dibuat standarnya secara sempurna. Sistem supervise yang paling mungkin dilakukan adalah dengan mendorong personel yang langsung menangani konsumen melalui sistem penghargaan (reward system) khusus, dengan selalu menekankan kepada mereka budaya kualitas. 5. Reward Systems, pada umumnya sistem penghargaan (reward system) dalam manajemen jasa berkaitan dengan cara melakukan supervise, seperti telah dijelaskan pada prinsip keempat. Reward system didasarkan kepada kualitas jasa yang diberikan, yang ukurannya adalah kepuasan konsumen. Apabila konsumen sangat puas, maka penghargaan (uang atau non-uang) yang didapat lebih besar daripada apabila konsumen cukup puas. Cara mengukur tingkat kepuasan konsumen ini sebagai konsumen dasar untuk memberikan penghargaan kepda karywan, dapat dilakukan : misalnya melalui survey konsumen untuk mendapatkan tanggapannya terhadap kualitas jasa yang telah di terimanya. 6. Measurement Focus, cara mengukur atau ukuran-ukuran yang dipakai dalam melaksanakan prinsip-prinsip monitoring maupun prinsip pemberian penghargaan haruslah jelas dan selalu dikembangkan agar ukuran-ukuran ini dapat disesuaikan dengan kondisi atau waktu. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, ukuran yang tepat digunakan adalah tingkat kepuasan konsumen yang sangat berkaitan dengan bagaimana persepsi konsumen terhadap jasa yang diterima atau dikonsumsinya, ukuran-ukuran efisiensi internal merupakan alat ukur lain yang dapat dipakai untuk mengetahui bagaimana mereka melakukan tugasnya. Menurut corey (dalam dolan, 1991), strategi pemasaran terdiri atas lima elemen yang saling berkait. Kelima elemen tersebut adalah : 1. Pemilihan Pasar, yaitu memilih pasar yang akan dilayani. Keputusan ini didasarkan pada faktor-faktor (jain,1990). a. Persepsi terhadap fungsi produk danpengelompokan teknologi yang dapat di proteksi dan didominasi. b. Keterbatasan sumber daya internal yangmendorong perlunya pemusatan (focus) yang leibh sempti. c. Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada trial-and-error di dalam menanggapi peluang dan tantangan. d. Kemampuan khusus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar yang terproteksi. Pemilihan pasar dimulai dengan melakukan segmentasi pasar dan kemudian memilih pasar sasaran yang paling memungkinkan untuk dilayani oleh perusahaan. 2. Perencanaan Produk, meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk, dan desain penawaran individual pada masing-masing lini. Produk itu sendiri menawarkan manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian. Manfaat tersebut meliput produk iti sendiri, nama merek produk, ketersediaan produk, jaminan atau garansi, jasa reparasi, dan bantuan teknis yang disediakan penjual, serta hubungan personal yang mungkin terbantuk di antara pembeli dan penjual. 3. Penetapan Harga, yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan. 4. System Distribusi, yaitu saluran perdagangan grosir dan eceran yang dilalui produk hinga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya. 5. Komunikasi Pemasaran (promosi), yang meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public relations. D. Strategi Bauran Pemasaran Pada tahap ini, seorang manajer mulai memaparkan secara garis besar strategi pemasaran yang akan digunakannya sepanjang periode yang akan datang. Sebelumnya, mari kita rumuskan dulu apa yang sebenarnya dimaksudkan dengan strategi bauran pemasaran yaitu : pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan terlebih dulu, didalamnya tercantum keputusan-keputusan pokok mengenai terget pasar, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaran yang diperlukan. Dalam mengembangkan strategi pemasaran yang akan dipilihnya, seorang manajer menghadapi sejumlah besar pilihan. Setiap sasaran dapat saja dicapai melalui berbagai cara. Misalnya saja sasaran dapat meningkatkan hasil penjulan sebesar 10% dapat diraih dengan menaikkan harga jual seluruh unit, meningkatkan volume seluruh penjulan dan/atau menjual volume yang lebih banyak dengan harga jual yang lebih tinggi, kemudian masing-masing sasaran inipun dapat dicapai dengan berbagai jalan lagi. Seluruh volume penjulan dapat ditingkatkan dengan mempercepat tingkat pertumbuhan pasar dan/atau bagian pasar. Dengan setiap kali menelusuri masing-masing sasaran, manajer akan mampu mengidentifikasi pilihan strategi dasar bagi produknya. Pada gilirannya pertumbuhan pasar yang lebih pesat bisa dihasilkan dengan ditemukannya pilihan strategi dasar dari berbagai alternatif tadi, sebaiknya disusun satu formula strategi dengan mengambil produk Jasa kurir, pergudangan, pengangkutan dan pengepakan. Maka manajer produk tadi dapat membantu suatu pernyataan mengenai strategi dasar sebagai berikut : Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atas keandalan produk ini, perusahaan akan melancarkan kampanye periklanan yang gencar. Disamping itu perusahaan akan menjadwalkan suatu program promosi agar bisa menarik perhatian konsumen untuk menggunakan jasa tersebut dan juga pendistribusi dengan cara memperluas daerah pangsa pasar. Dalam mengembangkan strategi apapun tentu saja seorang manajer produk harus membahasnya dengn pihak-pihak yang banyak mengetahui kerjasamanya sangat berarti dalam menemukan sukses atau gagalnya strategi bauran pemasaran tersebut. Menurut Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani : Bauran Pemasaran Jasa (marketing mix) merupakan alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur suatu program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan positioning yang ditetapkan dapat berjalan sukses”.[9] Bauran pemasaran pada produk barang yang kita kenal selama ini berbeda dengan bauran pemasaran untuk produk jasa, Hal ini terkait dengan perbedaan karakteristik jasa dan barang yang bersifat berwujud dan tidak berwujud. Tugas pemasar adalah merencanakan kegiatan pemasaran dan merakit program pemasaran yang sepenuhnya terpadu untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai bagi konsumen. Program pemasaran terdiri dari sejumlah keputusan tentang kegitan pemasaran yang meningkatkan nilai untuk digunakan. Kegiatan-kegiatan pemasaran tampil dalam semua bentuk. Satu lukisan tradisional tentang kegiatan pemasaran adalah dari segi bauran pemasaran. Menurut McCarthy : “Bauran Pemasaran adalah sebagai perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan pemasarannya”.[10] 1. STRATEGI PRODUK. Bahwa produk berpendapat bahwa para konsumen akan menunjukkan produk-produk yang memberikan kualitas, penampilan dan ciri-ciri yang terbaik. Manajemen dalam organisasi yang berorientasi pada produk demikian memusatkan energi mereka untuk membuat produk yang baik dan terus-menerus meningkatkan mutu produk tersebut. Para manajer ini berasumsi bahwa para pembeli mengagumi produk yang dibuat dengan baik, bahwa pembeli dapat menghargai kualitas produk-produk dan pelayanannya serta bersedia membayar produk yang tergolong istimewa itu dengan harga yang lebih mahal. Banyak diantara manajer ini yang terpukau pada produk mereka saja, dan mereka tidak lagi memahami bahwa mungkin minatnya beralih ke orang lain. Variabel ini mempunyai kedudukan atau peranan dari keseluruhan elemen bauran pemasaran (marketing mix) karena merupakan aspek yang pertama sekali diperhatikan oleh konsumen sebelum sampai pada variabel-variabel lainya. Proses perencanaan strategi produk meliputi beberapa langkah, yaitu : 1. Analisis situasi. Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal dan lingkungan eskternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki, seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan tersebut. 2. Penentuan tujuan produk. Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atau mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan. 3. Penentuan sasaran pasar/produk. Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan ataupun melakukan segmentasi. Dengan demikian, alternatif yang dapat dipilih adalah produk standar, customized product, maupun produk standar dengan modifikasi. 4. Penentuan anggaran. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah penyusunan anggaran. Anggaran ini bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi, sekaligus pengendalian. 5. Penetapan Strategi Poduk. Dalama tahap ini, alternatif-alternatif strategi poduk dianalisis dan dinilai keunggulan dan kelamahannya, kemudian dipilih yang paling baik dan layak untuk kemudian diterapkan. Strategi produk yang dapat dipilih akan di bahas pada bagian tersendiri. 6. Evaluasi pelaksanaan strategi. Aktivitas yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan rencana yang telah disusun. Menurut Philip Khotler : “Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan”.[11] Produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat, properti, organisasi, dan gagasan. Secara umum produk dapat diartikan sebagai sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelian dan penggunaan atau konsumsi yang dapat digunakan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. 2. STRATEGI HARGA Strategi penentuan harga dapat dianalogikan seperti tumpuan berkakai tiga di mana tiga buah kaki mendasari adalah biaya, kompetisi, dan nilai. Biaya yang akan ditutupi menjadi lantai dari tumpuan berkaki tiga tersebut terhadap harga yang akan dikenakan terhadap suatu produk jasa tertentu; sementara nilai dari produk jasa tersebut menjadi atap, dimana harga yang dikenakan pesaing untuk produk jasa pengganti atau sejenis terletak antara atap dan lantai dari tumpuan berkaki tiga. Perusahaan yang mencari keuntungan harus dapat menutup semua biaya dalam memproduksi jasa tersebut dan pemasaran jasa tersebut kemudian menambahkan margin agar mendapatkan keuntungan yang memuaskan. Harga juga memainkan peranan yang penting dalam mengomunikasikan kualitas dari jasa tersebut. Dengan ketiadaan petunjuk-petunjuk yang bersifat nyata, konsumen mengasosiasikan harga yang tinggi dengan tingkat kinerja suatu produk jasa yang tinggi pula. Harga bisa diungkapkan dengan berbagai istilah, misalnya iuran, tarif, sewa, bunga, premium, komisi, upa, gaji, honorarium, SPP, dan sebagainya. Dari sudut pandangan pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. Strategi Dan Taktik Penentuan Harga Ada beberapa strategi dan taktik dalam penentuan harga jasa. Morris mejelaskan jenis-jenis strategi penentuan harga sebagai berikut : 1. Strategi berdasarkan biaya. a. Penentuan harga markup (Markup Pricing) atau biaya plus (Cost-plus-pricing). b. Penentuan harga berdasarkan sasaran pengembalian (Target Return Pricing). 2. Strategi berdasarkan pasar. a. Penentuan harga dasar (Floor Pricing). b. Penentuan harga penetrasi (Penetration Pricing) c. Penentuan harga paritas (Parity Pricing [Going Rate]) d. Penentuan harga premium (Premium Pricing [Skimming]). e. Price leadership pricing. f. Stay out pricing g. Bundle pricing h. Penentuan harga berdasarkan nilai [diferensial] (Value-based Pricing [Differentials]). i. Penentuan harga manfaat-kotor (Gross-benefit Pricing). Taktik penentuan harga. `Terdapat berbagai macam taktik yang bisa digunakan oleh berbagai perusahaan jasa untuk menetapkan harga layanan jasa kepada konsumen. Adapun berbagai taktik tersebut adalah: 1. Penentuan harga biaya-plus (Cos-plus Pricing). Penentuan harga dilakukan dengan menaikkan (markup) harga sekian persen dari total biayanya. 2. Penentuan harga berdasarkan tingkat pengembalian (rate of return pricing). Penentuan harga ditentukan untuk mencapai tingkat pengembalian atas investasi (return of investment-ROI) atau pengembalian atas aktiva (Return of Assets-ROA) yang ditargetkan. Penentuan harga ini disebut juga penentuan harga berdasarkan sasaran pengembalian. 3. Penentuan harga paritas persaingan (competitive parity pricing). Penentuan harga ditentukan berdasarkan harga yang ditentukan oleh pemimpin pasar. Hamper sama dengan taktik ini adalah parity pricing (Going Rate), yaitu penentuan harga dibut sama dengan harga rata-rata yang ditetapakan oleh pasar. 4. Penentuan harga rugi (Loss Leading Pricing). Penentuan harga awal ditentukan pada harga yang rendah-bahkan kadang merugi-dengan tujuan jangka pendek, yaitu mendapat posisi di pasar atau meningkatkan pangsa pasar. Hamper sama dengan taktik ini adalah stay out pricing, yaitu penentuan harga yang rendah (di bahwa BEP) dengan tujuan untuk menurunkan tingkat masuknya pesaing baru ke dalam pasar. 5. Penentuan harga berdarkan nilai (Value-based Pricing). Penentuan harga ditentukan atas dasar nilai jasa yang dipersepsikan oleh segmen konsumen tertentu. Penentuan harga ini disebut pendekatan pasar (market-driven approach), di mana tindakan dilakukan untuk memperkuat positioning jasa dan manfaat yang diterima konsumen dari jasa tersebut. 6. Penentuan harga relasional (Relationalship Pricing). Penentuan harga didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan atas seluruh jasa yang disediakan untuk konsumen dan atas potensi keuntungan di masa depan dalam jangka waktu tertentu, seringkali dalam seluruh hidup konsumen. Relatinalship pricing merupakan pendekatan pasar terorientasi (Market-oriented Approach) dari penentuan harga berdasarkan nilai (Value-based Pricing). Penentuan harga berdasarkan nilai bertujuan untuk membantu memosisikan jasa dan menampilkan fakta dimana para konsumen mau membayar lebih untuk manfaat yang dirasakan oleh produk utama dan produk sampingan. Sebuah pendekatan yang biasanya digunakan perusahaan untuk meningkatkan produk sampingan . sebuah pendekatan yang biasanya digunakan perusahaan untuk meningkatkan produk sampingan dan mencapai peningkatan harga adalah dengan jaminan jasa yang tidak bersyarat. 7. Penentuan harga fleksibel (Flexible Pricing). Penentuan harga ini bersifat fexible, dipengaruhi oleh faktor bisnis jasa yang digeluti. Contoh : Jasa layanan hotel akan menetapkan harga yang berbeda pada musim yang berbeda. 8. Penentuan harga dengan diskon (Discount Pricing). Penentuan harga di bahwa harga standar. Oleh karena itu, dalam perusahaan jasa memerlukan adanya jasa perantara, agen, ataupun broker dimana mereka layak mendapatkan komisi. 9. Penentuan harga dengan mengalihkan (Diversionary Pricing). Penentuan harga dengan adanaya pembedaan teknik dasar yaitu menetapkan harga yang murah pada jasa inti, sementara jasa lain yang bersamaan dengan konsumsi jasa tersebut dibuat standar atau lebih tinggi. Hampir sama dengan taktik ini adalah gross-benefit pricing, dimana harga ditentukan dibawah biaya total satu produk dalam lini produk, tetapi relatif tinggi untuk produk lain yang berfungsi sebagai barang komplemen/pelengkap langsung dalam lini tersebut. 10. Penentuan harga dengan jaminan (Guarantee Pricing). Penentuan harga dimana penyedia jasa memberikan jaminan atas produknya namun dengan harga yang relative lebih mahal. 11. Penentuan harga dengan mempertahankan Harga yang Tinggi (High Price Maintenace pricing). Penentuan harga di mana penyedia jasa berani untuk member harga yang tinggi, karena jika turun, maka reputasi akan tururn. 12. Penentuan harga saat ramai (Peka Load Pricing). Penentuan harga di mana penyedia jasa menetapkan harga jasa yang lebih mahal pada saat peak (masa ramai) karena biaya yang lebih tinggi yang harus ditanggung produsen ketika masa ramai disbanding masa sepi. 13. Penentuan harga tersembunyi (Offset Pricing). Penentuan harga dengan adanya beberapa komponen harga yang”disembunyikan” penentuan harga yang tertera tidak seluruhnya merupakan harga akhir yang harus dibayar oleh konsumen. 14. Diskriminasi Harga derajat Pertama (First-degree Price Discrimination). Penentuan harga dengan menjual setiap unit dari sebuh produk jasa secara terpisah dan meng-charge harga tertinggi yang mungkin untuk setiap layanan jasa yang ditawarkan. Contoh : dengan asumsi bahwa si penyedia jasa mengenal konsumennya, amka UI akan menetapkan SPP yang mahal kepada mereka yang mampu dan memberikan keringanan bagi mereka yang kurang mampu. 15. Diskriminasi harga derajat kedua (First-degree Price Discrimination). Penentuan harga yang seragam pada layanan jasa diukur dalam satuan kuantitas tertentu dan harga yang leibh murah (atau lebih tinggi) lagi pada setiap tambahan satuan kuantitas dalam masa konsumsi yang sama, dan seterusnya demikian. Contoh : tarif progresif pajak, adanya pembedaan tarif dasar listrik berdasarkan satuan Kwh. 16. Diskriminasi harga derajat ketiga (Third-degree Price Discrimination). Penentuan harga yang berbeda pada layanan jasa yang sama dalam pasar yang berbeda hingga pendapatan marginal dari layanan jasa terakhir yang dijual di setiap pasar yang berbeda sama dengan biaya marginal dari layanan jasa tersebut. Contoh : perbedaan harga yang dikenakan oleh jasa angkutan udara, adanya tarif reguler dan tarif khusus. 17. Tarif dua bagian (Two Part Tarif). Penentuan harga dimana konsumen membayar biaya awal untuk hak mengonsumsi layanan jasa tersebut dan membayar pula biaya penggunaan atau harga untuk setiap layanan jasa yang mereka konsumsi. Contoh : biaya pemakaian telephon. Adanya biaya abonemen dan selanjutnya konsumen membayar pulsa untuk setiap pemakaiannya. 18. Penentuan harga paket (Price Bundling). Penentuan harga dimana menjual satu atau lebih produknya layanan jasa sebagai sebuah paket. Contoh : Perusahaan jasa pengiriman yang menyediakan jasa kurir, pengepakan, pengangkutan, dan pergudangan untuk barang tertentu. 3. STRATEGI DISTRIBUSI. Strategi distribusi berkenaan dengan penentuan dan manajemen saluran distribusi yang dipergunakan oleh produsen untuk memasarkan barang dan jasanya, sehingga produk tersebut dapat sampai di tangan konsumen sasaran dalam jumlah dan jenis yang dibuthkan, pada waktu diperlukan, dna di tempat yang tepat. Secara garis besar terdapat enam macam distribusi yang dapat digunakan , yaitu : 1. Strategi struktur saluran distribusi 2. Strategi cakupan distribusi 3. Strategi saluran distribusi berganda. 4. Strategi modifikasi saluran distribusi. 5. Strategi pengendalian saluran distribusi. 6. Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi. 1. Strategi struktur saluran distribusi. Strategi ini berkatian dengan penentuan jumlah perantara yang digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen. Alternatif yang dipilih dapat berupa distribusi langsung (direct channel) atau distribusi tidak langsung (indirect channel). Tujuan dari strategi ini adalah untuk mencapai jumlah pelanggan yang optimal pada waktu yang tepat dan dengan biaya yang rendah namun dapat meraih dan menjaga tingkat pengendalian distribusi tertentu. Ada banyak manfaat dari distribusi langsung. Perusahaan dapat mengetahui perubahan sikap pelanggan sehingga dapat menyesuaikan bauran pemasarannya. Jika dalam menyampaikan barang itu diperlukan jasa teknis khusus, pemasar dapat mengembangkan armada penjual yang lebih baik daripada perantara. Perusahaan juga dapat memiliki tingkat pengendalian distribusi yang besar. Meskipun demikian, distribusi langsung ini biasanya membutuhkan dana dan sumber daya manusia yang besar. 2. Strategi cakupan distribusi. Strategi ini berkaitan dengan penetuan jumlah perantara di suatu wilayah atau market exposure. Tujuan dari strategi ini adalah melayani pasar dengan biaya yang minimal namun bisa menciptakan citra produk yang diinginkan. Strategi ini ada tiga macam dan pemilihan masing-masing strategi mensyaratkan pemahaman pemasar mengenai kebiasaan pembeli pelanggan, tingkat gross margin dan turnover, kemampuan retailer dalam memberi jasa dan mejual selurh produk perusahaan serta kelas produk a. Distribusi selektif, yaitu produsen hanya menunjukkan satu orang perantara khusus untuk menyalurkan barangya di daerah atau wilayah tertentu, dengan syarat perantara itu tidak boleh menjual produk produsen lain. b. Distribusi intensif, yaitu produsen berusaha menyediakan produknya di semua retail outlet yang mungkin memasarkannya. c. Distribusi selektif, yaitu strategi menempatkan produk perusahaan di beberapa retail outlet saja dalam suatu daerah tertentu. Keuntungan dari strategi ini adalah mampu mendapatkan cakupan besar yang cukup luas dengan tingkat pengendalian yang besar tanpa biaya tinggi. Di samping itu, strategi ini juga memberikan laba yang cukup besar bagi produsen dan perantara itu sendiri. 3. Strategi saluran distribusi berganda. Saluran distribusi yang berbeda mungkin dibutuhkan untuk mencapai segmen2 pelanggan yang berbeda dalam pasar yang luas. Oleh karena itu beberapa perusahaan menerapkan strategi saluran distribusi berganda (multiple channel strategy, yaitu penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segmen pelanggan.tujuannya dalah untuk memporoleh akses yang optimal pada setiap segmen. Saluran distribusi berganda terdiri dari dua jensi, yaitu : a) Saluran komplementer, yaitu jika masing-masing saluran menjual produk yang tidak saling berhubungan atau melayani segmen pasar yang tidak saling berhubungan. Tujuan dari penggunaan saluran komplementer adalah untuk mencapai segmen pasar yang tidak dapa dicapai oleh saluran distribusi perusahaan yang ada sekarang. b) Saluran kompetitif, yaitu jika produk yang sama dijual melalui dua saluran yang berbeda tapi bersaing satu sama lain. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan penjualan. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa jika para distributor harus saling bersaing, baik dalam menjual produk perusahaan maupun produk perusahaan lainnya, maka masing-masing distributor akan bekerja dan berusaha secara gigih. 4. Strategi modifikasi saluran distribusi. Strategi modifikasi saluran distribusi (channel modification strategy) adalah strategi mengubah susunan saluran distribusi yang ada berdasarkan evaluasi dan peninjauan ulang. 1) Evaluasi saluran Pada saluran ini harus menggunakan kriteria-kriteria yang tepat, yaitu : a. Biaya distribusi. Dalam hal ini informasi yang dibutuhkan adalah klasifikasi biaya utama serta sub-biaya utama, misalnya biaya persediaan, biaya pemrosesan pesanan, biaya transportasi, biaya pengepakan, biaya pergudangan, dan lain-lain. b. Cakupan pasar (penetrasi), yaitu memprediksi perubahan penjualan jika penetrasi baru benar-benar dilakukan. c. Layanan pelanggan (customer services), yaitu mengidentifikasi jasa pelayanan yang dinginkan pelanggan dan kemudian memilih saluran distribusi dengan cara mencocokkan kesanggupan dan kesediaan setiap alternatif saluran untuk memberi jasa yang dimaksud. d. Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran. Pengendalian berata mengambil tindakan atau langkah-langkah yang dapat mengurangi gap antara hasil yang diharapkan dengan hasil aktual. 2) Modifikasi saluran. Perubahan dapat dilakukan dengan menambah atau mengurangi anggota di dalam saluran, menambah atau mengurangi saluran pasar khusu, atau mendirikan saluran yang baru untuk menjual barng diseluruh pasar. Setiap perubahan yang dilakukan harus sesuai dengan strategi pemasaran keseluruhan, dalam arti pengaruh perubahan tersebut terhadap unsur-unsur bauran pemasaran lainnya. 5. Strategi pengendalian saluran distribusi. Saluran pemasaran konvensional biasanya terdiri dari produsen, pedagang grosir, dan pengecer bebas, yang masing-masing berupaya memaksimalkan labanya masing-masing. Tidak satu pun anggota saluran itu dapat mengendalikan anggota yang lain. Bagi kebanyakan perusahaan, pengendalian terhadap anggota saluran lainnya merupakan faktor yang penting karena dapat menimbulkan skala ekonomis usaha, pembelian barang menjadi murah, dapat menerapkan iklan bersama, dan mampu memperkerjakan ahli pemasaran. 6. Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi. Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan adanya kerja sama antarsaluran meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi gontok-gontoka. Konflik dapat bersifat horizontal dan vertikal. Konflik juga dapat timbul antara saluran yang satu dengan saluran yang lain yang menjual produk sama dan kepasar yang sama. Oleh karena hal tersebut suatu perusahaan dapat menerapkan salah satu strategi atau beberapa strategi berikut : 1. Bargaining strategy, yaitu salah satu anggota saluran berinisiatif sendiri dalam proses tawar-menawar di mana ia bersedia mengalah, dengan harapan pihak lain juga berbuat serupa. 2. Boundary strategy, yaitu menangani konflik dengan diplomasi, di mana kedua belah pihak mengirim wakil-wakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang terjadi. 3. Interpenetration strategy, yaitu pemecahan konflik dengan interaksi informal yang sering dengan melibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan masing-masing. 4. Superorganization strategy, yaitu menggunakan pihak ketiga yang netral tnuk menangani konflik. 5. Superordinate goal strategy, yaitu para anggota saluran yang berkonflik menetapkan tujuan bersama. 6. Exchange of person stategy, yaitu masing-masing pihak yang berkonflik saling bertukar personil. 7. Cooptation, yaitu menggunakan pimpinan organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasihat atau dewan direktur untuk didengarkan pendapatnya dalam mengatasi konflik. Tujuan utama dari seluruh strategi di atas adalah untuk menghasilakn solusi yang dapat diterima semua pihak yang berselisih sehingga akhirnya mereka mau bersama-sama melaksanakan apa yang telah disepakati. 4. STRATEGI POMOSI. Strategi promosi berkaitan dengan masalah-masalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian komunikasi persuasif dengan pelanggan. Strategi promosi ini biasanya untuk menentukan proporsi personal selling, iklan, dan promosi penjulan. Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak pernah membelinya. Pentingya promosi dapat digambarkan lewat perumpaan bahwa pemasaran tanpa promosi dapat diibaratkan seorang pria berkaca mata hitam yang dari tempat gelap pada malam kelam mengedipkan matanya pada seorang gadis cantik di kejauhan. Tak seorang pun yang tahu apa yang dilakukan pria tersebut, selain dirinya sendiri. a. Bauran promosi Meskipun secara umum bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang sama, tetapi bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas khususnya, yaitu : 1. Personal selling Adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. Dimana penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasasi seni menjual, seperti cara mendekati pelanggan, memberikan peresentasi dan demonstrasi, mengatasi penolakan pelanggan, dan mendorong pembeli, mempunya kemampuan bernegosiasi tentang syarat-syarat penjualan, dan harus tau cara membina dan memelihara hubungan baik dengan para pelanggan. 2. Mass selling, terdiri atas periklanan dan publisitas. Merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan alternatif yang lebih murah untuk menyampaikan informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas, terdiri dari iklan dan publisitas. a. Iklan. Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Paling tidak ini dapat dilihat dari besarnya anggaran belanja iklan yang dikeluarkan setiap perusahaana untuk merek-merek yang dihasilkanya. Tabel 1.1 10 Pengiklan Terbesar Di Indonesia 2010 (Dalam Milyar Rupiah) IKLAN ANGGARAN IKLAN Calon presiden dan wakil presiden 308 Axis 292 Partai golkar 273 Excelcomindo 261 Three 243 Indosat 234 Telkomsel 218 Agua 211 Mobile 8 177 Shampoo Clear 177 Sumber: http://teknologi.vivanews.com/news/read/1030466_dari_10_pengiklan_terbesar_operator_telco, 17desember 2010. b. Publisitas. Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, yang aman orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar ntuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan. Dibandingkan dengan iklan, publisitas mempunyai keredibilitas yang lebih baik, karena pembenaran (baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan. Di samping itu karena pesan publisitas dimasukkan dalam berita atau artikel koran, tabloid, majalah, radio, dan televisi, maka khalayak tidak memandangnya sebagai komunikasi promosi. 3. Promosi penjualan. Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Melalui promosi penjualan diharapkan perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong peanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan pembelian tanpan rencana sebelumnya, atau mengupayakan kerja sama yang lebih erat dengan pengecer. Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. a. Costomer promotio, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang/mendorong pelanggan untuk membeli. b. Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk mendorong/merangsang pedagang grosir, pengecer, ekportir, dan importir untuk memperdagangkan barang/jasa dari sponsor. c. Sales-force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjual. d. Business promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memperoleh pelanggan baru, mempertahankan kontak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama, dan mendidik pelanggan. 4. Public relations (hubungan masyarakat). Public relations merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut. Yang dimaksud dengan kelompok-kelompok itu adalah mereka ang terlibat, mempunyai kepentingan, dan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan. 5. Direct marketing. Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi. Dalam direct marketing, komunikasi promosi ditunjukan langsung kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi konsumen yang bersangkutan, baik melalui telephon, pos atau dengan datang langsung ke tempat pemasar. Secara garis besar, strategi pemasaran jasa yang pokok berkaitan dengan tiga hal berikut : 1. Melakukan Diferensiasi Kompetitif. Perusahaan jasa perlu melakukan diferensiasi melalui inovasi yang bersifat pre-emptive dalam jangka panjang. Pre-empetive di sini maksudnya adalah implementasi suatu strategi yang baru bagi suatu bisnis tertentu, karena merupakan yang pertama maka dapat menghasilkan keterampilan atau aset yang dapat merintangi, mencegah atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya. Perusahaan jasa dapat mendiferensiasikan dirinya melalui citra di mata pelanggan, misalnya melalui simbol-simbol dan merek yang digunakan. Selain itu perusahaan dapat melakukan diferensiasi kompetitif dalam penyampaian jasa (servis delivery) melakui 3 aspek yang juga dikenal dengan 3P dalam pemasaran jasa, yaitu melalui : 1. Orang (People). Perusahaan jasa dapat membedakan dirinya dengan cara merekrut dan melatih karyawan yang lebih mampu dan lebih dapat diandalkan dalam berhubungan dengan pelanggan, daripada karyawan pesaingnya. 2. Lingkungan fisik (Physical Environmet). Perusahaan jasa dapat mengembangkan lingkungan fisik yang lebih atraktif. 3. Proses (Process). Perusahaan jasa dapat merancang proses penyampaian jasa yang superior, misalnya Home banking yang dibentuk oleh bank tertentu. 2. Mengelola Kualitas Jasa. Cara lain untuk melakukan diferensiasi adalah secara konsisten memberikan kualitas jasa yang lebih baik daripada para pesaing. Hal ini dapat tercapai dengan memenuhi atau bahkan melampaui kualitas jasa yang diharapkan oleh para pelanggan. Kualitas jasa sendiri dipengaruhi oleh dua variabel, yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expected service). Bila jasa yang dirasakan lebih kecil daripada yang diharapkan, maka para pelanggan menjadi tidak tertarik lagi pada penyedia jasa yang bersangkutan. Sedangkan bila yang terjadi adalah sebaliknya (perceived > expected), maka ada kemungkinan para pelanggan akan menggunakan penyedia jasa itu lagi. 3. Mengelola produktifitas Ada enam pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktifitas jasa, yaitu : 1. Penyedia jasa bekerja lebih keras atau dengan lebih cekatan daripada biasanya. 2. Meningkatkan kuantitas jasa dengan mengurangi sebagian kualitasnya. 3. Mengindustrialisasikan jasa tersebut dengan menambah perlengkapan dan melakukan standardisasi produksi. 4. Mengurangi atau menggantikan kebutuhan terhadap suatu jasa tertentu dengan jalan menemukan suatu solusi berupa produk, seperti halnya TV menggantikan hiburan luar rumah, pakaian wash-and-wear mengurangi kebutuhan akan commercial laundries. 5. Merancang jasa yang lebih efektif. 6. Memberikan insentif kepada para pelanggan untuk melakukan sebagian tugas perusahaan. BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT. CAKRA LINTAS BUANA MEDAN A. Sejarah Ringkas Organisasi Perusahaan 1. Sejarah Ringkas Perusahaan PENDAHULUAN Melihat semakin sempitnya kesempatan lowongan pekerjaan dan diawali dengan pekerjaan iseng pada tahun 1998 Bapak Marihot Hutape melihat rekannya yang sedang melakukan usaha penjualan parcel yang pada saat itu menjamur di hari-hari menjelang perayaan hari besar. Melihat usaha tersebut sangat diminati orang pada saat itu dan juga sangat berpeluang, maka Bapak Marihot mencoba untuk menawarkan diri kepada temannya untuk membantu mengantar parcel tersebut ke tempat tujuan dengan kompensasi biaya pengantaran dengan tariff per alamat. Setelah menjalani pekerjaan tersebut Bapak Marihot melihat pekerjaan tersebut tidak dapat berkesinambungan karena pesanan parcel akan ramai menjelang perayaan hari besar dan akan sepi setelah selesai perayaan hari besar tersebut, tetapi Bapak Marihot Hutapea melihat adanya peluang usaha dan pekerjaan pada sektor jasa pelayanan pengantaran paket – paket tersebut dengan mengembangkannya pada sektor pelayanan jasa pengantaran surat – surat dengan jangakauan khusus dalam kota. Maka Pak Marihot mencoba menghubungi teman dan juga keluarga yang pada saat itu memiliki usaha percetakan agar dapat membantu untuk mengantarkan brosur promosi dan juga penawaran kerjasama perusahaan mereka kepada perusahaan lain dengan sasaran usaha restaurant untuk mencetak promosi kemasan nasi kotak dengan logo restaurant mereka dan juga perkantoran untuk percetakan kop surat dan ATK perusahaan tersebut dan lain – lain yang berhubungan dengan percetakan. Penawaran dan saran Pak Marihot tersebut sangat disambut positif, dan kemudian bertugas untuk menyebarkan surat-surat penawaran dari percetakan tersebut ke perusahaan – perusahaan dan juga restaurant yang ada didalam kota. Beberapa waktu kemudian ternyata penawaran dan promosi percetakan tersebut berhasil menerima banyak pesanan pencetakan ATK dan bosur dari perkantoran maupun restaurant dan hal ini sangat menguntungkan bagi usaha percetakan dan tentunya juga bagi Pak Marihot. Melihat peluang kerjasama yang saling menguntungkan tersebut, kemudian didirikanlah usaha kecil yaitu jasa CITY COURIER atau lebih tepatnya jasa pengantaran surat – surat dan paket didalam kota yang diberi nama Cakra Pusaka Express. Seiring dengan waktu dan juga sambutan positif terhadap usaha tersebut, akhirnya Cakra Pusaka Express menerima penawaran kerjasama dari beberapa perusahaan Telekomunikasi dan juga Perbankan untuk mengantarkan surat atau document penting dan juga penawaran – penawaran kerjasama antar perusahaan didalam kota. Setelah semakin dikenalnya jasa City Courier kemudian pada tahun 2000 Cakra Pusaka Express mencoba untuk mengembangkan usaha dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan titipan kilat yang berada diluar dari kota medan, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Kemudian Cakra Pusaka Express dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan titipan kilat yang berada di Jakarta dan menjadi agen perwakilan untuk pendistribusian seluruh barang – barang dari Jakarta di Medan. Hingga pada tahun 2005 Cakra Pusaka Express semakin berkembang dan menjadi perusahaan tunggal yang berdiri sendiri dan berganti nama menjadi PT.Cakra Lintas Buana dan bekerjasama dengan beberapa perusahaan expedisi dan titipan kilat di seluruh Indonesia untuk pelayanan Jasa Kurir, Packaging, Warehousing dan Trucking untuk tujuan Domestic, dan juga pelayanan jasa export dan import handling. Dan hal ini tentunya didukung dengan penambahan tenaga kerja yang handal dan professional dan juga armada pengangkutan seperti sepeda motor dan juga mobil pickup dan mobil box serta didukung oleh fasilitas telekomunikasi internet dan program komputerisasi untuk kelancaran dan ketepatan waktu proses pendistribusian paket dan barang – barang pelanggan baik perorangan maupun instansi. Saat ini PT.Cakra Lintas Buana juga terus berusaha memberikan inovasi pelayanan jasa kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan mitra usaha khususnya instansi swasta dan instansi pemerintah GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT.CAKRA LINTAS BUANA Pada Tahun 1998 Bapak Marihot Hutapea sebagai Direktur Utama mendirikan sebuah perusahaan Jasa di Jl. Tanah Lapang Kecil No.13 Medan yang bernama CAKRA PUSAKA EXPRESS yang bergerak dibidang Jasa City Courier yaitu pelayanan jasa pengantaran dokumen atau surat – surat dengan tujuan didalam wilayah kota medan, yang secara bertahap dan sesuai dengan perkembangan usaha maka pada tahun 2005 berganti nama menjadi PT.Cakra Lintas Buana dengan pengembangan jasa pelayanan untuk wilayah didalam kota medan maupun diluar kota medan atau diseluruh kota di Indonesia dan juga mencakup wilayah mancanegara. PT.Cakra Lintas Buana berjalan dari tahun ke tahun dengan pengembangan usaha dan jaringan yang sangat baik dan mampu memberikan berbagai pelayanan jasa sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan hal ini tentunya didukung oleh pengembangan management, fasilitas pengangkutan mobil box dan pickup, sepeda motor untuk proses pengantaran barang – barang ataupun paket juga surat – surat penting dan mitra usaha di kota – kota lain yang sangat professional. Dan sesuai dengan pengembangan usaha dan juga kebutuhan pelanggan maka pada tahun 2007 PT.Cakra Lintas Buana mendirikan beberapa kantor cabang di wilayah medan – pinang baris, medan – tuntungan dan juga medan – Helvetia. Hal ini tentunya untuk memenuhi kritik dan saran pelanggan yang berada di kota medan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa pengiriman paket dan barang – barang yang berada lebih jauh dari lokasi kantor PT.Cakra Lintas Buana. Kemudian PT.Cakra Lintas Buana juga meningkatkan pelayanannya dibidang jasa dengan pengembangan pelayanan : – City Courier – Domestik Courier – International Courier – Export dan Import Handling – Land Transportasi – Packaging – Warehousing Diharapkan dengan pengembangan pelayanan ini PT.Cakra Lintas Buana dapat memenuhi permintaan pelanggan untuk pelayanan disektor jasa secara global. Dan peningkatan pelayanan jasa ini tentunya didukung kerjasama dengan instansi – instansi swasta maupun pemerintahan seperti pihak pelayaran, pihak airlines (perusahaan penerbangan), dan pihak sarana transportasi trucking. Dengan menjalin kerjasama di sektor transportasi laut, udara, dan darat diharapkan PT.Cakra Lintas Buana dapat menjangkau banyak daerah dan juga wilayah untuk tujuan pengiriman barang – barang para pelanggan. Untuk mendukung tehnis operasional yang handal dan professional maka PT.Cakra Lintas Buana juga memanfaatkan kemajuan tehnologi saat ini dengan system komputerisasi yang terprogram secara online dengan mitra usaha yang berada di kota lain dengan menggunakan fasilitas telepon maupun internet untuk memonitoring perjalanan pengiriman barang maupun paket dan document yang dapat di monitor langsung dengan tracing system yaitu dengan memasukkan data pengiriman barang maupun paket pelanggan dengan kode Air Way Bill atau Surat Jalan maka pelanggan dapat memonitor secara langsung status keberadaan barang atau paket kiriman pelanggan tersebut. Saat ini PT.Cakra Lintas Buana telah melayani berbagai perusahaan baik seperti : perbankan untuk pendistribusian document maupun rekening koran didalam kota maupun antar propinsi, perusahaan leasing untuk pelayanan dokumen nasabah, juga instansi telekomunikasi untuk pendistribusian dokumen kerjasama dan promosi perusahaan. PT.Cakra Lintas Buana juga telah melayani perusahaan garment industri berskala besar untuk tujuan antar kota dan antar propinsi, juga melayani perusahaan farmasi. Sebagai perusahaan penyedia Jasa “Curier service, Packaging, Warehousing, Trucking” PT. Cakra Lintas Buana telah terdaftar dan mendapat sertifikat dalam kegiatan pelayanan jasa dari dinas perindustrian kota medan dan berbagai sertifikat/ijin dari lembaga pemerintahan. 2. Stuktur Organisasi Struktur organisasi merupakan suatu bentuk yang menunjukkan aspek-aspek pokok dan hubungan antar bagian serta saluran pengawasarn yang menduduki masing-masing jabatan. Struktur organisasi menggambarkan pembagian yang penting serta garis otoritas formil. Kesemuanya ini adalah tanggungjawab pimpinan perusahaan untuk mengkoordinir perusahaan dan bekerja lebih efektif dan efisien. Struktur organisasi dapat dipandang sebagai suatu kerangka yang menyeluruh, yang menghubungkan berbagai fungsi dari badan usaha dan menunjukkan hubungan yang tetap antara para karyawan yang melaksanakan berbagai fungksi tersebut. Stuktur organisasi dapat dilihat pada gambar berikut ini : STRUKTUR ORGANISASI PT. CAKRA LINTAS BUANA MEDAN DIREKTUR GENERAL UMUM Coordinator Internasional courier Coordinator Domestik Courier Coordinator City Courier Coordinator Accounting Coordinator Cargo Administration Staf Handling Cargo Batavia Courier sektor Binjai Courier Out Bond Courier In Bond Staf Handling Cargo Garuda Accounting Staf Operasional Import Staf Opersional Export Staf Air Freight Staf Operasional Import Staf Opersional Export Staf Sea Freigh Kurir Sepeda Motor – Kurir sektor binjai – Kurir sektor belawan – Kurir sektor Tanj.morawa. – Kurir sektor Jl.Jamin ginting – Kurir sektor dalam kota Kasir Staf Handling Cargo Lion Air Staf Handling Cargo Air Asia Staf Handling Cargo Sriwijaya Kurir Mobil – Kurir sektor binjai – Kurir sektor belawan – Kurir sektor Tanj.morawa. – Kurir sektor Jl.Jamin ginting – Kurir sektor dalam kota Courier sektor Jl. Jamin ginting Courier sektor Tanj. Morawa Courier sektor Dalam Kota Courier sektor Belawan Sumber : PT. Cakra Lintas Buana 3. Strategi Pemasaran Yang Diterapkan PT. Cakra Lintas Buana Medan. 1. Kebijakan Produk Untuk jenis pelayanan yang diberikan juga berbeda, seperti : – Reguler Service (yaitu pelayanan dengan tarif yang ekonomis) – Express Service (yaitu pelayanan cepat dan tepat waktu) – Door to Door Service ( yaitu dengan pelayanan penjemputan dokumen, paket, dan barang dengan pengantaran langsung ke tujuan) – Door to Port Service (yaitu dengan pelayanan penjemputan paket dan barang dan pengiriman sampai ke pelabuhan laut, pelabuhan udara, ataupun terminal pengangkutan darat dengan tarif lebih ekonomis). – Port to Port Service (yaitu dengan pelayanan yang lebih ekonomis dan tidak dibebankan biaya penjemputan dan pengantaran, dan hanya dengan biaya pengangkutan lintas kota, atau lintas negara. Pelayanan – pelayanan ini tentunya guna memberikan pelayanan yang berfariasi kepada perorangan, instansi swasta, perusahaan perdagangan maupun tingkat perusahaan industri berskala besar. 1. Pelayanan City Courier (Pengiriman di Dalam Kota) Yang dimaksud dengan City Courier adalah pengiriman dokumen atau surat – surat hanya untuk wilayah didalam kota medan. Program kerja city courier ini diharapkan dapat berkembang dengan menjalin kerjasama dan memberikan pelayanan pendistribusian surat – surat dan document untuk perusahaan perbankan yaitu untuk pendistribusian rekening koran maupun surat – surat lainnya yang berada d wilayah kota medan khususnya. Sasaran lainnya adalah perusahaan telekomunikasi untuk pendistribusian surat pemberitahuan atau surat – surat lainnya, juga perusahaan – perusahaan lain yang membutuhkan jasa pendistribusian dokumen didalam kota dengan pelayanan regular service. Untuk mendukung program kerja city courier maka PT.Cakra Lintas Buana telah melengkapi staf courier yang professional dan sangat memahami setiap daerah dan jalanan diwilayah kota medan dengan armada sepeda motor yang siap mengantarkan seluruh surat – surat dalam jumlah yang banyak. 2. Pelayanan Domestik Courier (Pengiriman di Dalam Kota dan Antar Propinsi) Yang dimaksud dengan Domestik Courier adalah pengiriman dokumen, paket maupun barang baik dalam jumlah sedikit maupun dalam jumlah yang banyak untuk tujuan antar kota maupun antar propinsi, seperti dari medan dengan tujuan Binjai, lhokseumawe hingga Banda Aceh, juga dari Medan tujuan Kisaran, Sibolga dan lainnya dipulau sumatera dan hingga Palembang. Juga dari Medan tujuan Jakarta Bandung, Semarang, Surabaya hingga seluruh pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian dan seluruh Indonesia. Sarana pendukung yang telah disiapkan oleh PT.Cakra Lintas Buana adalah dengan menggunakan kerjasama yang baik dengan pihak penyedia sarana transportasi udara, laut, dan darat yang juga terbagi menjadi transportasi pengangkutan trucking dan kereta api, bahkan taksi antar kota. Untuk melengkapi pelayanannya PT.Cakra Lintas Buana juga memberikan fasilitas armada pendukung yaitu sepeda motor untuk penjemputan pengiriman paket dan juga mobil box dan pickup untuk sarana penjemputan pengiriman barang yang akan dikirimkan. Sasaran pengiriman Domestic Courier ini adalah perusahaan – perusahaan farmasi dan obat – obatan, perusahaan garmen industri, perusahaan electronic, perusahaan alat – alat kesehatan, perusahaan otomotif dan perusahaan perdagangan umum lainnya yang memasarkan produksinya keluar wilayah kota medan. Untuk perusahaan yang telah menjalin kontrak kerjasama dengan PT.Cakra Lintas Buana maka diberikan kemudahan dengan fasilitas biaya pengiriman yang ditagihkan secara bulanan. 3. Pelayanan International Courier (Pengiriman Tujuan Antar Negara) Yang dimaksud dengan International Courier adalah pengiriman dokumen, paket maupun barang baik dalam jumlah sedikit maupun dalam jumlah yang banyak untuk tujuan antar Negara. Dan PT.Cakra Lintas Buana juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan jasa expedisi yang berada di mancanegara seperti, Malaysia, Singapore, China, Taiwan, Jepang dan Negara lain yang berpusat di Singapore sebagai Negara Transit untuk tujuan Eropa dan benua lainnya. Sistem pelayanan yang diberikan adalah Door to Port Service yaitu sampai ke pelabuhan udara maupun pelabuhan laut yang berada di mancanegara tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih ekonomis bagi perusahaan industry perdagangan yang hanya dibebankan biaya pengiriman, sedangkan untuk biaya import di Negara tujuan dibebankan kepada perusahaan pembeli dinegara tujuan. Sasaran dari pelayanan ini adalah perusahaan industry dan pengolahan kayu serta makanan ringan dan lainnya. PT.Cakra Lintas Buana juga memberikan pelayanan pengiriman paket untuk door to door service bagi pengiriman paket tujuan International. 4. Pelayanan Export dan Import Handling Untuk pelayanan Export Handling ini PT.Cakra Lintas Buana lebih memberikan kepada pelayanan Door to Port (pengiriman sampai ke pelabuhan laut atau pelabuhan udara) Hal ini bertujuan untuk memberikan tariff yang sangat ekonomis bagi perusahaan perdagangan hasil laut, hasil hutan, dan hasil bumi dengan menggunakan pelayanan pengiriman melalui kapal laut maupun pesawat. Untuk pengiriman commodity hasil laut maka PT.Cakra Lintas Buana menggunakan pengiriman melalui pesawat udara sesuai dengan kebutuhan pelanggan dimana pengiriman tersebut adalah berupa commodity ikan segar, kepiting, udang dan hasil laut lainnya yang akan diperdagangkan ke manca negara dengan kondisi segar. Namun untuk commodity hasil hutan dan hasil bumi lainnya dapat dilakukan melalui kapal laut dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan daya tahan dari commodity tersebut dengan menggunakan container dan dalam jumlah yang besar. Untuk pelayanan Import Handling maka PT.Cakra Lintas Buana akan melayani proses pembebasan Import barang di pelabuhan laut maupun pelabuhan udara dengan perhitungan pembayaran Bea Masuk Import yang dibayarkan kepada pemerintah melalui Dinas Bea dan Cukai. Namun untuk biaya pengiriman dari Negara pengeksport maka seluruh biaya dibebankan kepada perusahaan pengirim barang tersebut dan hal ini tentunya atas kesepakatan perusahaan penerima barang yang berada di Indonesia. Disinilah peran aktif PT.Cakra Lintas Buana dalam mendukung pemerintah untuk devisa dan juga mendukung perusahaan penerima dalam pengurusan pengeluaran barang yang mereka beli dari Negara lain dengan lebih memperkecil pengeluaran biaya atas pembelian barang maupun produk dari Negara lain, namun tetap membayar kewajiban pajak import kepada Negara. 5. Pelayanan Land Transportasi (Pengiriman Dengan Menggunakan Truck) Untuk pelayanan Land Transportasi ini PT.Cakra Lintas Buana telah bekerjasama dengan pihak pengangkutan trucking antar propinsi. Sasaran dari pada pelayanan Land Transportasi ini adalah kepada perusahaan Garmen Industri dan lainnya dengan tariff yang sangat ekonomis dan dalam jumlah yang banyak untuk di distribusikan didalam kota. Untuk proses pengiriman melalui Land Transportasi maka PT.Cakra Lintas Buana juga bekerjasama dengan mitra usaha yang berada di kota lain untuk menerima seluruh barang yang dikirimkan oleh PT.Cakra Lintasd Buana melalui pihak transportasi trucking dan akan diteruskan kepada pelanggan untuk di distribusikan di dalam kota. Hal ini disebabkan karena untuk armada pengangkutan memiliki keterbatasan kapasitas daya angkut untuk memasuki kota dan mendistribusikan barang tersebut sesuai dengan peraturan dinas perhubungan. Disini jugalah peran aktif PT.Cakra Lintas Buana dalam mata rantai pendistribusian perdagangan barang sebagai sarana penerusan pendistribusian didalam kota. 6. Packaging (Pengepakan Barang) Membantu pelanggan untuk mengepak berbagai jenis barang menghindari dari kerusakan. Misalnya paking kayu untuk jenis barang elektronik yang di bungkus lagi dengan plastik, paking (plastic busa kayu) untuk barang pecah belah dan Paking plastic untuk komoniditi barang kering yang tidak boleh basah misalnya pakaian dari perusahaan garmen industry, percetakan buku,brosur, paking busa untuk barang yang lebih mudah pecah. 7. Warehousing. Penyimpanan barang sementara yang disediakan oleh pihak perusahaan jasa untuk semua barang-barang terkecuali untuk barang yang mudah terurai/busuk. Warehousing juga merupakan pelayanan untuk barang-barang yang tidak dapat diterima oleh kostomer karna gudang kemungkinan penuh dan digudangkan atau dititip dengan tarif yang sudah ditentukan atau warehousing juga di sediakan apabila barang sudah tiba di tujuan tetapi tepat pada Hari libur dan pada saat itu ada renovasi kantor maka digunakan jasa warehousing. 2. Kebijakan Harga. Faktor harga merupakan unsur yang sangat penting dalam menunjang volume penjualan produk. Di dalam penetapan harga sering timbul masalah dimana para pesaing yang ada di pasar mengadakan perubahan harga terhadap produk yang dijual sehingga permintaan yang dilakukan oleh konsumen akan beruah. Penentuan tingkat harga akan mempengaruhi aspek yang luas dalam kehidupan perusahaan. Oleh karena itu penetapan hendaknya dilakukan dengan hati-hati. Berarti penetapan tingkat harga akan mempengaruhi berbagai kalangan seperti assosiasi perusahaan produsen sejenis, assosiasi perusahaan konsumen dan lain sebagainya. Dalam menetapkan harga, pihak PT. Cakra Lintas Buana Medan membuat kebijakan strategi harga yang kompetiti. Artinya bahwasanya PT. Cakra Lintas Buana Medan menetapkan harga yang dapat bersaing dengan perusahaan jasa saingan baik dalam harga jasa pengiriman barang dan produk lainnya seperti, Courier Service, Packaging, Warehousing, dan Trucking. Untuk harga pengiriman barang kesetiap wilayah yang ada di indonesia (yang menjadi sumber pendapatan jasa) pada PT. Cakra Lintas Buana Medan disajikan pada Tabel berikut : Tabel 3.1 Destination, Tarif dan Service Jasa Pada PT.Cakra Lintas Buana Medan Tahun 2010. Destination Kota Tarif Service Destination Kode Tarif Service Jakarta 10.000 Direct fligh (reguler) Sulawesi Tenggara Kendari 57.000-64.000 20.000 ONS (one night service) 300.000 SDS (same day service) Sulawesi Selatan Makasar 43.000-69.000 Bogor 16.000 Forward/Land Transport Depok 14.000 Forward/Land Transport Maluku Ambon 42.000-58.000 Tangerang 15.000 Forward/Land Transport Banten Cilegon 16.500-17.500 Forward/Land Transport Ternate Soasiu (tidore) 58.000 54.000 Jawa Barat Bandung 15.000-18.500 Forward/Land Transport Irian Jaya Biak 79.000-83.000 Jawa Tengah Semarang 16.000 Forward/Transit Flight NAD Banda Aceh 15.000-17.000 Yogyakarta Cilacap 22.000 Sumatra Utara Medan 2.500-19.000 Jawa Timur Surabaya 17.000-23.500 Nias Teluk Dalam 21.000-27.000 Bali Denpasar 18.000-30.000 Riau Pekan Baru 13.000-18.000 NTB Mataram 42.000-60.000 Pulau Batam Batam 17.000-21.000 NTT Kupang 61.000 Sumatera Selatan Palembang 19.000-32.000 Kalbar Pontianak 24.000-58.000 Kalteng Palangkaraya 29.000-67.000 Kalsel Banjarmasin 29.000-66.000 Kaltim Balikpapan 28.000-64.000 Sulawesi utara Manado 37.000-75.000 Sulawesi tengah Palu 55.000-65.000 3. Fjs;lkfaefkl 4. dfsadf Strategi pemasaran city kurier. Perbankan Lising (perkreditan penjamin kendaraan) Pendidikan Universitas. Pertama bekerja sama dengan percetakan untuk mencari sumber promosi apapun untuk menawarkan jasa curier dari cakra. Misalnya penyebaran promosi pariwisata ke kantor2 oleh lembaga/perusahaan tertentu melalui lembaga percetakan informasi diperoleh dan dikunjungi oleh Cakra di dalam menawarkan jasa di dalam pengiriman brosur tersebut. Strategi pemasaran domestic kurier. Pertama dari nama2 perusahaan dan market langsung. Misalnya didalam memberikan promosi terhadap konsumen yang pertama dihubungi yaitu pihak jasa kurier didalam mencari informasi mengenai nasabah yang mempunyai perekonomian menengah yang akan ditawarkan sekolah ke singapura untuk anak2nya. [1] Warren J. Keegan, Manajemen Pemasaran Global, Alih Bahasa, Alexander Sindoro dan Tanty Syahlina Tarigan, Jakarta : Prenhalindo, 2003, Hal. 2 [2] Charles M. Lamb, Joseph F. Hair, Carl McDaniel, Pemasaran, Edisi Pertama, Alih Bahasa David Octarevia, Jakarta : Salemba empat, 2001, Hal. 6. [3] Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid satu, cetakan kedua, jakarta : indeks, 2007, Hal.6 [4] Philip Kotler, Swee hoong ang, Siew Meng Long, Chin Tiong Tan, Manajemen Pemasaran Perspektif Asia, Edisi Pertama, Alih Bahasa Fandy Tjiptono, Yogyakarta : Andi, 2000, Hal.7 [5] Philip Kotler, Swee Hoong Ang, Siew Meng Long, Chin Tiong Tan, Manajemen Perspektif Asia, Edisi Pertama, Alih Bahasa Fandy Tjiptono, Yogyakarta : Andi, 2000, Hal.16 [6] Charles M. Lamb, Joseph F. Hair, Carl McDaniel, Manajemen Pemasaran Global, Edisi Pertama, Alih Bahasa David Octarevia, Jakarta : Salemba Empat, 2001, Hal. 54. [7] Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Edisi Ketiga, Yogyakarta : Penerbit Andi, 2008, Hal. 6 [8] Prof. Dr. Farida Jasfar, M. E, Manajemen Jasa Pendekatan Terpadu, Cetakan Pertama, Ciawi-Bogor : Ghalia Indonesia, Hal.98. [9] Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani, Manajmen Pemasaran Jasa, Edisi Kedua, Jakarta : Salemba Empat, 2006, Hal 70. [10] Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid satu, Cetakan Kedua, Jakarta : Indeks, 2007, Hal.23. [11] Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid dua, edisi keduabelas, jakarta : indeks, 2007, Hal.4.

Penelitian Pantai sorake nias

BAB 1

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Pantai Sorake terletak di Pulau Nias, tepatnya di Desa Botohilitano, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan dan posisi Pulau Nias berada disebelah barat Pulau Sumatera. Kabupaten Nias Selatan adalah merupakan salah-satu kabupaten di Sumatera Utara yang terletak di Pulau Nias. Pulau kecil yang terletak sekitar 85 mil dari daratan Sibolga, Pulau yang memiliki luas kurang lebih 5.318 kilometer persegi ini memiliki sekitar 14 pantai dengan pasir putih yang indah di sekeliling pulau. Karena berbatasan dengan Samudra Hindia, pantai-pantai di Nias memiliki ombak yang cukup besar. Pantai Sorake misalnya disebut-sebut sebagai tempat selancar terbaik kedua setelah pantai Hawaii (Amerika), sehingga sangat cocok digunakan untuk olahraga selancar. Ini jugalah yang membuat Nias identik dengan Pulau Bali. Meski Pulau Nias pernah porak poranda diterjang gempa dan tsunami tetapi tetap saja pesona alam Nias tak lantas luntur begitu saja karena keindahannya yang masih mempesona. Bahkan, kini Nias mulai bersolek kembali menjadi salah satu bagian icon pariwisata di Sumatera Utara. Ada beberapa pantai yang menjadi favorit pengunjung saat menikmati pesona Nias. Di antaranya adalah Pantai Sorake dan Lagundri yang berada di sekitaran Teluk Lagundri, Kecamatan Teluk Dalam. Pemandangan di pantai ini semakin indah dengan hamparan pasir putih plus ribuan pohon kelapa yang tumbuh melambai persis di pesisir pantai. Selain dua pantai di atas, masih ada pantai lain, seperti Pulau Asu dan Pulau Bawah yang sangat sepi. Dua pulau di Kecamatan Sirombu ini berbeda menyolok musim ombaknya. Saat angin utara bertiup dari Januari sampai Mei, Pulau Bawah sangat baik berselancar di sana, sebaliknya bila angin selatan bertiup, Mei sampai Oktober Pulau Asu-lah sasarannya. Pulau Bawah pantainya juga indah, ombaknya besar dan jauh dari permukiman penduduk. Bedanya, di pulau ini lokasi selancar memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi karena banyak batu karangnya. Namun, kebanyakan peselancar asing justru ingin mencoba menaklukkan keganasan karang di sana. Kelebihan Pulau Bawah dibanding Pulau Asu yakni ada Danau Kecil berair tawar tepat di tengah-tengah pulau. Kemudian ada juga pantai Lahewa yang memiliki panjang sekitar delapan kilometer yang terletak 60 kilometer di ujung paling utara Pulau Nias. Di lokasi itu terdapat taman laut dengan hiasan batu dan ikan karang yang cantik. Belum lagi keindahan pantai Sirombu, pantai Lahusa, pantai Pulau-pulau Telo, pantai Sipika, Hinako, Sibranon, Tanamasa, Tanabala, Foa, Olora, Muara serta pantai lainnya. Tak hanya menyajikan pesona keindahan pantai, pulau ini juga memiliki pesona lain yang layak Anda kunjungi jika berkunjung di sini. Seperti, danau air panas Idanogawo, komunitas batu dan ikan karang kepulauan Pulau-pulau Telo, Lahewa, batuan megalitik di Gomo yang memiliki usia di atas 3.000 tahun, rumah adat Bawomataluo yang masih terjaga serta banyak lagi potensi terpendam yang belum tersentuh polesan manusia modern. Pantai sorake nias merupakan industri jasa kepariwisataan yang memiliki produk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan, minuman, pantai yang indah, ombak yang cukup besar, serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi wisatawan secara khususnya, tapi sayangya semua fasilitas jasa tersebut masih sangat minim yang mengakibatkan kurangnya ketertarikan wisatawan lokal maupun domestik untuk berkunjung di hari-hari biasanya selain pada bulan juni maupun juli. Hal ini menjadi sebuah peluang bagi tempat-tempat wisata lain yang sejenis dengan pantai sorake untuk menarik para wisatawan agar berwisata ke daerahnya, dapat dilihat saat ini tidak begitu banyak pantai yang ada didunia yang memiliki ombak yang besar dan pantai yang indah dan hal ini tentunya menciptakan persaingan yang ketat dan berlomba-lombah meningkatkan usaha untuk eksistensi produk masing-masing dari pariwisata yang dimiliki. Bertitik tolak dari kenyataan diatas, penulis tertarik dan ingin mengetahui secara lebih mendalam bagaimana secara kenyataaanya pariwisata pantai sorake nias di dalam memasarkan produk jasa kepariwisataan kepada wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Oleh sebab itu dengan melakukan penelitian kepariwisataan maka hal tersebut semoga dapat terjawab, maka penulis menyusun makalah ini dengan berjudul “Penelitian Pemasaran Jasa Kepariwisataan Pantai Sorake Nias”. 1. 2 Rumusan Masalah Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Meningkatkan Jumlah Wisatawan Di Pantai Sorake Nias Dengan Fasilitas Pendukung Yang ada saat ini?”

1. 3 Pembatasan Masalah

Ruang lingkup penelitian ini adalah :

a. Melakukan penelitian jasa kepariwisataan di pantai sorake nias yang bersumber dari data sekunder (internet) dan masyarakat setempat.

b. Membahas Penelitian kepariwisatan di tinjau dari bauran pemasaran jasa (produk, price, place, promotin, personel).

c. Pembahasan yang dilakukan dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah yang paling dominan terjadi.

1. 4 Maksud dan Tujuan Penelitian

Penelitian jasa kepariwisataan di pantai sorake nias ini dimaksud untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penghambat pertumbuhan objek wisata sehingga dapat diberikan solusi untuk mengembangkannya, sehingga menjadi asset yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah. Adapun tujuan penulis mengadakan penelitian pada objek wisata pantai sorake nias adalah sebagai berikut :

1. Untuk meneliti bagaimana sebenarnya pemasaran jasa kepariwisataan yang sudah dilakukan di pantai sorake nias.

2. Untuk menambah pengetahuan penulis mengenai pemasaran kepariwisataan sehingga dapat dipergunakan sebagai masukan bagi objek wisata yang kurang berpotensi di dalam memasarkan jasa kepariwisataannya.

3. Untuk meningkatkan pengetahuan penulis mengenai pemasaran jasa dalam prakteknya di hubungkan dengan yang didapatkan dari pendidikan formal kampus.

. Untuk memenuhi salah satu persyaratan aktif dalam seminar pemasaran di Universitas HKBP Nommensen Medan.

1. 5 Manfaat Penelitian Hasil studi ini akan memberikan manfaat kepada :

1. Sebagai masukan untuk Dinas Pariwisata Nias dalam meningkatkan kualitas pelayanan jasa wisata di pantai sorake nias sehingga menjadi sumber pendapatan yang lebih baik bagi daerah tersebut.

2. Sebagai masukan di dalam merumuskan strategi, kebijakan, program, dan kegiatan-kegiatan yang memacu pertumbuhan wisata pantai sorake.

3. Semoga dapat membantu di dalam meningkatkan jumlah wisatawan ke pantai sorake melalui pembahasan yang penulis sajikan.

4. Bagi para akademisi sebagai suatu referensi dalam bidang pemasaran jasa kepariwisataan.

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Pemasaran Jasa Kepariwisataan

Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).

Jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak yang lain yang secara prinsip tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan, produksi jasa dapat terikat atau tidak terikat pada suatu produk fisik. Kepariwisataan adalah gejala-gejala yang menyangkut lalulintas manusia, berikut barang bawaannya, yang melakukan perjalanan untuk tujuan apa pun sepanjang tidak untuk maksud-maksud menetap serta memangku suatu jabatan dengan memperoleh upah dari tempat yang dikunjunginya.

Pemasaran Pariwisata adalah suatu sistem dan koordinasi yang harus dilakukan sebagai kebijaksanaan bagi perusahaan-perusahaan kelompok industri pariwisata, baik milik swasta maupun pemerintah, dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional, atau internasional untuk mencapai kepuasan wisatawan dengan memperoleh keuntungan yang wajar (Menurut J. Krippendorf, dalam bukunya Marketing Et Tourisme).

Dari pengertian diatas dapat kita buat suatu kesimpulan bahwa pemasaran jasa kepariwisataan itu merupakan suatu proses menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk/jasa kepada pariwisatawan. Oleh karena itu maka pada bab ini penulis akan membahas beberapa sub judul yang berhubungan dengan penelitian pemasaran jasa kepariwisataan di pantai sorake nias.

2.2 Hal –Hal Yang Menarik Dari Pantai Sorake

Pantai Sorake merupakan tempat wisata bagi wisatawan dalam negeri maupun wisatawan mancanegara. Setiap tahunnya banyak wisatawan dari belahan penjuru dunia datang ke Pantai Sorake untuk melakukan kegiatan olahraga selancar (surving). Pantai Sorake memiliki keistimewaan gelombang ombak yang tinggi dan ombaknya bisa bergulung dengan utuh sampai kebibir pantai serta memiliki 11 kali gelombang sebelum pecah dengan ketinggian gelombang antara 3 meter sampai dengan 5 meter, ombaknya punya 5 tingkatan sehingga peselancar dapat melakukan atraksi dengan berbagai gaya disetiap tingkatan dan peselancar bisa menaikki ombak hingga mencapai jarak sejauh 200 meter karena memiliki karakter ombak yang panjang yang jarang ditemui dibelahan dunia manapun. Pantai Sorake cukup unik karena tidak ada pasir yang melandai, yang ada adalah batu karang yang bertebaran . Pinggiran batu-batu karang yang terluar adalah langsung berhadapan dengan laut dalam yang mempunyai kedalaman 2 sampai 3 meter. Jika ingin berselancar tidak perlu berenang sampai jauh ketengah, akan tetapi cukup berjalan kaki dipinggir pantai yang dipenuhi batu karang, lalu berenang sejauh 2 atau 3 meter kedalam laut dan selanjutnya tinggal menunggu gulungan ombak untuk meluncur. 2.3 Keunggulan Pariwisata Pantai Sorake Nias dari objek wisata pantai lainya. a. Di pulau nias daerah yang paling sering di kunjungi adalah pantai sorake. Sorake terkenal dengan keindahan pantainya dan gelombak ombaknya untuk surving (selancar), dikatakan yang menyamai gelombang ombak di hawai (amerika) dengan tinggi ombak sekitra 8-10 meter dan biasanya gelombang ini hanya terjadi di bulan-bulan juni dan juli. b. Hombo Batu (Lompat Batu) yang terletak di Nias Selatan. Lompat batu ini dahulu di adakan sebagai persyaratan untuk dapat ikut berperang dan juga sebagai syarat dapat meminang sang gadis yang akan di nikahi. c. situs megalitikum prasejarah masih tampak berdiri megah di Kecamatan Gomo. Situs itu diperkirakan telah berdiri lebih dari 3.000 tahun dan diyakini sebagai daerah awal mula penyebaran penduduk Pulau Nias. Perkampungan dengan rumah-rumah tradisional tampak masih utuh, asli, dan berdiri kokoh. Hal itu bisa dijumpai di Desa Bawomataluo dan Hilisimaetano. Tempat itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Satu-satunya rumah adat paling besar di Nisel terdapat di Desa Bawomataluo. Di Omo Sebua yang memiliki ukuran luas 300 meter ini banyak terdapat benda-benda dan ornamen. Benda-benda itu antara lain genderang perang berukuran besar, alat-alat perang, kepala rusa dan monyet, ukiran-ukiran patung dan rahang babi. Yang pasti, setiap benda tersebut memiliki nilai sejarah dan telah berusia ratusan tahun. Omo Sebua yang diperkirakan berusia 160 tahun, telah dihuni oleh beberap generasi. Selain digunakan untuk pertemuan para Si Ulu (golongan bangsawan) dan Si Ila, rumah adat besar itu dipakai untuk yang meletakkan jenasah para bangsawan. Keunikan lainnya yang terdapat di Desa Bawomataluo adalah budaya tarian perang dan lompat batu. Pada hari libur terutama hari sabtu dan minggu, Pantai Sorake ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya untuk sekedar refresing menikmati keindahan laut dengan awan biru diatasnya atau berenang dipinggir laut. Di Pantai Sorake sering diadakan Kompetisi Selancar yang bersifat lokal maupun yang bersifat internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan selancar di Pantai Sorake yang diikuti oleh berbagai peselancar dari berbagai negara. Kejuaraan selancar ini biasanya diadakan pada bulan Juni sampai Juli yaitu pada saat ombak sedang besar-besarnya. Nias Selatan memiliki pantai-pantai yang indah, pasir pantainya yang putih serta lautnya yang jernih berwarna biru memukau. Disamping wisata pantainya, Nias memiliki juga peninggalan budaya megalitik, rumah-rumah adat Nias serta berbagai hasil karya masyarakat Nias yang telah berumur ratusan tahun lamanya. 2.4 Mengenai Pantai Sorake Nias Keindahan objek wisata Nias, begitu banyak menawarkan nilai-nilai yang bisa menjadi adalan pulau Sumatra utara, seperti nilai historis, nilai-nilai estetika, nilai budaya, nilai kepuasan jasa dan nilai norma-norma atau moral. Hal tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam, pecinta budaya, pecinta sejarah (artefak peninggalan) dan berbagai pecinta keajaiban-keajaiban alam. Kehidupan masyarakat yang cultural, sosial dan ramah tamah, membuat para wisatawan betak untuk tingal berlama-lama disana, hanya saja sebagian masyarakat yang tinggal di daerah tertentu kurang mendukung kehadiran dar individu asing dan hal ini akan mengakibatkan perbedaan pola pikir yang berujung pada kesalahpahaman antara penduduk setempat dan pendatang. Seharusnya pemerintah setempat bersama-sama dengan pihak kepolisian, perlu member arahan & masukan-masukan yang positif kepada masyarakat setempat dengan tanpa menghilangkan nilai-nilai estetika budaya setempat dan tidak merugikan penduduk setempat. Dalam hal ini pemerintah memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan wisatawan-wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini, juga bersama-sama dengan itu tidak luput dari dukungan masyarakat setempat untuk menunjang keberhasilan daerah yang nantinya secara khusus memberikan pengaruh positif kepada masyarakat setempat.

2.5 Fasilitas Yang Tersedia.

Fasilitas merupakan alat/media pendukung yang disediakan didalam mendukung berjalannya suatu proses penawaran/permintaan terhadap suat barang/jasa. Adapun diantara fasilitas yang Terdapat di daerah Pantai Sorake Nias yang sangat menujang yaitu: Home Stay (sekelas penginapan melati) ada yang tidak begitu jauh dari daerah objek wisata dan ada yang berada dekat dengan pemukiman penduduk, penginapan yang berbentuk rumah adat Nias Selatan juga disediakan bagi para pengunjung yang berminat untuk menikmati sebagai tempat peristirahatan dan hotel berbintang empat (Sorake Beach Resort) yang lokasinya tidak begitu jauh dari pantai sorake nias.

2.6 Faktor Penyebab Terjadinya Penurunan Jumlah Wisatawan.

Belakangan ini jumlah objek wisata di pulau nias mulai bertambah, tetapi hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan jumlah wisatawan/pengunjung yang datang dengan jumlah yang semakin berkurang. Banyak hal-hal yang menyebabkan penurunan jumlah pengunjung di daerah wisata Pantai Sorake di pulau nias seperti :

a. Kurang lengkapnya informasi mengenai daerah wisata yang akan dikunjungai di pulau nias baik berupa menu tujuan wisata dan nominal biaya yang dapat ditafsirkan beserta informasi lain mengenai objek wisata tersebut .

b. Promosi maupun iklan yang beredar di berbagai media cetak elektronik ataupun internet yang begitu minim, sehingga masyarakat kurang peduli dengan keberadaan objek wisata ini.

c. Dukungan dari pemerintah setempat untuk memajukan objek wisata sangat masih kurang dari harapan, dukungan ini berupa tatanan objek wisata yang kurang rapi, transportasi yang kurang memadai, jalan menuju objek wisata masih buruk, alokasi dana untuk pariwisata masih minim/kecil, kebersihan kurang di terapkan. Seharusnya pemerintah melakukan berupa presentasi/seminar tentang beberapa hal untuk memajukan objek wisata ini dan perlu diadakan kompetisi-kompetisi misalnya Selancar yang dulunya hanya sekali setahun di rencanakan menjadi 2-3 kali setahun.

d. Dukungan dari masyarakat sekitar untuk mendukung terciptanya suasana yang bersih, ramah, sopan, nyaman, aman, dan keindahan masih jauh dari harapan.

e. Tingkat keamanan wisatawan masih rawan, hal ini terjadi karna masih adanya pencegatan di jalan dan pemerasan para wisatawan. f. Seharusnya lembaga-lembaga tertentu seperti departemen pariwisata, atau juga pengusaha-pengusaha jasa sperti biro travel, jasa penginapan dan biro jasa lainnya dapat membantu di dalam memarkan jasa pariwisata pantai sorake nias ini. Minimnya fasilitas pendukung dan rendahnya kepedulian masyarakat dalam mengelola asset wisata yang berharga ini sangat kental sekali terlihat di pantai Sorake. Terbukti, fasilitas pendukung seperti wc umum, selte (pondok istirahat), lokasi parkir, penjualan souvenir, petugas keamanan (security), penginapan yang memadai dan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan pengunjung sepertinya jarang kita temukan di lokasi pantai Sorake. Anehnya, justru pihak luar (lembaga-lembaga donor) seperti UNDP (united nations development project) yang memberikan kepeduliannya akan kebersihan lingkungan lokasi pantai Sorake. Berbekal 10 orang tenaga pekerja sosialnya dan diawasi oleh tenaga supervisor, sejak tahun 2006 lalu turut memberikan kepeduliannya membersihkan lokasi pantai dari sampah-sampah yang setiap harinya bertebaran di pantai Sorake. Namun karena keterbatasan peralatan dan tenaga para pekerja sosial, program bersih-bersih yang dilakukan UNDP tersebut belum mendapat hasil yang maksimal, sebab sampah-sampah yang dibersihakan tenaga pekerja sosial UNDP tersebut tidak dibawa ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), namun mereka justru membakarnya setelah sebelumnya menumpuk sampah dalam satu tempat di lokasi pantai. Alhasil, asap yang berasal dari pembakaran sampah justru menggangu para wisatawan menikmati alam dan keindahan ombak pantai Sorake. di dalam melakukan program kebersihan pantai, pihaknya hanya memberikan fasilitas kepada para pekerja sosial berupa, keranjang sampah, sapu, masker, sepatu dan sarung tangan serta upah kepada masing-masing pekerja sebesar Rp30.000/hari. Sehingga berdasarkan kondisi diatas maka para wisatawan menjadi kurang tertarik untuk berkunjung kembali karna hal yang paling dibutuhkan ketika para wisatawan berkunjung adalah terdapat fasilitas yang memadai di daerah objek wisata tanpa harus pergi jauh untuk mendapatkan fasilitas yang diinginkan.

2.7 Peranan Beberapa Bauran Pemasaran Jasa di Dalam Meningkatkan Jumlah Wisatawan di Pantai Sorake Nias.

1. Produk (Product).

Menurut McCharthy : Produk adalah Penawaran yang berwujud dari perusahaan kepada pasar yang mencakup keragaman produk, kualitas produk, design, warna merek, kemasan, ukuran, pelayanan, garansi dan imbalan. Wisata pantai sorake di tawarkan berbagai jenis produk yang ditawarkan adapun diantaranya yaitu : wisata alam pantai, atraksi lompat batu, souvenir2 budaya nias, adegan selancar, wisata alam bawah laut. Dengan banyaknya persaingan jasa pariwisata yang berkembang di Indonesia membuat banyak perusahaan melakukan suatu inovasi dan juga pengembangan produk jasa untuk menarik perhatian konsumen. Upaya-upaya yang dilakukan oleh perusahaan dengan memberikan suatu pelayanan yang terbaik, dengan kata lain kepada konsumen disajikan berbagai produk-produknya yang berkualitas dan dapat memuaskan wisatawan. Layaknya seperti produk wisata pantai sorake nias dengan sumber daya alam yang begitu indah tetapi karna sumber daya manusia yang kurang dalam mengelolanya mengakibatkan pantai sorake ini menjadi sebuah aset berharga yang tidak termanfaatkan dengan baik. Sehingga perlu dilakukan perbaikan sarana\prasarana, fasilitas, penataan yang lebih bagus pantai sorake, agar lebih menarik perhatian dari para wisatawan domestik maupun mancanegara

2. Harga (Price)

Harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain”, (Alex S. Nitisemito, 1998 : 93). Untuk harga jasa kepariwisataan berbeda-beda untuk tiap objek wisata, oleh karena hal tersebut para pengusaha harus mewaspadai harga terlalu tinggi yang ditawarkan yang mengakibatkan wisatawan menjadi telalu berat untuk melakukan wisata. Misalnya. Biaya wisata yang terlalu tinggi menyebabkan para wisatawan memilih daerah wisata lain yang mungkin memiliki kesamaan objek kunjungan. Sehingga berdasarkan hal ini pengelelolaan harga yang di tawarkan di pantai sorake nias harus bisa disesuaikan dengan kondisi objek wisata yang saat ini telah mengalami penurunan jumlah wisatawan.

3. Tempat (Place)

Menurut Lovelock dan Wright : Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan. Wisata pantai sorake sangat banyak dikunjugi di bulan juni-juli karna pada saat itu wisatawan peselancar berkunjung ke daerah tersebut karna ingin menikmati gulungan ombah yang tinggi. Oleh karena hal tersebut Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk sorake agar mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran. Dengan adanya agency atau loket penjualan tiket yang tersebar memberikan pelayanan yang memudahkan bagi konsumen, oleh karena hal tersebut juga di dalam menawarkan produk kepariwisataan tersebut masyarakat setempat bekerja sama dengan pemerintah harus mampu mendesain objek wisata (Pantai Sorake Nias) sebaik mungkin agar tidak mengecewakan wisatawan.

4. Promosi (Promotion)

Promosi adalah komunikasi yang persuasif, mengajak, mendesak, membujuk, meyakinkan. Ciri dari komunikasi yang persuasif (komunikasi) adalah : Ada komunikator yang secara terencana mengatur berita dan cara penyampaiannya untuk mendapatkan akibat tertentu dalam sikap dan tingkah laku si penerima (Mursid, M, 1997: 95). Media promosi merupakan suatu keandalan dalam memasarkan produknya seperti : Media massa (koran, majalah, dan brosur), Media elektronik (internet, televise, dan radio) untuk itu promosi pantai sorake nias harus lebih ditingkatkan melalui media promosi yang ada sehingga para wisatawan mancanegara dan domestik mengetahui keberadaan objek wisata tersebut. Wisata pantai sorake selama ini hanya memanfaatkan promosi melalui para wiatawan sehingga kurang efektif didalam menarik perhatian para wisatawan baru. Promosi dalam hal ini termasuk juga bagi orang yang sudah pernah menginjakkan kaki di Pantai Sorake Nias dengan menceritakan/memberikan deskripsi bagi orang yang belum pernah menikmati alam Pantai Sorake secara langsung.

5. Orang (People)

People Adalah semua pelaku yang turut ambil bagian dalam penyajian jasa dan dalam hal ini mempengaruhi persepsi pembeli. Yang termasuk dalam elemen ini adalah personel perusahaan dan konsumen (Boom dan Bitner 2000; 234). Dari sini kita tahu pelayanan yang menunjang, inovasi produk, tempat yang mudah diakses tidak bisa perusahaan hanya diam menunggu konsumen, tetapi bagaimana perusahaan dapat menjaring konsumen lebih baik dengan target yang ditentukan. Untuk itu perusahaan lebih mengefisiensikan para personel untuk lebih bergerak, empati, pelayanan yang baik dan sopan, tetapi penampilan yang bersih dan menarik merupakan image bagi perusahaan terhadap pelanggan, tidak hanya produk dan promosi saja yang ditawarkan. Dalam hal ini masyarakat, pemerintah, agen, perusahaan yang berada di pantai Sorake Nias termasuk dalam people karna mereka termasuk pelaku yang turut ambil bagian dalam menawarkan jasa Pariwisata kepada wisatawan.

2.8 Penanggulan Masalah Di Pantai Sorake Nias.

Penanggulan masalah yang terjadi di pulau nias secara khusus di daerah objek wisata pantai sorake dapat di paparkan sebagai berikut.

1. Mari kita kembangkan suatu kebijakan baru misalnya memperbaiki kualitas jasa dengan menciptakan objek-objek yang menarik. Misalnya dengan menawarkan Wisata alam laut yang mungkin saat ini jarang dilakukan.

2. Mari kita tawarkan produk jasa sebanyak mungkin terhadap wisatawan agar menarik perhatian wisatawan asing dengan membenahi fasilitas yang kurang memadai, melakukan penataan produk, mengadopsi cara pengelolaan wisata alam pantai dari berbagai daerah, wilayah, negara tertentu agar dapat menjadi daya tarik bagi calon wisatawan. 3. Ciptakan hubungan yang berkesinambungan dengan tour operator agar dapat sebagai media promosi objek wisata pantai sorake nias, atau membangun suatu kerja sama dengan berbagai penyedia jasa yang dapat memberikan keuntungan bagi yang mengelola pantai sorake dan juga bagi penyedia jasa lainnya. 4. Persiapkan tenaga terdidik didalam mengelola wisata pantai sorake nias, atau dalam arti para tenaga kerja yang sudah mengecap pendidikan mengenai pariwisata/penataan wisata. 5. Persiapkan dan ciptakan promosi yang baik terhadap para wisatawan. Meluncur berbagai alat-alat media promosi baik dengan iklan, tiket masuk, brosur, iklan gratis di internet dan lain sebagainya. 6. Ikut dalam kegiatan organisasi kepariwisataan nasional dan internasional.

BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka peneliti dapat membuat kesimpulan dari permasalahan yang terjadi di pantai sorake nias.

1. Penurunan jumlah wisatawan di pantai sorake nias terjadi karena minimnya fasilitas pendukung yang ada di daerah objek wisata

2. Peranan bauran pemasaran jasa di dalam meningkatkan jumlah wisatawan di pantai sorake nias ini sangat penting diterapkan karena produk yang ditawarkan di sini bersifat tidak berwujud sehingga pelayananlah yang perlu di tingkatkan dan diperbaiki.

3. Pantai sorake nias merupakan pantai yang gulungan ombak dan keindahan pantainya disamakan dengan Pantai Hawai amerika tetapi karena keterbatasan dana/kekurangan dana pembangunan objek wisata dari departeman/investor mengakibatkan objek wisata ini kurang terurus, atau dapat di sebut sebagai asset yang tidak dimanfaatkan.

4. Dukungan dari masyarakat sekitar untuk menciptakan suasana yang bersih, ramah, sopan, nyaman, aman, dan keindahan masih belum ada sehingga menimbulkan efek negatif terhadap para pengunjung wisata.

3.2 Saran.

Agar Pemkab Nisel (Nias Selatan) kiranya dapat memberikan perhatiannya sekaligus mendukung program kebersihan pantai yang dilakukan UNDP saat ini dan berharap agar Pemkab Nisel juga kiranya dapat membantu dalam hal pengadaan fasiltas kebersihan yang cukup. Membenahi fasilitas pendukung seperti wc umum, selte (pondok istirahat), lokasi parkir, penjualan souvenir, petugas keamanan (security), penginapan yang memadai dan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan pengunjung di daerah objek wisata. Serta mengajak masyarakat dalam mengelola asset wisata yang berharga ini dengan diadakannya seminar oleh departemen pariwisata dan organisasi yang begerak dalam bidang kelestarian objek wisata. Berusaha mencari sponsor-sponsor pendukung yang dapat memberikan sejumlah supply dana di dalam meningkatkan kualitas objek wisata yaitu pantai sorake.

My skripsi

DAFTAR ISI

Bab I     Pendahuluan.

  1. Alasan Pemilihan Judul.
  2. Perumusan Masalah.
  3. Hipotesis.
  4. Luas dan Tujuan Penelitian.
  5. Metode Penelitian dan Pengumpulan Data.
  6. Metode Analisis.

Bab II   Uraian Teoritis.

  1. Pengertian Pemasaran dan Manajemen Pemasaran.
  2. Peranan Manajemen Pemasaran dalam Perusahaan.
  3. Courier Services, Packaging, Warehousing, Trucking.
  4. Pengertian dan Prinsip.
  5. Mekanisme Kerja.
    1. Segmentasi Pasar dan Pasar Sasaran.
    2. Segmentasi Pasar.
    3. Pasar Sasaran.
      1. Strategi Pemasaran Dalam Perusahaan.
      2. Strategi Produk.
      3. Strategi Harga.
      4. Strategi Distribusi.
      5. Strategi Promosi.

Bab III  Gambaran Umum Perusahaan.

 

  1. Sejarah Ringkas Organisasi Perusahaan.
  2. Strategi Pemasaran Yang Diterapkan.
  3. Perkembangan Perusahaan.
  4. Hambatan Yang Dijalani Perusahaan.

Bab IV Analisis dan Evaluasi.

  1. Analisis Pesaing PT. Cakra Lintas Buana Medan.
  2. Kegiatan Promosi.
  3. Analisis Produk.

 

Bab V   Kesimpulan dan Saran.

 

  1. Kesimpulan.
  2. Saran.

DAFTAR PUSTAKA.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Alasan Pemilihan Judul.

Dinamika persaingan bisnis yang semakin sulit, membawa implikasi pada upaya yang berkesinambungan agar barang dapat sampai ke konsumen di waktu yang tepat, tempat yang tepat, orang yang tepat, dan harga yang tepat. Sehingga bagian pemasaran memiliki posisi dalam upaya membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.

Strategi Pemasaran merupakan pegangan bagi perusahaan agar mempunyai keunggulan dalam persaingan pasar, sekaligus mencari kecocokan antara kemampuan internal perusahaan, dalam hal ini menjual produk ke konsumen dengan peluang eksternal yang  ada di pasar yaitu pembeli potensial yang menyukai produk yang dijual tersebut. Dengan demikian haruslah diketahui karakteristik pasar serta struktur pasar yang dihadapi.

Pemasaran adalah pengaturan produk-poduk yang sanggup memuaskan kebutuhan konsumen yang terdiri dari pelanggan pontensial yang ingin dan mampu terlibat dalam pertukaran untuk memuaskan kebutuhan atau keinginannya. Produsen harus berupaya untuk menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Produk yang baik akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup dan kesejahtraan perusahaan.

Fokus pengiriman yang merupakan inti dari manajemen-saluran pemasaran mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan dinamika persaingan yang melatarbelakanginya. Munculnya vertikal marketing system (sistem pemasaran vertikal), horizontal marketing system (sistem pemasaran horizontal), multichannel marketing system (sistem pemasaran saluran berganda), menunjukkan dinamika yang terjadi dalam saluran pemasaran sebagai wujud dari berbagai upaya yang dilakukan untuk mengembangkan keunggulan bersaing dalam kadar yang tinggi untuk memuaskan konsumen.

Pengiriman atau penyaluran  barang dan jasa pastinya sangat diperlukan oleh perusahaan penghasil produk, misalnya seperti perusahaan penyedia jasa Courier Servis (Jasa Kurir), Packaging (Pengepakan/pengemasan), Trucking (Truk), dan Warehuousing (Pergudangan) yang menawarkan produk jasanya bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki keterbatasan dalam hal pengiriman/penyaluran barang baik dalam negeri maupun luar negeri, hal ini terjadi karena setiap perusahanan yang berdiri belum  tentu memiliki segala fasilitas yang dapat mendorong kelancaran dari proses pemasaran produk yang akan di tujukan terhadap konsumen, sehingga keberadaan perusahaan jasa menjadi sebuah peluang bagi setiap perusahaan didalam membantu memperlancar pengiriman barang terhadap pihak konsumen.

Perusahaan di indonesia saat ini telah banyak yang menggunakan jasa courier services,  packaging, trucking, warehousing untuk pengiriman segala jenis produk yang dapat sampai ke konsumen di waktu yang tepat, tempat yang tepat, orang yang tepat, dan harga yang tepat sehingga memberikan nilai positif baik bagi produsen, perusahaan jasa, dan konsumen yang dituju. PT. Cakra Lintas Buana merupakan salah satu perusahaan yang Menyediakan jasa  tersebut di kota Medan yang berfungsi sebagai intermediasi antara produsen dengan konsumen.

Strategi pemasaran dari setiap perusahaan merupakan suatu rencana keseluruhan untuk mencapai tujuan. Salah satu tujuan dari diterapkannya suatu strategi pemasaran adalah untuk meningkatkan penjualan. Kebijakan strategi pemasaran yang baik dan tepat diharapkan dapat membantu perusahaan untuk mencapai tingkat penjualan yang telah diharapkan.

Strategi ini bermanfaat agar perusahaan memiliki suatu pengetahauan yang lebih mendalam mengenai suatu pasar yang akan dimasukinya, sehingga apabila strategi dijalankan dengan baik maka perusahaan dapat meningkatkan penjualannya dan memenangkan persaingan dengan perusahaan sejenis lainya. Kajian strategi yang akan di bahas dalam skripsi ini adalah strategi pemasaran jasa, yang mencakup strategi Jasa, harga, dan promosi untuk pemasaran courier servis, packaging, trucking, warehousing.

Alat ukur yang akan digunakan penulis dalam menilai ketepatan strategi pemasaran produk pada PT. Cakra Lintas Buana Medan adalah target dan realisasi penjualan periode 2008-2009. Tercapainya atau tidaknya target penjualan merupakan salah satu indikator ketepatan strategi pemasaran yang diterapkan.

Bertitik tolak dari kenyataan diatas, penulis tertarik dan ingin mengetahui secara lebih mendasar bagaimana secara kenyataaanya strategi pemasaran diterapkan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya (jasa). Oleh sebab itu dengan melakukan penelitian terhadap perusahaan, penulis menyusun skripsi ini dengan judul “Analisis Strategi Pemasaran jasa Pada PT. Cakra Lintas Buana Medan..

  1. B. Perumusan Masalah.

Setiap perusahaan tentunya tidak bisa lepas dari persoalan dan masalah yang timbul pada setiap bagian dari perusahaan, walaupun tingkat kadar dari masalah yang di hadapi berbeda, tetapi permasalahan yang timbul harus diupayakan penanganannya, baik dengan menyelesaikan masalah ataupun dengan menekankan perkembangan masalah tersebut pada tingkat tertentu, masalah adalah sesuatu yang tidak diiginkan dan memerlukan pemecahan. Setiap masalah membutuhkan tanggapan dan cara-cara untuk  mengatasinya agar tujuan perusahaan sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan penelitian  yang dilakukan pada PT. Cakra Lintas Buana Medan penulis melihat adanya permasalahan dalam perusahaan tersebut, dah hal itu yang mendasari penelitian penulis. Permasalahan tersebut adalah Apakah PT. Cakra Lintas Buana Medan telah menerapkan strategi pemasaran yang baik dalam usaha meningkatkan penjualannya ?.

  1. C. Hipotesis.

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang kebenarannya masih harus diuji, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut, maka penulis membuat hipotesis yaitu : Penerapan strategi pemasaran yang belum tepat menyebabkan tidak tercapainya peningkatan  penjualan pada PT. Cakra Lintas Buana Medan.

  1. D. Luas dan Tujuan Penelitian.

Sadar akan keterbatasan pengetahuan, waktu, sarana, dan fasilitas yang dimiliki penulis, disamping agar pembatasan terarah maka penulis merasa perlu untuk membatasi penganalisaan ini hanya dari sudut Analisi Strategi Pemasaran.

Adapun tujuan penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai  berikut :

  1. Mengetahui penerapan strategi pemasaran yang dilakukan PT. Cakra Lintas Buana Medan.
  2. Melihat praktek yang ada pada PT. Cakra Lintas Buana membandingkan serta menghubungkan pengetahuan teoritis yang pernah dipelajari semasa perkuliahan.
  3. Mengetahui bagaimana keputusan mengenai produk dalam pelayanan jasa pada PT. Cakra Lintas Buana.
  4. Mengetahui hubungan strategi pemasaran dengan peningkatan penjualan.

Melalui penelitian ini, penulis merasakan adanya manfaat yang dapat diperoleh sejumlah pihak. Manfaat ini antara lain :

  1. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam menerapkan kebijakan strategi pemasaran yang lebih baik untuk meningkatkan  penjualan.
  2. Sebagai suatu bekal pengetahuan dan pengalaman yang baik bagi mahasiswa, serta menambah informasi bagi mahasiswa lain yang tertarik untuk mengadakan penelitian di bidang yang sama.

 

  1. E. Metode Penelitian dan Pengumpulan Data.

Untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi ini, mempergunakan dua metode penelitian, yaitu :

  1. A. Metode Pengumpulan Data.
  2. Penelitian Kepustakaan / Library Research Methods.

Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan memperlajari bacaan yang mempunyai hubungan dengan objek yang sedang di teliti dan permasalahan yang sedang di bahas seperti buku-buku, literature, majalah, bulletin, brosur-brosur dan tulisan ilmiah lainya. Pada prinsipnya data dari hasil metode penelitian ini bersifat teoritis (data sekunder).

  1. Penelitian Lapangan / field Research methods.

Penelitian lapangan merupakan penelitian yang dilaksanakan secara langsung pada objek yang diteliti. Data yang diperoleh dari hasil penelitian merupakan data primer yang diperoleh dengan cara :

  1. Wawancara.

Penulis mengumpulkan data melalui wawancara langsung dengan direktur perusahaan dan karyawan PT. Cakra Lintas Buana Medan.

  1. Observasi.

Penulis melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian yaitu pada kegiatan Pelayanan Jasa pada PT. Cakra Lintas Buana  Medan.

 

  1. F. Metode Analisis.

Metode ini dipergunakan untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang terdiri dari dua bagian yakni :

  1. Metode  Deskriptif.

Metode ini dilakukan dengan cara menentukan, mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan data sehingga memberikan gambaran yang objektif dari masalah yang dianalisis untuk menjelaskan keadaan objek.

  1. Metode Deduktif.

Metode ini merupakan metode ilmiah dimana data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teori yang berlaku secara umum. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat ditarik suatu kesimpulan dan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat diterima atau ditolak.

 

BAB II

URAIAN TEORITIS

  1. A. Pengertian Pemasaran, Manajemen Pemasaran, dan Strategi Pemasaran.
  2. 1. Pengertian Pemasaran.

Perkataan marketing berasal dari kata “Market” yang artinya pasar. Jadi istilah kata marketing berarti pemasaran. Dalam pengertian ini pemasaran bukan hanya tertuju kepada kegiatan memperjual belikan barang dan jasa kepada konsumen tetapi sudah termasuk di dalamnya kegiatan mencari pelanggan/konsumen agar terjadi jual beli dan juga kegiatan yang dilakukan untuk memelihara hubungan yang baik dengan pihak penjual dan pihak pembeli serta melakukan tindakan pelayanan kepada semua langganan agar para pelanggan tersebut memperoleh kepuasan sebagai salah satu tujuan dari pemasaran.

Marketing sering diartikan oleh orang-orang sebagai kegiatan yang hanya memperjual belikan barang dan jasa kepada konsumen, jadi bila ada orang yang beranggapan akan hal tersebut, jelas salah. Karena kegiatan memperjual belikan barang dan jasa hanya merupakan puncak kecil gunung es pemasaran atau bahagian kecil dari kegiatan pemasaran secara keseluruhan.

Beberapa defenisi maketing menurut ahli-ahli marketing akan di kemukakan dibawah ini untuk menghindari kesimpangsiuran tentang pengertian marketing yaitu :

Menurut Warren J. Keegan : “Pemasaran adalah proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah organisasi terhadap kesempatan dan kebutuhan lingkungan”.[1]

Menurut Lamb, Hair, McDaniel : “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu mencapai tujuan individu dan organisasi”.[2]

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller : Asosiasi pemasaran amerika menawarkan defenisi formal berikut : “Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya”, defenisi sosial : “Pemasaran suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.[3]

Menurut Philip Kotler, Swee Hoon Ang, Siew Meng Leong, dan Ching Tiong Tan : “Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui, penciptaan, penawaran, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai (Products of value) dengan orang atau kelompok lain”.[4]

Dari defenisi diatas dapat dinyatakan bahwa “pemasar meciptakan kebutuhan” atau “pemasar membuat orang membeli barang-barang yang tidak mereka inginkan”. Pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar, seperti halnya panutan lain dalam masyarakat, mempengaruhi keinginan. Pemasar juga mempengaruhi permintaan dengan membuat suatu produk cocok, menarik, terjangkau, dan mudah didapatkan oleh konsumen yang dituju.

  1. 2. Manajemen Pemasaran.

Proses pertukaran memerlukan banyak tenaga dan ketrampilan. Manajemen pemasaran terjadi bila setidaknya satu pihak dalam pertukaran potensial memikirkan sasaran dan cara mendapatkan respon yang diharapkan dari pihak lain. Kita akan menggunakan defenisi (manajemen) pemasaran yang dirumuskan pada tahun 1985 oleh American Marketing Association. Menurut Philip Kotler, Swee Hoon Ang, Siew Meng Leong, dan Ching Tiong Tan : “Manajemen Pemasaran adalah Proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi, dan distribusi barang, jasa, dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi”.[5]

Defenisi ini menyatakan bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang mencakup analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian; juga mencakup barang, jasa, dan gagasan; berdasarkan pertukaran; dan tujuaanya adalah memberikan keputusan kepada pihak-pihak yang terlibat.

Manajer pemasaran menangani tugas-tugas tersebut dengan melakukan riset pemasaran, perencanaan, implementasi, dan pengendalian. Dalam perencanaan pemasaran, pemasar harus menentukan pasar sasaran, market positioning, pengembangan produk, penentuan harga, saluran distribusi, distribusi fisik, komunikasi, dan promosi.

  1. 3. Strategi Pemasaran.

Tingkat penjualan dan kemampulabaan untuk produk, jasa, atau lini produk dipengaruhi oleh sejumlah faktor-faktor di luar kendali, seperti kekuatan-kekuatan demografi dan ekonomi. Tetapi, tingkat ini juga dipengaruhi oleh usaha-usaha pemasaran. Oleh karena itu, tanggung jawab pokok seorang manajer pemasaran adalah merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan yang akan membantu mencapai sasaran-sasaran penjualan, bagian pasar, dan laba untuk suatu produk. Artinya, setelah rencana pemasaran perusahaan perusahaan menetapkan peran untuk masing-masing produk dalam portofolio perusahaan, strategi pemasaran harus dikembangkan. Strategi pemasaran menentukan pendekatan yang akan diambil oleh perusahaan untuk memastikan bahwa masing-masing produk memenuhi perannya.

Menurut Lamb, Hair, McDnaiel : “Strategi pemasaran meliputi kegiatan menyeleksi dan penjelasan satu atau beberapa target pasar dan mengembangkan serta memelihara suatu bauran pemasaran yang akan menghasilkan kepuasan bersama dengan pasar yang dituju”.[6]

Menurut tuul dan kahle (1990) mendefinisikan: “Strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencpai tujuan perusahan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang di masuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut”.[7]

Dari defenisi diatas disimpulkan bahwa titik beratnya diletakkan pada kemampuan dari perusahaan di dalam menyeleksi beberapa alat-alat dan teknik pemasaran di dalam pencapaian tujuan dari perusahaan, dengan demikian strategi pemasaran ini berfungsi untuk mengoptimalkan tujuan, sehingga dapat membantu perusahaan untuk mencapai sasaranya.

 

 

  1. B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran

Untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut, maka pasti terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan tersebut, dapat digambarkan sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran Perusahaan

Sumber : Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid satu, cetakan kedua, jakarta : indeks, 2007, Hal.33

Kemampuan strategi pemasaran suatu perusahaan untuk menanggapi setiap perubahan kondisi pasar dan faktor biaya tergantung pada analisis terhadap faktor-faktor berikut :

  1. Faktor lingkungan.

Analisis terhadap faktor lingkungan seperti pertumbuhan populasi dan peraturan pemerintah sangat penting untuk mengetahui pengaruh yabng ditimbulkannya pada bisnis perusahaan. Selain itu faktor-faktor seperti perkembangan teknologi, tingkat inflasi, dan gaya hidup juga tidak boleh diabaikan. Hal-hal tersebut merupakan faktor lingkugan yang harus ditipertimbangkan sesuai dengan produk dan pasar perusahaan.

  1. Faktor pasar

Setiap perusahaan perlu selalu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran pasar, tingkat pertumbuhan, tahap perkembangan, trend dalam system distribusi, pola perlaku pembeli, permintaan musiman, segmen pasar yang ada saat ini atau yang dapat dikembangkan lagi, dan peluang-peluang yang belum terpernuhi.

  1. Persaingan.

Dalam kaitannya dengan persaingan, setiap peruahaan perlu memahami siapa pesaingnya, bagaimana posisi produk/pasar pesaing tersebut, apa strategi mereka, kekuatan dan kelemahan pesaing, struktur pesaing, dan kapasitas produksi para pesaing.

  1. Analisis kemampuan internal.

Setiap perusahaan perlu menilai kekuatan dan kelemahannya dibandingkan para pesaingnya. Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi, sumber daya financial, kemampuan pemanufakturan, kekuatan pemasaran, dan basis pelanggan yang dimiliki.

  1. Perilaku konsumen.

Perlu dipantau dan dianalisis karena hal ini sangat bermanfaat bagi pengembangan produk, desain produk, penetapan harga, pemilihan saluran distribusi, dan penentuan strategi promosi, analisis perilaku konsumen dapat dilakukan dengan penelitian (riset pasar), baik melalui observasi maupun metode survey.

  1. Analisis ekonomi.

Dalam analisis ekonomi, perusahaan dapat memperkirakan pengaruh setiap peluang pemasaran terhadap komitmen yang diperlukan, analisis BEP (break even point), penilaian risiko/laba, dan analisis faktor ekonomi pesaing.

 

  1. C. Pengertian dan Prinsip-prinsip Manajemen Jasa.

Pemahaman mengenai manajemen jasa dan prinsip-prinsip manajemen jasa sebagaimana manajemen produk sangat penting artinya dalam pengambilan keputusan, perilaku organisasi dan penyusunan strategi.

Prof. Dr. Farida Jasfar, M.E. menyatakan : “Manajemen jasa adalah pendekatan manajemen dalam bisnis jasa, di mana aplikasi dari prosedur maupun prinsip-prinsip manajemen disesuaikan dengan sifat-sifat jasa dan sifat-sifat persaingan jasa”.[8][9]

Prinsip-prinsip Manajemen Pemasaran Jasa, Yaitu :

  1. The Profit Equation And The Business Logic, dijelaskan mengenai cara untuk merencanakan keuntungan dengan penggunaan sumber logistik yang ada. Sesuai dengan prinsip ini, keuntungan hanya akan diperoleh apabila semua sumber daya logistik yang ada diarahkan untuk memberikan kualitas jasa sesuai dengan penilaian konsumen. Untuk itu, keputusan-keputusan efisiensi, baik efisiensi internal (penggunaan modal dan tenaga kerja) maupun efisiensi eksternal (kepuasan konsumen) harus terintegrasi dengan baik. Artinya, apabila perusahaan ingin memperbaiki keputusan-keputusan di bidang eksternal, misalnya menaikkan gaji dan kesejahtraan karyawan, keputusan ini harus sejalan dengan keputusan untuk meningkatkan kepuasan konsumen melalui pelayanan yang lebih baik.
  2. Decision Making Authority, yaitu dalam hak atau otoritas dalam pengambilan keputusan haruslah dapat didesentralisasi, yang  berarti keputusan-keputusan penting diserahkan kepada personel yang melakukan kontak langsung dengan konsumen. Hal ini sangat penting dalam manajemen jasa, karena sifat jasa yang melibatkan konsumen di dalam proses, maka yang disebut dengan moment of truth ni sangat menentukan. Apabila ksempatan ini tidak dimanfaatkan oleh personel yang terlibat langsung, maka bisa saja kesempatan ini hilang, yang akan mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap kualitas jasa yang diberikan.
  3. Organization Focus, struktur maupun pelaksana fungsi-fungsi organisasi harus ditujukan kepada pengerahan (mobilisasi) sumber-sumber daya, seperti manajemn dan staf yang bertugas di belang (back office) untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan di garis depan (fron line). Hal ini mensyaratkan suatu bentuk struktur organisasi yang lebih mendatar, yang tidak terlalu banyak memiliki birokrasi.
  4. Supervisory Focus, pada pendekatan manajemen biasa, sistem supervise lebih ditekankan kepda pengendalian mutu dengan membandingkan antara standar yang telah ditetapkan denga pelaksanaannya. Di dalam manajemen jasa, supervise ini tidak dapat dilakukan, karena sifat dan proses jasa yang sangat berbeda dengan produk serta banyak jenis jasa yang tidak dapat dibuat standarnya secara sempurna. Sistem supervise yang paling mungkin dilakukan adalah dengan mendorong personel yang langsung menangani konsumen melalui sistem penghargaan (reward system) khusus, dengan selalu menekankan kepada mereka budaya kualitas.
  5. Reward Systems, pada umumnya sistem penghargaan (reward system) dalam manajemen jasa berkaitan dengan cara melakukan supervise, seperti telah dijelaskan pada prinsip keempat. Reward system didasarkan kepada kualitas jasa yang diberikan, yang ukurannya adalah kepuasan konsumen. Apabila konsumen sangat puas, maka penghargaan (uang atau non-uang) yang didapat lebih besar daripada apabila konsumen cukup puas. Cara mengukur tingkat kepuasan konsumen ini sebagai konsumen dasar untuk memberikan penghargaan kepda karywan, dapat dilakukan : misalnya melalui survey konsumen untuk mendapatkan tanggapannya terhadap kualitas jasa yang telah di terimanya.
  6. Measurement Focus, cara mengukur atau ukuran-ukuran yang dipakai dalam melaksanakan prinsip-prinsip monitoring maupun prinsip pemberian penghargaan haruslah jelas dan selalu dikembangkan agar ukuran-ukuran ini dapat disesuaikan dengan kondisi atau waktu. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, ukuran yang tepat digunakan adalah tingkat kepuasan konsumen yang sangat berkaitan dengan bagaimana persepsi konsumen terhadap jasa yang diterima atau dikonsumsinya, ukuran-ukuran efisiensi internal merupakan alat ukur lain yang dapat dipakai untuk mengetahui bagaimana mereka melakukan tugasnya.

Menurut corey (dalam dolan, 1991), strategi pemasaran terdiri atas lima elemen yang saling berkait. Kelima elemen tersebut adalah :

  1. Pemilihan Pasar, yaitu memilih pasar yang akan dilayani. Keputusan ini didasarkan pada faktor-faktor (jain,1990).
    1. Persepsi terhadap fungsi produk danpengelompokan teknologi yang dapat di proteksi dan didominasi.
    2. Keterbatasan sumber daya internal yangmendorong perlunya pemusatan (focus) yang leibh sempti.
    3. Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada trial-and-error di dalam menanggapi peluang dan tantangan.
    4. Kemampuan khusus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar yang terproteksi.

Pemilihan pasar dimulai dengan melakukan segmentasi pasar dan kemudian memilih pasar sasaran yang paling memungkinkan untuk dilayani oleh perusahaan.

  1. Perencanaan Produk, meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk, dan desain penawaran individual pada masing-masing lini. Produk itu sendiri menawarkan manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian. Manfaat tersebut meliput produk iti sendiri, nama merek produk, ketersediaan produk, jaminan atau garansi, jasa reparasi, dan bantuan teknis yang disediakan penjual, serta hubungan personal yang mungkin terbantuk di antara pembeli dan penjual.
  2. Penetapan Harga, yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan.
  3. System Distribusi, yaitu saluran  perdagangan grosir dan eceran yang dilalui produk hinga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya.
  4. Komunikasi Pemasaran (promosi), yang meliputi periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public relations.
  5. D. Strategi Bauran Pemasaran

Pada tahap ini, seorang manajer mulai memaparkan secara garis besar strategi pemasaran yang akan digunakannya sepanjang periode yang akan datang. Sebelumnya, mari kita rumuskan dulu apa yang sebenarnya dimaksudkan dengan strategi bauran pemasaran yaitu : pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan terlebih dulu, didalamnya tercantum keputusan-keputusan pokok mengenai terget pasar, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaran yang diperlukan.

Dalam mengembangkan strategi pemasaran yang akan dipilihnya, seorang manajer menghadapi sejumlah besar pilihan. Setiap sasaran dapat saja dicapai melalui berbagai cara. Misalnya saja sasaran dapat meningkatkan hasil penjulan sebesar 10% dapat diraih dengan menaikkan harga jual seluruh unit, meningkatkan volume seluruh penjulan dan/atau menjual volume yang lebih banyak dengan harga jual yang lebih tinggi, kemudian masing-masing sasaran inipun dapat dicapai dengan berbagai jalan lagi. Seluruh volume penjulan dapat ditingkatkan dengan mempercepat tingkat pertumbuhan pasar dan/atau bagian pasar. Dengan setiap kali menelusuri masing-masing sasaran, manajer akan mampu mengidentifikasi pilihan strategi dasar bagi produknya.

Pada gilirannya pertumbuhan pasar yang lebih pesat bisa dihasilkan dengan ditemukannya pilihan strategi dasar dari berbagai alternatif tadi, sebaiknya disusun satu formula strategi dengan mengambil produk Jasa kurir, pergudangan, pengangkutan dan pengepakan. Maka manajer produk tadi dapat membantu suatu pernyataan mengenai strategi dasar sebagai berikut :

Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atas keandalan produk ini, perusahaan akan melancarkan kampanye periklanan yang gencar. Disamping itu perusahaan akan menjadwalkan suatu program promosi agar bisa menarik perhatian konsumen untuk menggunakan jasa tersebut dan juga pendistribusi dengan cara memperluas daerah pangsa pasar.

Dalam mengembangkan strategi apapun tentu saja seorang manajer produk harus membahasnya dengn pihak-pihak yang banyak mengetahui kerjasamanya sangat berarti dalam menemukan sukses atau gagalnya strategi bauran pemasaran tersebut.

Menurut Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani : Bauran Pemasaran Jasa (marketing mix) merupakan alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur suatu program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan positioning yang ditetapkan dapat berjalan sukses”.[10] Bauran pemasaran pada produk barang yang kita kenal selama ini berbeda dengan bauran pemasaran untuk produk jasa, Hal ini terkait dengan perbedaan karakteristik jasa dan barang yang bersifat berwujud dan tidak berwujud.

Tugas pemasar adalah merencanakan kegiatan pemasaran dan merakit program pemasaran yang sepenuhnya terpadu untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai bagi konsumen. Program pemasaran terdiri dari sejumlah keputusan tentang kegitan pemasaran yang meningkatkan nilai untuk digunakan. Kegiatan-kegiatan pemasaran tampil dalam semua bentuk. Satu lukisan tradisional tentang kegiatan pemasaran adalah dari segi bauran pemasaran.

Menurut McCarthy : “Bauran Pemasaran adalah sebagai perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan pemasarannya”.[11]

  1. 1. STRATEGI PRODUK.

Bahwa produk berpendapat bahwa para konsumen akan menunjukkan produk-produk yang memberikan kualitas, penampilan dan ciri-ciri yang terbaik. Manajemen dalam organisasi yang berorientasi pada produk demikian memusatkan energi mereka untuk membuat produk yang baik dan terus-menerus meningkatkan mutu produk tersebut.

Para manajer ini berasumsi bahwa para pembeli mengagumi produk yang dibuat dengan baik, bahwa pembeli dapat menghargai kualitas produk-produk dan pelayanannya serta bersedia membayar produk yang tergolong istimewa itu dengan harga yang lebih mahal. Banyak diantara manajer ini yang terpukau pada produk mereka saja, dan mereka tidak lagi memahami bahwa mungkin minatnya beralih ke orang lain.

Variabel ini mempunyai kedudukan atau peranan dari keseluruhan elemen bauran pemasaran (marketing mix) karena merupakan aspek yang pertama sekali diperhatikan oleh konsumen sebelum sampai pada variabel-variabel lainya.

Proses perencanaan strategi produk meliputi beberapa langkah, yaitu :

  1. Analisis situasi.

Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal dan lingkungan eskternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki, seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan tersebut.

  1. Penentuan tujuan produk.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atau mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.

 

  1. Penentuan sasaran pasar/produk.

Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan ataupun melakukan segmentasi. Dengan demikian, alternatif yang dapat dipilih adalah produk standar, customized product, maupun produk standar dengan modifikasi.

  1. Penentuan anggaran.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah penyusunan anggaran. Anggaran ini bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi, sekaligus pengendalian.

  1. Penetapan Strategi Poduk.

Dalama tahap ini, alternatif-alternatif strategi poduk dianalisis dan dinilai keunggulan dan kelamahannya, kemudian dipilih yang paling baik dan layak untuk kemudian diterapkan. Strategi produk yang dapat dipilih akan di bahas pada bagian tersendiri.

  1. Evaluasi pelaksanaan strategi.

Aktivitas yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan rencana yang telah disusun.

Menurut Philip Khotler : “Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan”.[12] Produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat, properti, organisasi, dan gagasan. Secara umum produk dapat diartikan sebagai sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelian dan penggunaan atau konsumsi yang dapat digunakan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan.

  1. STRATEGI HARGA

Strategi penentuan harga dapat dianalogikan seperti tumpuan berkakai tiga di mana tiga buah kaki mendasari adalah biaya, kompetisi, dan nilai. Biaya yang akan ditutupi menjadi lantai dari tumpuan berkaki tiga tersebut terhadap harga yang akan dikenakan terhadap suatu produk jasa tertentu; sementara nilai dari produk jasa tersebut menjadi atap, dimana harga yang dikenakan pesaing untuk produk jasa pengganti atau sejenis terletak antara atap dan lantai dari tumpuan berkaki tiga.

Perusahaan yang mencari keuntungan harus dapat menutup semua biaya  dalam memproduksi jasa tersebut dan pemasaran jasa tersebut kemudian menambahkan margin agar mendapatkan keuntungan yang memuaskan.

Harga juga memainkan peranan yang penting dalam mengomunikasikan kualitas dari jasa tersebut. Dengan ketiadaan petunjuk-petunjuk yang bersifat nyata, konsumen mengasosiasikan harga yang tinggi dengan tingkat kinerja suatu produk jasa yang tinggi pula. Harga bisa diungkapkan dengan berbagai istilah, misalnya iuran, tarif, sewa, bunga, premium, komisi, upa, gaji, honorarium, SPP, dan sebagainya. Dari sudut pandangan pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa.

Strategi Dan Taktik Penentuan Harga

Ada beberapa strategi dan taktik dalam penentuan harga jasa. Morris mejelaskan jenis-jenis strategi penentuan harga sebagai berikut :

  1. Strategi berdasarkan biaya.
    1. Penentuan harga markup (Markup Pricing) atau biaya plus (Cost-plus-pricing).
    2. Penentuan harga berdasarkan sasaran pengembalian (Target Return Pricing).
    3. Strategi berdasarkan pasar.
      1. Penentuan harga dasar (Floor Pricing).
      2. Penentuan harga penetrasi (Penetration Pricing)
      3. Penentuan harga paritas (Parity Pricing [Going Rate])
      4. Penentuan harga premium (Premium Pricing [Skimming]).
      5. e. Price leadership pricing.
      6. f. Stay out pricing
      7. g. Bundle pricing
      8. Penentuan harga berdasarkan nilai [diferensial] (Value-based Pricing [Differentials]).
      9. Penentuan harga manfaat-kotor (Gross-benefit Pricing).

Taktik penentuan harga.

`Terdapat berbagai macam taktik yang bisa digunakan oleh berbagai perusahaan jasa untuk menetapkan harga layanan jasa kepada konsumen. Adapun berbagai taktik tersebut adalah:

  1. Penentuan harga biaya-plus (Cos-plus Pricing).

Penentuan harga dilakukan dengan menaikkan (markup) harga sekian persen dari total biayanya.

  1. Penentuan harga berdasarkan tingkat pengembalian (rate of return pricing).

Penentuan harga ditentukan untuk mencapai tingkat pengembalian atas investasi (return of investment-ROI) atau pengembalian atas aktiva (Return of Assets-ROA) yang ditargetkan. Penentuan harga ini disebut juga penentuan harga berdasarkan sasaran pengembalian.

  1. Penentuan harga paritas persaingan (competitive parity pricing).

Penentuan harga ditentukan berdasarkan harga yang ditentukan oleh pemimpin pasar. Hamper sama dengan taktik ini adalah parity pricing (Going Rate), yaitu penentuan harga dibut sama dengan harga rata-rata yang ditetapakan oleh pasar.

  1. Penentuan harga rugi (Loss Leading Pricing).

Penentuan harga awal ditentukan pada harga yang rendah-bahkan kadang merugi-dengan tujuan jangka pendek, yaitu mendapat posisi di pasar atau meningkatkan pangsa pasar. Hamper sama dengan taktik ini adalah stay out pricing, yaitu penentuan harga yang rendah (di bahwa BEP) dengan tujuan untuk menurunkan tingkat masuknya pesaing baru ke dalam pasar.

  1. Penentuan harga berdarkan nilai (Value-based Pricing).

Penentuan harga ditentukan atas dasar nilai jasa yang dipersepsikan oleh segmen konsumen tertentu. Penentuan harga ini disebut pendekatan pasar (market-driven approach), di mana tindakan dilakukan untuk memperkuat positioning jasa dan manfaat yang diterima konsumen dari jasa tersebut.

  1. Penentuan harga relasional (Relationalship Pricing).

Penentuan harga didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan atas seluruh jasa yang disediakan untuk konsumen dan atas potensi keuntungan di masa depan dalam jangka waktu tertentu, seringkali dalam seluruh hidup konsumen. Relatinalship pricing merupakan pendekatan pasar terorientasi (Market-oriented Approach) dari penentuan harga berdasarkan nilai (Value-based Pricing). Penentuan harga berdasarkan nilai bertujuan untuk membantu memosisikan jasa dan menampilkan fakta dimana para konsumen mau membayar lebih untuk manfaat yang dirasakan oleh produk utama dan produk sampingan. Sebuah pendekatan yang biasanya digunakan perusahaan untuk meningkatkan produk sampingan . sebuah pendekatan yang biasanya digunakan perusahaan untuk meningkatkan produk sampingan dan mencapai peningkatan harga adalah dengan jaminan jasa yang tidak bersyarat.

  1. Penentuan harga fleksibel (Flexible Pricing).

Penentuan harga ini bersifat fexible, dipengaruhi oleh faktor bisnis jasa yang digeluti.

Contoh : Jasa layanan hotel akan menetapkan harga yang berbeda pada musim yang berbeda.

  1. Penentuan harga dengan diskon (Discount Pricing).

Penentuan harga di bahwa harga standar. Oleh karena itu, dalam perusahaan jasa memerlukan adanya jasa perantara, agen, ataupun broker dimana mereka layak mendapatkan komisi.

  1. Penentuan harga dengan mengalihkan (Diversionary Pricing).

Penentuan harga dengan adanaya pembedaan teknik dasar yaitu menetapkan harga yang murah pada jasa inti, sementara jasa lain yang bersamaan dengan konsumsi jasa tersebut dibuat standar atau lebih tinggi. Hampir sama dengan taktik ini adalah gross-benefit pricing, dimana harga ditentukan dibawah biaya total satu produk dalam lini produk, tetapi relatif tinggi untuk produk lain yang berfungsi sebagai barang komplemen/pelengkap langsung dalam lini tersebut.

  1. Penentuan harga dengan jaminan (Guarantee Pricing).

Penentuan harga dimana penyedia jasa memberikan jaminan atas produknya namun dengan harga yang relative lebih mahal.

  1. Penentuan harga dengan mempertahankan Harga yang Tinggi (High Price Maintenace pricing).

Penentuan harga di mana penyedia jasa berani untuk member harga yang tinggi, karena jika turun, maka reputasi akan tururn.

  1. Penentuan harga saat ramai (Peka Load Pricing).

Penentuan harga di mana penyedia jasa menetapkan harga jasa yang lebih mahal pada saat peak (masa ramai) karena biaya yang lebih tinggi yang harus ditanggung produsen ketika masa ramai disbanding masa sepi.

  1. Penentuan harga tersembunyi (Offset Pricing).

Penentuan harga dengan adanya beberapa komponen harga yang”disembunyikan” penentuan harga yang tertera tidak seluruhnya merupakan harga akhir yang harus dibayar oleh konsumen.

  1. Diskriminasi Harga derajat Pertama (First-degree Price Discrimination).

Penentuan harga dengan menjual setiap unit dari sebuh produk jasa secara terpisah dan meng-charge harga tertinggi yang mungkin untuk setiap layanan jasa yang ditawarkan. Contoh : dengan asumsi bahwa si penyedia jasa mengenal konsumennya, amka UI akan menetapkan SPP yang mahal kepada mereka yang mampu dan memberikan keringanan bagi mereka yang kurang mampu.

  1. Diskriminasi harga derajat kedua (First-degree Price Discrimination).

Penentuan harga yang seragam pada layanan jasa diukur dalam satuan kuantitas tertentu dan harga yang leibh murah (atau lebih tinggi) lagi pada setiap tambahan satuan kuantitas dalam masa konsumsi yang sama, dan seterusnya demikian. Contoh : tarif progresif pajak, adanya pembedaan tarif dasar listrik berdasarkan satuan Kwh.

  1. Diskriminasi harga derajat ketiga (Third-degree Price Discrimination).

Penentuan harga yang berbeda pada layanan jasa yang sama dalam pasar yang berbeda hingga pendapatan marginal dari layanan jasa terakhir yang dijual di setiap pasar yang berbeda sama dengan biaya marginal dari layanan jasa tersebut. Contoh : perbedaan harga yang dikenakan oleh jasa angkutan udara, adanya tarif reguler dan tarif khusus.

  1. Tarif dua bagian (Two Part Tarif).

Penentuan harga dimana konsumen membayar biaya awal untuk hak mengonsumsi layanan jasa tersebut dan membayar pula biaya penggunaan atau harga untuk setiap layanan jasa yang mereka konsumsi. Contoh : biaya pemakaian telephon. Adanya biaya abonemen dan selanjutnya konsumen membayar pulsa untuk setiap pemakaiannya.

  1. Penentuan harga paket (Price Bundling).

Penentuan harga dimana menjual satu atau lebih produknya layanan jasa sebagai sebuah paket. Contoh : adanya jenis makanan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup yang ditawarkan oleh restoran hotel; paket perjalanan wisata; dan lain-lain.

  1. 3. STRATEGI DISTRIBUSI.

Strategi distribusi berkenaan dengan penentuan dan manajemen saluran distribusi yang dipergunakan oleh produsen untuk memasarkan barang dan jasanya, sehingga produk tersebut dapat sampai di tangan konsumen sasaran dalam jumlah dan jenis yang dibuthkan, pada waktu diperlukan, dna di tempat yang tepat. Secara garis besar terdapat enam macam distribusi yang dapat digunakan , yaitu :

  1. Strategi struktur saluran distribusi
  2. Strategi cakupan distribusi
  3. Strategi saluran distribusi berganda.
  4. Strategi modifikasi saluran distribusi.
  5. Strategi pengendalian saluran distribusi.
  6. Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi.
    1. 1. Saluran Strategi struktur saluran distribusi.

Strategi ini berkatian dengan penentuan jumlah perantara yang digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen. Alternatif yang dipilih dapat berupa distribusi langsung (direct channel) atau distribusi tidak langsung (indirect channel). Tujuan dari strategi ini adalah untuk mencapai jumlah pelanggan yang optimal pada waktu yang tepat dan dengan biaya yang rendah namun dapat meraih dan menjaga tingkat pengendalian distribusi tertentu.

Ada banyak manfaat dari distribusi langsung. Perusahaan dapat mengetahui perubahan sikap pelanggan sehingga dapat menyesuaikan bauran pemasarannya. Jika dalam menyampaikan barang itu diperlukan jasa teknis khusus, pemasar dapat mengembangkan armada penjual yang lebih baik daripada perantara. Perusahaan juga dapat memiliki tingkat pengendalian distribusi yang besar. Meskipun demikian, distribusi langsung ini biasanya membutuhkan dana dan sumber daya manusia yang besar.

  1. 2. Strategi cakupan distribusi.

Strategi ini berkaitan dengan penetuan jumlah perantara di suatu wilayah atau market exposure. Tujuan dari strategi ini adalah melayani pasar dengan biaya yang minimal namun bisa menciptakan citra produk yang diinginkan. Strategi ini ada tiga macam dan pemilihan masing-masing strategi mensyaratkan pemahaman pemasar mengenai kebiasaan pembeli pelanggan, tingkat gross margin dan turnover, kemampuan retailer dalam memberi jasa dan mejual selurh produk perusahaan serta kelas produk

  1. Distribusi selektif, yaitu produsen hanya menunjukkan satu orang perantara khusus untuk menyalurkan barangya di daerah atau wilayah tertentu, dengan syarat perantara itu tidak boleh menjual produk produsen lain.
  2. Distribusi intensif, yaitu produsen berusaha menyediakan produknya di semua retail outlet yang mungkin memasarkannya.
  3. Distribusi selektif, yaitu strategi menempatkan produk perusahaan di beberapa retail outlet saja dalam suatu daerah tertentu. Keuntungan dari strategi ini adalah mampu mendapatkan cakupan besar yang cukup luas dengan tingkat pengendalian yang besar tanpa biaya tinggi. Di samping itu, strategi ini juga memberikan laba yang cukup besar bagi produsen dan perantara itu sendiri.
  4. 3. Strategi saluran distribusi berganda.

Saluran distribusi yang berbeda mungkin dibutuhkan untuk mencapai segmen2 pelanggan yang berbeda dalam pasar yang luas. Oleh karena itu beberapa perusahaan menerapkan strategi saluran distribusi berganda (multiple channel strategy, yaitu penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segmen pelanggan.tujuannya dalah untuk memporoleh akses yang optimal pada setiap segmen. Saluran distribusi berganda terdiri dari dua jensi, yaitu :

a)         Saluran komplementer, yaitu jika masing-masing saluran menjual produk yang tidak saling berhubungan atau melayani segmen pasar yang tidak saling berhubungan. Tujuan dari penggunaan saluran komplementer adalah untuk mencapai segmen pasar yang tidak dapa dicapai oleh saluran distribusi perusahaan yang ada sekarang.

b)        Saluran kompetitif, yaitu jika produk yang sama dijual melalui dua saluran yang berbeda tapi bersaing satu sama lain. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan penjualan. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa jika para distributor harus saling bersaing, baik dalam menjual produk perusahaan maupun produk perusahaan lainnya, maka masing-masing distributor akan bekerja dan berusaha secara gigih.

  1. 4. Strategi modifikasi saluran distribusi.

Strategi modifikasi saluran distribusi (channel modification strategy) adalah strategi mengubah susunan saluran distribusi yang ada berdasarkan evaluasi dan peninjauan ulang.

1)      Evaluasi saluran

Pada saluran ini harus menggunakan kriteria-kriteria yang tepat, yaitu :

  1. Biaya distribusi. Dalam hal ini informasi yang dibutuhkan adalah klasifikasi biaya utama serta sub-biaya utama, misalnya biaya persediaan, biaya pemrosesan pesanan, biaya transportasi, biaya pengepakan, biaya pergudangan, dan lain-lain.
  2. Cakupan pasar (penetrasi), yaitu memprediksi perubahan penjualan jika penetrasi baru benar-benar dilakukan.
  3. Layanan pelanggan (customer services), yaitu mengidentifikasi jasa pelayanan yang dinginkan pelanggan dan kemudian memilih saluran distribusi dengan cara mencocokkan kesanggupan dan kesediaan setiap alternatif saluran untuk memberi jasa yang dimaksud.
  4. Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran. Pengendalian berata mengambil tindakan atau langkah-langkah yang dapat mengurangi gap antara hasil yang diharapkan dengan hasil aktual.

 

 

2)      Modifikasi saluran.

Perubahan dapat dilakukan dengan menambah atau mengurangi anggota di dalam saluran, menambah atau mengurangi saluran pasar khusu, atau mendirikan saluran yang baru untuk menjual barng diseluruh pasar. Setiap perubahan yang dilakukan harus sesuai dengan strategi pemasaran keseluruhan, dalam arti pengaruh perubahan tersebut terhadap unsur-unsur bauran pemasaran lainnya.

  1. 5. Strategi pengendalian saluran distribusi.

Saluran pemasaran konvensional biasanya terdiri dari produsen, pedagang grosir, dan pengecer bebas, yang masing-masing berupaya memaksimalkan labanya masing-masing. Tidak satu pun anggota saluran itu dapat mengendalikan anggota yang lain. Bagi kebanyakan perusahaan, pengendalian terhadap anggota saluran lainnya merupakan faktor yang penting karena dapat menimbulkan skala ekonomis usaha, pembelian barang menjadi murah, dapat menerapkan iklan bersama, dan mampu memperkerjakan ahli pemasaran.

  1. 6. Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi.

Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan adanya kerja sama antarsaluran meskipun demikian di dalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga di antara anggota saluran sering terjadi gontok-gontoka. Konflik dapat bersifat horizontal dan vertikal. Konflik juga dapat timbul antara saluran yang satu dengan saluran yang lain yang menjual produk sama dan kepasar yang sama. Oleh karena hal tersebut suatu perusahaan dapat menerapkan salah satu strategi atau beberapa strategi berikut :

  1. Bargaining strategy, yaitu salah satu anggota saluran berinisiatif sendiri dalam proses tawar-menawar di mana ia bersedia mengalah, dengan harapan pihak lain juga berbuat serupa.
  2. Boundary strategy, yaitu menangani konflik dengan diplomasi, di mana kedua belah pihak mengirim wakil-wakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang terjadi.
  3. Interpenetration strategy, yaitu pemecahan konflik dengan interaksi informal yang sering dengan melibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan masing-masing.
  4. Superorganization strategy, yaitu menggunakan pihak ketiga yang netral tnuk menangani konflik.
  5. Superordinate goal strategy, yaitu para anggota saluran yang berkonflik menetapkan tujuan bersama.
  6. Exchange of person stategy, yaitu masing-masing pihak yang berkonflik saling bertukar personil.
  7. Cooptation, yaitu menggunakan pimpinan organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasihat atau dewan direktur untuk didengarkan pendapatnya dalam mengatasi konflik.

Tujuan utama dari seluruh strategi di atas adalah untuk menghasilakn solusi yang dapat diterima semua pihak yang berselisih sehingga akhirnya mereka mau bersama-sama melaksanakan apa yang telah disepakati.

 

 

  1. 4. STRATEGI POMOSI.

Strategi promosi berkaitan dengan masalah-masalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian komunikasi persuasif dengan pelanggan. Strategi promosi ini biasanya untuk menentukan proporsi personal selling, iklan, dan promosi penjulan.

Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak  pernah membelinya. Pentingya promosi dapat digambarkan lewat perumpaan bahwa pemasaran tanpa promosi dapat diibaratkan seorang pria berkaca mata hitam yang dari tempat gelap pada malam kelam mengedipkan matanya pada seorang gadis cantik di kejauhan. Tak seorang pun yang tahu apa yang dilakukan pria tersebut, selain dirinya sendiri.

  1. Bauran promosi

Meskipun secara umum bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang sama, tetapi bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas khususnya, yaitu :

  1. Personal selling

Adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. Dimana penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasasi seni menjual, seperti cara mendekati pelanggan, memberikan peresentasi dan demonstrasi, mengatasi penolakan pelanggan, dan mendorong pembeli, mempunya kemampuan bernegosiasi tentang syarat-syarat penjualan, dan harus tau cara membina dan memelihara hubungan baik dengan para pelanggan.

  1. Mass selling, terdiri atas periklanan dan publisitas.

Merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan alternatif yang lebih murah untuk menyampaikan informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas, terdiri dari iklan dan publisitas.

  1. Iklan.

Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. Paling tidak ini dapat dilihat dari besarnya anggaran belanja iklan yang dikeluarkan setiap perusahaana untuk merek-merek yang dihasilkanya.

Tabel 1.1 10 Pengiklan Terbesar Di Indonesia 2010 (Dalam Milyar Rupiah)

IKLAN ANGGARAN IKLAN
Calon presiden dan wakil presiden 308
Axis 292
Partai golkar 273
Excelcomindo 261
Three 243
Indosat 234
Telkomsel 218
Agua 211
Mobile 8 177
Shampoo Clear 177

Sumber: http://teknologi.vivanews.com/news/read/1030466_dari_10_pengiklan_terbesar_operator_telco,

17 desember 2010.

 

 

 

 

 

  1. Publisitas.

Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, yang aman orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar ntuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan. Dibandingkan dengan iklan, publisitas mempunyai keredibilitas yang lebih baik, karena pembenaran (baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan. Di samping itu karena pesan publisitas dimasukkan dalam berita atau artikel koran, tabloid, majalah, radio, dan televisi, maka khalayak tidak memandangnya sebagai komunikasi promosi.

 

  1. Promosi penjualan.
  2. Public relations (hubungan masyarakat).
  3. Direct marketing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Secara garis besar, strategi pemasaran jasa yang pokok berkaitan denga tiga hal berikut :

  1. 1. Melakukan Diferensiasi Kompetitif.

Perusahaan jasa perlu melakukan diferensiasi melalui inovasi yang bersifat pre-emptive dalam jangka panjang. Pre-empetive di sini maksudnya adalah implementasi suatu strategi yang baru bagi suatu bisnis tertentu, karena merupakan yang pertama maka dapat menghasilkan keterampilan atau aset yang dapat merintangi, mencegah atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya.

Perusahaan jasa dapat mendiferensiasikan dirinya melalui citra di mata pelanggan, misalnya melalui simbol-simbol dan merek yang digunakan. Selain itu perusahaan dapat melakukan diferensiasi kompetitif dalam penyampaian jasa (servis delivery) melakui 3 aspek yang juga dikenal dengan 3P dalam pemasaran jasa, yaitu melalui :

  1. Orang (People).

Peruahaan jasa dapat membedakan dirinya dengan cara merekrut dan melatih karyawan yang lebih mampu dan lebih dapat diandalkan dalam berhubungan dengan pelanggan, daripada karyawan pesaingnya.

  1. Lingkungan fisik (Physical Environmet).

Perusahaan jasa dapat mengembangkan lingkungan fisik yang lebih atraktif.

  1. Proses (Process).

Perusahaan jasa dapat merancang proses penyampaian jasa yang superior, misalnya Home banking yang dibentuk oleh ban tertentu.

  1. 2. Mengelola Kualitas Jasa.

Cara lain untuk melakukan diferensiasi adalah secara konsisten memberikan kualitas jasa yang lebih baik daripada para pesaing. Hal ini dapat tercapai dengan memenuhi atau bahkan melampaui kualitas jasa yang diharapkan oleh para pelanggan. Kualitas jasa sendiri dipengaruhi oleh dua variabel, yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expected service). Bila jasa yang dirasakan lebih kecil daripada yang diharapkan, maka para pelanggan menjadi tidak tertarik lagi pada penyedia jasa yang bersangkutan. Sedangkan bila yang terjadi adalah sebaliknya (perceived > expected), maka ada kemungkinan para pelanggan akan menggunakan penyedia jasa itu lagi.

  1. 3. Mengelola produktifitas

Ada enam pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktifitas jasa, yaitu :

  1. Penyedia jasa bekerja lebih keras atau dengan lebih cekatan daripada biasanya.
  2. Meningkatkan kuantitas jasa dengan mengurangi sebagian kualitasnya.
  3. Mengindustrialisasikan jasa tersebut dengan menambah perlengkapan dan melakukan standardisasi produksi.
  4. Mengurangi atau menggantikan kebutuhan terhadap suatu jasa tertentu dengan jalan menemukan suatu solusi berupa produk, seperti halnya TV menggantikan hiburan luar rumah, pakaian wash-and-wear mengurangi kebutuhan akan commercial laundries.
  5. Merancang jasa yang lebih efektif.
  6. Memberikan insentif kepada para pelanggan untuk melakukan sebagian tugas perusahaan.

 

 


[1] Warren J. Keegan, Manajemen Pemasaran Global, Alih Bahasa, Alexander Sindoro dan Tanty Syahlina Tarigan, Jakarta : Prenhalindo, 2003, Hal. 2

[2] Charles M. Lamb, Joseph F. Hair, Carl McDaniel, Pemasaran,  Edisi Pertama, Alih Bahasa David Octarevia, Jakarta : Salemba empat, 2001, Hal. 6.

[3] Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid satu, cetakan kedua, jakarta : indeks, 2007, Hal.6

[4] Philip Kotler, Swee hoong ang, Siew Meng Long, Chin Tiong Tan, Manajemen Pemasaran Perspektif Asia, Edisi Pertama, Alih Bahasa Fandy Tjiptono, Yogyakarta : Andi, 2000, Hal.7

[5] Philip Kotler, Swee Hoong Ang, Siew Meng Long, Chin Tiong Tan, Manajemen Perspektif Asia, Edisi Pertama, Alih Bahasa Fandy Tjiptono, Yogyakarta : Andi, 2000, Hal.16

 

[6] Charles M. Lamb, Joseph F. Hair, Carl McDaniel, Manajemen Pemasaran Global, Edisi Pertama, Alih Bahasa David Octarevia, Jakarta : Salemba Empat, 2001, Hal. 54.

[7] Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Edisi Ketiga, Yogyakarta : Penerbit Andi, 2008, Hal. 6

[8] Prof. Dr. Farida Jasfar, M. E, Manajemen Jasa Pendekatan Terpadu, Cetakan Pertama, Ciawi-Bogor : Ghalia Indonesia, Hal.98.

[10] Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani,  Manajmen Pemasaran Jasa, Edisi Kedua, Jakarta : Salemba Empat, 2006, Hal 70.

[11] Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid satu, Cetakan Kedua, Jakarta : Indeks, 2007, Hal.23.

[12] Philip kotler, Kevin Laner Keller, Manajemen Pemasaran, Alih Bahasa, Benyamin Molan, Jilid dua, edisi keduabelas, jakarta : indeks, 2007, Hal.4.

 

Defenisi Pemasaran Jasa & Bauran Pemasaran Jasa

DEFENISI PEMASARAN PARIWISATA OLEH BEBERAPA AHLI YAITU :

1. Menurut J. Krippendorf, dalam bukunya Marketing Et Tourisme merumuskan pemasaran pariwisata sebagai berikut “Marketing in tourism to be understood as the systematic and coordinated execution of business policy by tourist undertaking whether private or state owned at local, regional, national and international level to achieve the optimal of satisfaction of the needs of identifiable consumers group and in doing so to achieve an appropriate return”. Pemasaran Pariwisata adalah suatu sistem dan koordinasi yang harus dilakukan sebagai kebijaksanaan bagi perusahaan-perusahaan kelompok industri pariwisata, baik milik swasta maupun pemerintah, dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional, atau internasional untuk mencapai kepuasan wisatawan dengan memperoleh keuntungan yang wajar.

2. Menurut Prof. Dr. Salah Wahab, L.J Crampon, Ma, dan LM Rothfield, Ma dalam buku Tourism Marketing merumuskan pengertian pemasaran pariwisata sebagai berikut: Pemasaran Pariwista adalah suatu proses manajemen yang dilakukan oleh organisasi pariwisata nasional atau perusahaan-perusahaan termasuk dalam kelompok industri pariwisata untuk melakukan identifikasi terhadap wisatawan yang sudah punya keinginan untuk melakukan perjalanan wisata dan wisatawan yang mempunyai potensi akan melakukan perjalanan wisata dengan jalan melakukan komunikasi dengan mereka, mempengaruhi keinginan, kebutuhan, dan memotivasinya, terhadap apa yang disukai dan tidak disukainya, pada tingkat daerah-daerah lokal, regional, nasional mapun internasional dengan menyediakan obyek dan atraksi wisata agar wisatawan memperoleh kepuasan optimal.

3. Menurut Yoety dalam bukunya Tourism Marketing : Pemasaran Pariwisata (Tourism Marketing) adalah suatu sistim dan koordinasi yang dilaksanakan sebagai suatu kebijakan bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kepariwisataan, baik milik swasta maupun pemerintah, dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional dan internasional untuk dapat mencapai kepuasan wisatawan dengan memperoleh keuntungan yang wajar (Yoety 1990:30).

Bauran Pemasaran Jasa 7P

1. Produk (Product).

a. Produk merupakan kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh seseorang atau lembaga untuk memenuhi kebutuhan pasar, (Marius P. Angipora, 2002 : 26)

b. Produk adalah sifat yang kompleks, baik dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise, perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan, (Basu Swastha, 2002 : 94).

c. Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan, (Fandy Tjiptono, 2008 : 95) d. Berdasarkan pendapat saya sendiri bahwa produk adalah barang ataupun jasa yang tersedia di tawarkan kepada konsumen dengan tujuan untuk memberikan kepuasan dan mendapat keuntungan.

2. Harga (Price).

a. Harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain”, (Alex S. Nitisemito, 1998 : 93).

b. Harga adalah jumlah uang (kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya”, (Marius P. Angipora, 2002 : 268).

c. Harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang dan atau jasa (Fandy Tjiptono 2008;151)

d. Berdasarkan pendapat saya sendiri bahwa Harga adalah sejumlah uang yang dikorbankan untuk mendapatkan barang maupun jasa dalam kondisi tertentu.

3. Tempat/distribusi (Place).

a. Tempat adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport. (McCarthy 1992:92).

b. Definisi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran.

c. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan (Lovelock dan Wright 2002:13-15).

d. Menurut pendapat saya sendiri Place merupakan waktu/tempat dimana produk dapat diperoleh oleh konsumen/calon konsumen dengan mudah yang menguntungkan bagi perusahaan dan pelanggan.

4. Promosi (Promotion).

a. Promosi adalah komunikasi yang persuasif, mengajak, mendesak, membujuk, meyakinkan. Ciri dari komunikasi yang persuasif (komunikasi) adalah : Ada komunikator yang secara terencana mengatur berita dan cara penyampaiannya untuk mendapatkan akibat tertentu dalam sikap dan tingkah laku si penerima (Mursid, M, 1997: 95).

b. Definisi menurut Stanton adalah :“Promotion mix is the combination of operasional selling, sales person, public relation. These are the promotional tools that help an organization to achieve its marketing objective”

c. Promosi adalah semua jenis kegiatan yang ditujukan untuk mendorong permintaan, (Basu Swastha, dkk, 2003 : 349).

d. Menurut pendapat saya sendiri bahwa promosi adalah merupakan cara/alat yang digunakan agar produk/jasa yang ditawarkan disukai/dikonsumsi oleh konsumen.

5. Orang (People).

a. People adalah Seluruh aktor manusia yang mengambil bagian dalam delivery jasa dan turut mempengaruhi persepsi pembeli; yaitu, personel perusahaan, pelanggan dan pelanggan lain dalam lingkungan jasa.

b. People menurut Philip Kotler yaitu Proses seleksi, pelatihan, dan pemotivasian karyawan, yang nantinya dapat digunakan sebagai pembedaan perusahaan dalam memenuhi kepuasan pelanggan.

c. People Adalah semua pelaku yang turut ambil bagian dalam penyajian jasa dan dalam hal ini mempengaruhi persepsi pembeli. Yang termasuk dalam elemen ini adalah personel perusahaan dan konsumen (Boom dan Bitner 2000; 234).

d. Menurut pendapat saya sendiri bahwa people adalah setiap orang yang dapat menjadi bagian dari suatu proses pemasaran barang maupun jasa.

6. Bukti Fisik (Physical Evidence).

a. Physical evidence yaitu Lingkungan tempat jasa di-deliver dan tempat perusahaan berinteraksi dengan pelanggan, beserta semua komponen tangible yang memfasilitasi kinerja dan komunikasi jasa.

b. Bukti fisik dan yang mewakili (Physical Evidence and Presentation). Bukti fisik yang dimiliki oleh penyedia jasa yang ditujukan kepada konsumen sebagai usulan nilai tambah konsumen (Philip kotler).

c. Bukti fisik jasa mencakup semua hal yang berwujud berkenaan dengan suatu jasa seperti brosur, kartu bisnis, format laporan dan peralatan (Boom dan Bitner 2000;234).

d. Menurut pendapat saya sendiri Physical evidence adalah merupakan wujud secara nyata yang dapat ditawarkan dalam proses penawaran produk/jasa kepada calon konsumen maupun konsumen.

7. Proses (Process).

a. Proses adalah Prosedur, mekanisme dan arus aktivitas aktual saat jasa dideliver: delivery dan sistem operasi jasa.

b. Proses Yaitu semua prosedur aktual, mekanisme dan aliran aktivitas dengan mana jasa disampaikan yang merupakan sistem penyajian atas operasi jasa (Boom dan Bitner yang dikutip oleh Buchari Alma (2000;234).

c. Proses adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan (Lovelock dan Wright 2002:13-15).

d. Menurut pendapat saya sendiri Proses adalah merupakan kegiatan yang dilalui/dijalani di dalam memasarkan produk kepada calon konsumen/pelanggan.

Mengalah Demi Kebaikan

Mengalah merupakan salah satu sifat dengan menerima segala kekurangan orang lain, kekerasan yang ada dalam diri orang lain, dengan mengorbankan perasaan dan jiwa demi orang lain tersebut.

ketika hal ini terjadi dalam hidup kita, banyak pelajaran yang kita dapat ketika kita mencoba untuk tetap bertahan dalam diri kita. Salah satu diantaranya, dalam menghadapi persoalan lain kita akan lebih kuat dan tidak akan gampang roboh dengan persoalan-persoalan yang mungkin timbul. 

Contoh Sebuah cerita : Ada seorang lelaki yang masih muda  (X) dan pada suatu saat, terjadi konflik dengan saudaranya yang pada saat itu saudaranya tidak tahu bahwa si X tersebut mengalami banyak masalah dalam kehidupan sehari-harinya yang saudaranya tidak tahu, ketika masalah itu terjadi si X mencoba mengalah dan bertahan juga walaupun masalah yang datang sudah terlalu banyak dalam hidupnya tapi dia tetap bertahan dan berkata dalam hati “bahwa hal itu merupakan cobaan yang mesti harus dilalui yang akan membentuk pribadinya menjadi pribadi yang menyenangkan di hari depan”

buah dari “mengalah” adalah kebaikan {yang akan kita dapat baik pada hari itu, hari yang akan datang, kehidupan yang akan kita dapatkan dimasa depan yang lebih baik}.

banyak orang tidak mau mengalah dalam kehidupannya, baik dari hal yang paling kecil, sedang, dan besar. jika kita tidak mau mengalah dalam hal yang paling kecil bagaimana dengan hal yang paling besar, hal ini bisa kita lakukan ketika kita berhadapan dengan teman dekat, pacar, dan siapapun. ketika kita berhasil mewujudkan ha tersebut.

ada beberapa kutipan yang berhubungan dengan artikel diatas.



Kepada siapakah anda suka mengalah atau anda adalah orang yang sulit untuk mengalah kepada siapapun?

Setujukah dengan peribahasa mengalah untuk menang?
Apakah anda mau mengalah kepada orang yang lebih bodoh dan muda daripada anda?
Atau anda hanya mau mengalah kepada orang yang lebih tua dan pintar?
Apakah anda malu untuk mengalah?

Jawaban dari beberapa orang.
Saya orang yg fleksibel tetapi juga rasional. Ada saat dimana saya akan mengalah, selama hal yg diperdebatkan tidak “membahayakan”, tapi ada saat dimana saya juga harus tegas, karena hal yg diperdebatkan bisa menimbulkan hal/akibat yang tidak baik.
Tapi pada intinya, saya orang yang lebih suka berdiskusi terlebih dahulu, secara baik2, sebelum mengambil sikap, apakah saya harus mengalah demi kebaikan semua, atau saya harus tegas, demi kebaikan semua juga.
Bagi saya, tidak selamanya “Silence is golden” (dalam hal ini, diam karena mengalah), adakalanya “Silence makes it worst”.
Selama semua didasarkan oleh “cinta”, tidak ada yg akan merasa dikalahkan ataupun mengalahkan. Yang ada hanya “win win solution”. Setuju?





kami harapkan jawaban sudara dari ke-4 pertanyaan diatas.
Thanks before…

Cara Menjaga Kesehatan Otak

Otak paling tidak tahan ketika tiba ujian. Rasaya otak diperas habis isinya sampai kita amsiong kayak kolepslah istilah sekarang ini. oleh karena hal tersebut kita harus tahu gimana caranya supaya toak kita bisa tetap encer , segar dan masih bisa diajak belajar.

Otak adalah tempat dimana kita menyimpan berbagai memory atau ingatan hidup kita serta merupkan alat berpikir yang jauh lebih baik daripada otak binatang. kita bisa menghapal lagu, mengingat cinta masa lalu yang indah, melamun yang tidak-tidak, berkonsentrasi mengerjakan soal ulangan, dan lain-lain semua melibatkan otak.

Otak merupakan salah satu organ vital yang ada pada tubuh kita, maka sudah selayaknya kita menjaga dan merawat otak agar tidak tekor dan eror.  otak yang eror bisa membuat orang menjadi gila, camen atau cacat mental, kurang waras, halusinasi, paranoid, dan lain sebagainya.

Nah, ada tips supaya otak bisa tetap segar dan efektif untuk dipakai kapan saja.

  1. Jangan terlalu banyak Lembur. Otak yang selalu kita paksa untuk melakukan suatu aktifitas yang mungkin saja tidak telalu penting/penting dapat membuat otak kita susah untuk dikendalikan dengan pekerjaan yang akan kita lakukan pada pagi-siang harinya. karena penggunaan otak yang selalu dipaksa membuat kita akan mengantuk dan susah mencerna perkataan-perkataan yang ada.
  2. Jangan Pake Narkoba and Rokok. rokok dan narkoba akan merusak dan menghilangkan fungsi-fungsi otak. selain itu otak jadi tererang berbagai penyakit mulai dari yang ringan hingga yang berat. ada perokok berat yang apabila tidak merokok maka dia tidak dapat berpikir dengan baik, namun semua itu hanya omong kosong yang merupakan sugesti saja. Hati-hati dan waspadalah dengan zat adiktif dan  zat aditif yang dapat merusak otak kita. 
  3. Istrahatkan Otak. Otak kita butuh istrahat yang cukup setelah seharian melakukan aktifitas baik yang ringan maupun yang berat. istrahat otak bisa dengan melakukan sesuatu yang rileks sepeti tidur-tiduran, dengan musik ringan, ngobrol sama teman dekat, nonton, dsb. dengan tidur yang cukup selama 6-8 jam, maka otak akan dapat digunakan dengan maksimal.
  4. Jaga Pola Makan. makanlah makanan yang bergizi dan cukup karena otak manusia membutuhkan suplay nutrisi yang cukup untuk melakukan pekerjaan dan untuk tumbuh berkembang. biasakanlah sarapan setiap pagi dengan makanan yang tidak terlalu berat tetapi cukup gizinya. jangan telalu banyak makan sehingga kegemukan yang dapat menyumbat pembuluh otak, konsumsi gula pun jangan terlalu berlebihan agar tidak menghalangi penyerapan protein dan gizi pada tubuh kita.
  5. Kekurangan Oksigen dan Pencemaran Udara. otak membutuhkan oksigen yang cukup untuk beraktifitas secara optimal. Hindari tempat-tempat yang memiliki polusi yang tinggi, baik saat merokok dalam suatu ruangan hal tersebut harus kita hindari. Perbaiki sirkulasi udara atau ventilasi udara jika rungan yang ada terasa pengap dan sumpek.
  6. Hindari Berpikir Terlalu Keras. Otak yang stres atau depresi biasanya otak dipakai terus-menerus memikirkan sesuatu yang gak perlu dipirkirkan. jika kita lagi stress sebaiknya curhat dengan orang yang dapat dipercaya agar kita mendapat solusi atau minimal meringankan beban pikiran kita. kalo otak terlalu stress maka rumah sakit jiwapun akan siap menunggu dengan berat hati.
  7. Otak Tumpul . jika anda tidak mau punya masalah dengan lemah otak alisa Lemot, mak anda harus melatih otak kita dengan sering menggunakannya untuk berpikir yang merangsang stimulasi otak seperti dengan belajar, berpikir kritis, berdebat, bermain game Puzzle, bermain musik, dan lain-lain sebagainya. jika jarang dipakai, otak pun akan lemah dan menyusut sehingga ahirnya kita jadi orang lemot dan tulalit tidak nyambung jika diajak bicara.
  8. Lindungi dan jaga kepala dari benturan atau cedera. klao naik sepeda motor harus menggunakan helm untuk melindungai kepala dari benturan saat tabrakan atau jatuh. banyak orang yang mati atau gegar otak karena persoalan sepele tersebut. Anak-anak atau remaja itu kadang-kadang SHOW OFF jalanan. Hati-hati jaga kepala sama Otak anda agar tetap sehat.

Sumber : Buku Rerungan Bulanan Youth “may 2010″ (tabloidkeluarga@yahoo.com ; tabloidkeluarga@hotmail.com)

Berpegangan Tangan Sehatkan Jiwa & Raga

Berpegangan Tangan merupakan salah satu simbol dari keakrabpan, kekompakan, persahabatan, kasih sayang, dan lain sebagainya yang hal tersebut dapat dilakukan baik antara suami istri, orang tua dengan anaknya, sesama teman, orang yang berpacaran, sesama perempuan dll.

 Jika kita perhatikan uraian diatas ada satu hal yang tidak dimuat dalam kalimat tersebut yaitu “Sesama Pria” (antara laki-laki).
ketika kita memperhatikan di beberapa tempat mis. di Mal, Plaza, Kampus, Market (pasar), Jalan (on the way), tempat wisata, ke gereja atau dimanapun kita berada bahwa orang yang berpegangantangan tangan itu sangatlah umum, tetapi hal tersebut secara khusus hanya dilakukan oleh para cewek/ wanita sedangkan para pria sangatlah jarang kelihatan, dari hal tersebut mungkin kita bertanya-tanya dalam hati atau bisa juga sama teman kita, mengapa hal tersebut bisa demikian dan kelihatan sangatlah lucu jika ada dua pria atau sekelompok pria yang ketika mereka berjalan ke “Plaza” berpegangan tangan dengan begitu mesra, ketika ada dua pria berpegangan tangan mungkin orang akan berpikir aneh pasti kedua orang itu “HOMO” atau “BENCONG”, tetapi ketika hal tersebut dilakukan oleh para wanita/cewek kelihatan sangatlah indah dan begitu mempesona dengan keayuan, kelemah lembutan, yang membuat keduanya sangatlah cocok untuk saling merangkul dan berpegangan tangan.
Saya sebagai seorang pria yang menulis artikel  ini sungguh sangat bingung sebenarnya hal tersebut bisa terjadi   atas dasar apa..?

ada sebuah artikela yang saya kutip dari blog lain yang bisa mendukung kekuatan tulisan diatas.
KETIKA bicara berpegangan tangan, setiap orang memiliki teknik yang mereka sukai, mulai dari mengaitkan jari-jemari, menangkupkan telapak tangan, atau saling menggosok dengan ibu jari. Beberapa orang melakukannya dengan tangan atas, sebagian di bawah dan sebagian lainnya saling mengayunkan tangan.

Tidak peduli bagaimana gaya pegangan tangan Anda, kita semua tahu perasaan baik yang muncul saat menggenggam tangan orang kita cintai. Tapi, bagaimana rasanya ketika kita berpengangan tangan saat marah, stres, atau takut? Dan sebaliknya, mengapa kita selalu meraih tangan pasangan untuk menghibur mereka ketika sedih?

Baru-baru ini, sebuah studi yang dilakukan psikolog Dr James Coan dari University of Virginia menunjukkan bahwa jawabannya tidak terletak di antara jari-jari, tapi dalam otak kita.

Penelitian tersebut melibatkan 16 wanita dalam pernikahan bahagia yang sedang mengalami stres. Selama penelitian, aktivitas otak mereka dipantau menggunakan mesin f.M.R.I. Setelah memberi kejutan listrik pada setiap wanita, Coan mengukur aktivitas yang dihasilkan di daerah respons stres otak mereka. Dia kemudian mengulangi kejutan listrik saat para partisipan memegang tangan orang lain. Dan memberi kejutan listrik sekali lagi saat mereka memegang tangan suaminya.

Hasil menunjukkan berkurangnya aktivitas di bagian respons stres otak ketika wanita memegang tangan orang lain, dan stres jauh berkurang ketika mereka memegang tangan suami. Jadi, menggengam tangan mampu mengurangi stres.

Kalau pasangan bahagia lebih sering berpengangan tangan, dan aktivitas ini mengurangi stres, dan stres lebih sedikit mengarah pada kesehatan yang lebih baik, maka dapat diasumsikan bahwa pernikahan bahagia mengarah pada kesehatan yang lebih baik. Demikian menurut sebuah artikel yang okezone lansir dari New York Times, Rabu (28/4/2010).

Nah, lain waktu pasangan marah dengan alasan apapun, Anda cukup memegang tangannya dengan penuh cinta, dan jadikan ini rutinitas menyehatkan jiwa dan raga.

tulisan diatas juga mengingatkan saya pada sebuah kasus yang kebetulan ada kesamaan dengan hal bepegangan tangan yaitu “Nama Male/Female”


Silahkan saudara membacanya di Moryaritonang.blogspot.com 
dengan judul postingan “Beda Nama Male/Female”

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.